Dandani Kampung Ketupat Sungai Baru Rp 6 Miliar, Walikota Ibnu Sina Ingin Cepat Selesai

0

USAI mendandani Kampung Ketupat, Sungai Baru dengan pembangunan siring di bantaran Sungai Martapura dengan pagu anggaran Rp 1,6 miliar lebih. Kemudan, digarap PT Harapan Baru Teknik pada 2021 dengan harga nego Rp 1,2 miliar lebih pada 2021, kini kawasan ini dipercantik lagi.

TAK cukup itu, pada 2022, Pemkot Banjarmasin menggandeng PT Juri Supervisi Indonesia untuk menggarap kawasan Kampung Ketupat sebagai kawasan destinasi wisata ekonomi produktif seluas 700 meter dengan anggaran mencapai Rp 6 miliar.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan Kampung Ketupat Sungai Baru akan disulap menjadi destinasi wisata kuliner berbasis sungai.

“Kami sengaja hadir di Kampung Ketupat Sungai Baru untuk meninjau persiapan penyelesaian penataan kawasan Kampung Ketupat,” ucap Walikota Ibnu Sina dalam konferensi pers rangkaian Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-496 di Siring Kampung Ketupat, Jumat (23/9/2022).

BACA : MoU Kawasan Kota Lama Dan kampung Ketupat, Pulihkan Ekonomi Bersama Pengembang

Ada 8 program prioritas yang ingin dicapai Pemkot Banjarmasin dalam penataan Kampung Ketupat. Yakni, pembangunan infrastruktur dengan mengacu rencana tata ruang dalam mendukung pengembangan wisata dan transportasi sungai dan darat bisa diakses warga tanpa kecuali.

Gambar rencana pembangunan Kampung Ketupat dengan adanya pusat kuliner atau stand para pedagang ketupat di Sungai Baru, Banjarmasin. (Foto Pemko Banjarmasin)

Utamanya lagi adalah penataan kawasan pemukiman kumuh bantaran Sungai Martapura di Sungai Baru, hingga pengembangan smart city dan teknologi digital dalam pelayanan publik serta pengembangan ekonomi kreatif, termasuk penciptaan wirausaha baru (WUB) dan digitalisasi UMKM.

“Dalam rangkaian Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-496, kami ingin Kampung Ketupat dan RK3 Kelayan Barat bisa segera terealisasi,” kata mantan anggota DPRD Kalsel ini.

BACA JUGA : Menyoal Konsep Kampung Tematik, Antropolog ULM : Jangan Sasiranganisasi Diterapkan di Banjarmasin

Menurut Ibnu Sina, saat ini progress mendandani Kampung Ketupat sudah menunjukkan capaian menggembirakan, hingga ditargetkan pada 27 September 20220 bisa digunakan jadi lokasi rangkaian Hari Jadi Kota Banjarmasin dan Apeksi Walikota se-Kalimantan.

“Kawasan Kampung Ketupat juga akan dikembangkan sebagai smarcity dan teknologi digital dalam layanan publik ketika bertransaksi. Seperti e-Parking, e-Kasir dan lainnya dalam mendukung gerakan nasional non trasaksi,” papar Ibnu Sina.

BACA JUGA : Raup Keuntungan, Pedagang Ketupat Kampung Wisata Sungai Baru Banjir Orderan

Bahkan di kawasan Kampung Ketupat juga dipasang CCTV (kamera pengawas), sehingga bisa terpantau para pengunjung 17 stand pedagang ketupat Sungai Baru di lokasi yang ditentukan. Mereka pun juga dikasih modal awal Rp 20 juta per dagang dari BRI dipayungi wadah dengan atap berbentuk ketupat dengan ketinggian 20 meter ke atas.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.