Didatangkan dari Pasuruan, Pasar Buah Musim Hujan Kini Banjarmasin Dibanjiri Mangga Alpukat

0

PASAR buah musim hujan di Kota Banjarmasin dan sekitarnya, kini diramaikan dengan hadirnya varietas baru berupa mangga alpukat.

BUAH mangga alpukat pernah viral dan jadi perbincangan di media sosial (medsos) pada akhir 2017 silam, kini bisa dirasakan warga Banjarmasin dan sekitarnya.

Berbeda dengan buah mangga sejenis seperti gadung manis, mangga alpukat ini memang lebih enak dikonsumsi langsung, terutama yang sudah matang di pohon. Ini karena, teksturnya lembut dengan sedikit serat.

Mangga alpukat kebanyakan didatangkan dari Pasuruan, sebagian lagi dari Gresik dan Probolinggo, Jawa Timur, merupakan jenis mangga gadung arum manis yang dikembangkan pertama kali di Pasuruan sejak 1994, bukan perkawinan silang antara mangga dengan alpukat.

BACA : Promosikan Pembuatan Gula Aren dan Es Lahan, Artis FTV Kunjungi Desa Batang Kulur dan Ida Manggala

Pedagang buah mangga alpukat di Jalan RE Martadinata, kawasan Pelabuhan Martapura Lama, Ayu mengakui pasar mangga jenis baru ini baru masuk ke Banjarmasin dalam setahun belakangan ini.

“Kebanyakan didatangkan dari Jawa Timur. Sedangkan, mangga yang dipasok dari Madura, berbeda jenisnya,” ucap Ayu kepada jejakrekam.com, Sabtu (19/11/2022).

Menurut Ayu, ada tiga jenis mangga alpukat yang didatangkan dari Jawa Timur masuk ke pasar buah Banjarmasin. Yakni, grade A, B dan C, sehingga harga jualnya pun berbeda.

BACA JUGA : Buah Musiman, Kalsel Tak Bisa Ekspor Sirup Kasturi

“Untuk grade B atau sedangkan, dalam satu kotak seberat 5 kilogram dijual seharga Rp 95 ribu. Kalau untuk grade A yang sudah matang di pohon, dan ukurannya lebih besar lebih mahal sampai Rp 110 ribu hingga Rp 120 ribu per kotak,” kata Ayu.

Dia mengakui saat ini pasokan mangga alpukat didatangkan langsung oleh angkutan ekspedisi dari Pulau Jawa melalui Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, tidak lagi melalui Pelabuhan Martapura Lama maupun Pelabuhan Basirih.

BACA JUGA : Beredar Ramuan Bangkitkan Imun dari Kemenkes, Dekan Fakultas Kedokteran ULM : Bukan Obat Covid-19!

“Dulu memang banyak buah mangga dan lainya didatangkan dari Jawa diangkut perahu-perahu Madura. Sekarang ini, tidak lagi karena ada larangan, sehingga didatangkan dari truk ekspedisi ke agen kemudian diedarkan ke pengecer, seperti kami,” kata Ayu.

Menurut dia, kehadiran mangga alpukat pun yang telah memasuki pasaran buah di Banjarmasin telah menjadi pilihan baru. Sebelumnya, mangga arum manis, mangga apel, mangga malibu, mangga manalagi, mangga golek dan lainnya sudah lama dikenal konsumen buah di Banjarmasin.

BACA JUGA : Jambu Biji Efektif Cegah Corona, Dokter Spesialis Penyakit Dalam : Kandungan Vitamin C Tinggi

“Dengan kondisi cuaca yang tak menentu, tentu buah mangga alpukat yang kaya dengan kandungan vitamin C jadi piliha untuk menjaga kondisi tubuh. Makanya, sekarang di pasaran buah banyak dijual mangga alpukat,” kata Ayu.

Benar saja, mangga alpukat pun kini hampir seantero Banjarmasin dan sekitarnya telah dijual, baik pedagang yang menggelar lapak, kios maupun menggunakan mobil pickup.

BACA JUGA : Menjaga Kualitas 36 Tahun, Jamu Cuksirih Kini Diakui Kimia Farma dan Smesco Indonesia

“Untuk eceran ukuran sedang, mangga alpukat dijual satu kilogram seharga Rp 25 ribu. Kalau grade C, lebih murah lagi. Sedangkan, grade A lebih mahal, karena matang di pohon dan buahnya lebih manis,” kata Ayu.

Tak hanya di kawasan Jalan RE Martadinata, sejumlah pedagang buah mangga alpukat ditemukan di sepanjang Jalan Trans Kalimantan Handil Bakti (Batola), Jalan Veteran hingga Jalan 9 November, Kelayan dan kawasan Pasar Sentra Antasari Banjarmasin.(jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Ipik Gandamana

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.