Sudah Beri Tali Asih, PT MJAB Bantah Kerusakan 23 Rumah di Desa Satui Barat Akibat Tambang Batubara

0

KERUSAKAN yang dialami 23 rumah dihuni 23 kepala keluarga (KK) di Desa Satui Barat RT 07, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu diklaim PT Mitra Jaya Abadi Bersama (MJAB), bukan karena aktivitas pertambangan batubara perusahaannya.

“ADANYA titik jalan dan rumah warga di RT 07 Desa Satui Barat yang mengalami keretakan, kami pastikan itu bukan dampak aktivitas pertambangan batubara PT MJAB,” ucap Kepala Teknik Pertambangan PT MJAB, Arifin Noor Ilmi kepada jejakrekam.com, Kamis (15/9/2022).

Arifin mendasarkan bahwa jarak antara titik jalan ke konsesi izin usaha pertambangan (IUP) operasi PT MJAB terpisah 200 meter lebih.

“Sedangkan, rumah warga yang mengalami retak itu berada di 430 meter dari wilayah tambang kami. Arah lainnya berjarak 350 meter dari lokasi IUP PT MJAB,” kata Arifin, sembari memperlihatkan peta lokasi tambang dengan pemukiman warga Desa Satui Barat.

BACA : Rumah Hj Mahrita Ambruk, Rumah Korban Aktivitas Tambang di Desa Satui Barat Tinggal Tunggu Giliran

Dia menyebut di lokasi terdampak juga ada bekas pertambangan perusahaan lain. Jaraknya pun sangat dekat hanya 1 hingga 1,5 meter, bahkan nol meter dari belakang dapur rumah warga Desa Satui Barat RT 07.

Menurut Arifin, walau kerusakan yang terjadi bukan akibat aktivitas pertambangan batubara oleh perusahaannya. Pada Mei 2022 lalu, warga Desa Satui Barat RT 07 pernah mengajukan permohonan ke PT MJAB.

BACA JUGA : Pemkab-DPRD Tanbu Bentuk Tim Independen Selesaikan Aduan Warga Desa Satui Barat

“Kami tindaklanjuti dengan observasi ke lapangan. Ternyata, memang benar ada rumah yang mengalami keretakan baik di bagian depan maupun belakang. Namun, di lokasi itu justru ada bekas galian tambang,” tutur Arifin.

Menurut dia, PT MJAB dalam menjalankan aktivitas pertambangan dilakukan secara profesional. Terbukti, sebagai bentuk empati diberi tali asih untuk perbaikan rumah terdampak.

“Sekali lagi, bukan aktivitas tambang PT MJAB yang mengakibatkan rusaknya rumah warga di Desa Satui Barat RT 07,” tegas Arifin.

BACA JUGA: Aduan 23 KK RT 07 Desa Satui Barat Direspon, 3 Keputusan Diambil di RDP DPRD Tanah Bumbu

Dia menjelaskan selain mengantongi IUP di wilayah Satui Barat, PT MAJB juga punya izin lengkap seperti studi kelayakan lingkungan dari pemerintah. Sebab, beber dia, sebelum PT MJAB bisa menjalankan aktivitas pertambangan di wilayah Satui Barat telah mengajukan rencana kerja anggaran biaya (RKAB) tahunan yang telah disetujui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Dalam menjalankan aktivitas pertambangan batubara, PT MJAB juga diawasi dan dibina Kementerian ESDM, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanah Bumbu dan DLH Provinsi Kalsel. Ini jelas, jika PT MJAB bekerja sesuai batasan perizinan yang diterbitkan pemerintah,” tutur Arifin.

BACA JUGA : Rumah Warga Nyaris Ambruk, 22 KK RT 07 Desa Satui Barat Terdampak Aktivitas Tambang Batubara

Mengenai tindaklanjuti atas kerusakan rumah warga di Desa Satui Barat, Arifin mengatakan ada dua opsi yang ditawarkan. Yakni, memberi uang tunai atau mengirim tukang untuk perbaikan rumah.

“Ternyata, warga di Desa Satui Barat RT 07 hanya minta dibantu uang kontan. Ya, kami beri masing-masing dua rumah terdampak rusak berat sebesar Rp 30 juta. Sedangkan, 13 rumah yang mengalami rusak ringan dibantu Rp 22,5 juta,” imbuh Arifin.

BACA JUGA : Wabup Tanah Bumbu HM Rusli : Hentikan Pertambangan di Desa Satui Barat, Siapkan Jalan Alternatif

Awalnya, masih kata Arifin, warga Desa Satui Barat mengajukan ada 20 rumah yang retak. Namun, usai dicek di lapangan ternyata hanya ada 15 rumah yang layak dibantu.

“Tali asih itu telah kami serahkan pada Juni 2022 lalu. Mereka yang dibantu juga meneken surat pernyataan disaksikan aparat desa setempat. Termasuk, ibu-ibu yang menggelar aksi beberapa waktu dalam video beredar di media sosial, sebenarnya juga telah dibantu,” pungkas Arifin.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Ipik Gandamana

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.