Disbudporapar Banjarmasin Siap Buka-Bukaan, Walikota Ibnu Sina; Film Jendela Seribu Sungai Seperti Laskar Pelangi

0

ONGKOS bikin film berdurasi 1 jam lebih berjudul Jendela Seribu Sungai (JSS) menelan dana Rp 6,6 miliar bersumber dari APBD Perubahan Banjarmasin tahun anggaran 2022, jadi sorotan publik.

KEPALA Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin Iwan Fitriady sebagai leading sector pembuatan film siap buka data.

Apalagi, dengan menggandeng sejumlah aktor kawakan seperti Mathias Muchus serta talenta ibukota berdarah Banjar; Olla Ramlan, Ian Kasela, Bopak Castello serta lainnya.

“Dalam waktu dekat, Komisi II DPRD Kota Banjarmasin akan segera mengundang kami untuk rapat dengar pendapat (RDP). Kami siap buka data ke dewan jadi bisa jelas dan terang benderang,” tegas Iwan Fitriady kepada jejakrekam.com, Kamis (17/11/2022).

BACA : Gandeng Aktor Kawakan Mathias Muchus, Film Jendela Seribu Sungai Ditarget Tayang Di Bioskop Pada 2023

Sementara itu, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina membantah jika rencana pembuatan film JSS mengandung kontroversi di tengah publik, karena sudah lama dirancang dan dianggarkan dalam APBD Perubahan Banjarmasin tahun anggaran 2022.

“Waktu terbit buku Jendela Seribu Sungai pada 2017 yang dilaunching di Toko Gramedia Banjarmasin sudah ada wacana. Nah, kalau bukunya itu laris, tentu akan kita angkat dalam film layar besar,” ucap Ibnu Sina kepada awak media di Balai Kota Banjarmasin, Kamis (17/11/2022).

Mantan anggota DPRD Kalsel ini menegaskan dalam membikin film, jangan sampai abal-abal dan ecek-ecek karena harus menghasilkan produk yang berkualitas. Film Jendela Seribu Sungai diadaptasi dari novel karya Miranda dan Avesina Soebli.

BACA JUGA : Dibintangi Pevita Pearce? Film Jendela Seribu Sungai Ditarget Produksi September 2022

“Anggaran segitu (Rp 6,6 miliar) kalau dibandingkan dengan anggaran infrastruktur, jauh berbeda yang mencapai Rp 400 miliar Kemudian, anggaran pendidikan dan kesehatan sampai Rp 600 miliar. Jadi, sebenarnya tidak ada kontroversi, karena daerah lain juga melakukan hal serupa membuat film. Silakan bandingkan,” tutur Ibnu Sina.

Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel ini mengatakan pembuatan JSS itu merupakan bagian dari keberpihakan pemerintah kota terhadap pelaku ekonomi kreatif dan budayawan, khususnya penggiat videografis dan sinematografi.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina saat berbincang dengan kru pembuat film Jendela Seribu Sungai, termasuk artis kawakan, Mathias Muchus. (Foto Prokom Banjarmasin)

Ibnu Sina merujuk keberhasilan film Laskar Pelangi yang berhasil mengangkat landskap dan potensi Desa Gantung, Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung, sebagai tempat 10 anak miskin yang bersekolah di SD dan SMP di desa itu.

BACA JUGA : Ongkos Bikin Film Jendela Seribu Sungai Rp 6 Miliar Di APBD, DPRD Kota Banjarmasin Malah Tak Tahu

Film Laskar Pelangi diadaptasi novel karya Andera Hirata yang diterbitkan Bintang Pusaka pada 2005. Hingga keberhasilan film Laskar Pelangi menjadikan lokasi syuting film itu menjadi terkenal seantero negeri.

“Tidak ada salahnya untuk mengangkat potensi keindahan Kota Banjarmasin ke dalam film layar lebar. Misalkan, jika kameo (syuting) yang melibatkan saya hanya berdurasi 15 detik dihilangkan, tidak apa-apa. Karena memang dalam bukunya memang ada, karena ceritanya ada di Banjarmasin dan Loksado,” ucap Ibnu Sina.

BACA JUGA : Ada Rasa, Sutradara Anggi Yakin Film Kaminting Pidakan Bisa Tembus Festival Film Nasional

Dia pun mengajak publik bisa mempertanyakan soal dananya Rp 6,6 miliar ke sutradara film Jendela Seribu Sungai, karena tidak ada nuansa dugaan koruptif atau lainnya. “Karena memang ongkosnya memang segitu,” katanya.

Sebagai pembanding, Ibnu Sina menyebut film Pangeran Antasari digarap pada awal Januari 2018 menelan dana Rp 2,3 miliar dari APBD Provinsi Kalsel. Film juga menggandeng sejumlah aktor dan aktris ibukota; Egly Fedly, Helmania Putri serta sejumlah pejabat teras Pemprov Kalsel dan seniman Banua garapan PT Cahaya Kristal Media Utama.

BACA JUGA : Layar Film Banjar 2022 Putar Puluhan Film Sineas Kalsel, Dekatkan Sinema dengan Warga

Teranyar adalah film berjudul Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari yang tengah digarap oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel segede Rp 5,8 miliar lebih bersumber dari APBD Kalsel tahun anggaran 2022 dan dimenangkan Express Pariwara Media dari Tangerang, Jawa Barat dengan nilai kontrak Rp 4,9 miliar lebih.

Ibnu Sina pun mengatakan siap buka-bukaan data, apalagi DPRD Kota Banjarmasin akan segera memanggil pejabatnya dalam RDP terkait dengan anggaran.

BACA JUGA : Rayakan Hari Film Nasional ke-71, Tiga Sineas Film Maker Perempuan Bicara Kehidupan Nyata

“Silakan saja bertanya, kalau tidak tahu. Karena anggaran itu sudah ada. Kalau tiba-tiba ingin disetop, jangan-jangan seperti kasus proyek dermaga apung (Jembatan Dewi). Nanti kesannya DPRD Banjarmasin seperti tidak mendukung program pemerintah kota. Jadi, film Jendela Seribu Sungai harus tetap dilanjutkan, jangan-jangan nanti SDN Pengambangan 6 bisa terkenal seperti dalam film Laskar Pelangi,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Asyikin/Didi GS
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.