Gandeng Aktor Kawakan Mathias Muchus, Film Jendela Seribu Sungai Ditarget Tayang di Bioskop pada 2023

0

DIADAPTASi dari novel berjudul Jendela Seribu Sungai karya Miranda dan Avesina Soebli, syuting film Jendela Seribu Sungai mulai digarap aktor kawakan nasional, Mathias Muchus.

MATHIAS Muchus merupakan aktor sekaligus sutradara serta produser film hingga sering masuk nominator Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI).

Film berjudul Jendela Seribu Sungai (JSS) ini direncanakan berdurasi 1 jam lebih yang digagas Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin. Selain Mathias Muchus sebagai produser kreatif, pemerintah kota juga menggandeng penulis novel; Avesina Soebli serta Aris Muda sebagai produser.

Saat syuting perdana di halaman SDN Pengambangan 6 Banjarmasin, Jalan Keramat Raya RT 2, Walikota Ibnu Sina pun ikut main film berjudul JSS ini, Minggu (13/11/2022). Untuk penggarapan atau produksi film ini pun dikabarkan menghabiskan dana berasal dari APBD Kota Banjarmasin segede Rp 6 miliar, belum nanti biaya distribusi film ini ketika bisa tayang ke bioskop-bioskop.

BACA : Dibintangi Pevita Pearce? Film Jendela Seribu Sungai Ditarget Produksi September 2022

Diceritakan, siang itu, seorang siswa SD di Kelurahan Pengambangan 6 berdiri cukup lama di depan pagar sekolah. Tiba-tiba, ia dihampiri seorang pejabat nomor satu di Balai Kota yang turun dari mobil dinasnya, DA 1 A.

Siswa SD bernama Arian ini pun berdialog dengan Walikota Ibnu Sina yang ikut berperan dalam film berjudul JSS ini di tengah terik mentari.

Begitu melihat sang walikota turun dari mobil dinas, Arian pun sempat terdiam. Arian diceritakan merupakan putra seorang seniman Kuriding ini, tak bisa berbicara banyak saat dihampiri Walikota Banjarmasin.

BACA JUGA : Film ‘Suatu Malam Ketika Puisi Tak Mampu Ia Tulis Lagi’ Ditayangkan di 16 Titik di Indonesia

Hingga Walikota Ibnu Sina menyodorkan tangan untuk bersalaman, seraya berkata kepada Arian; “Bila perlu bantuan, silakan hubungi saya,” begitu kata Walikota Ibnu Singkat, seraya menyerahkan kartu namanya, dalam dialog di syuting film itu.

Apakah kartu nama yang diberikan Walikota Banjarmasin itu dimanfaatkan oleh Arian? Begitu sekilas cuplikan dari film berjudul JSS yang mulai digarap oleh para produser. Sebab, rencananya, film ini akan diputar di bioskop-bioskop yang ada di seluruh Indonesia pada 2023 mendatang.

BACA JUGA : Layar Film Banjar 2022 Putar Puluhan Film Sineas Kalsel, Dekatkan Sinema dengan Warga

Selain Walikota Ibnu Sina ikut bermain dalam film JSS yang ditarget rampung penggarapan pada Desember 2022 ini, terdapat sejumlah nama aktor dan aktris bergabung di dalamnya.

Yakni, Bimasena berperan sebagai Arian. Kemudian, Agla Arta Lidia (Bu Guru Sheila), Sheryl Drisanna (Bunga), Halisa Naura (Kejora) hingga Mathias Muchus (Awat). Ada pula, Ariyo Wahab (Abah Arian), Baim (Damang Isman), Olla Ramlan (Uma Arian), lan Kasela (Cameo), Ajil Ditto (Arian Dewasa) Bopak Costello (Daim) Elma Istiana (Mama Bunga).

BACA JUGA : Ada Rasa, Sutradara Anggi Yakin Film Kaminting Pidakan Bisa Tembus Festival Film Nasional

“Film Jendela Seribu Sungai ini digarap untuk menyuguhkan spirit bagi seluruh masyarakat Banjarmasin, utamanya pelaku sinema dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar menjaga semangat dalam melahirkan industri kreatif seperti film,” kata Walikota Ibnu Sina.

Mantan anggota DPRD Kalsel ini mengatakan ada pesan moral yang kuat dalam film JSS, karena mengangkat kemampuandan kehebatan seni budaya dan potensi yang ada di Kota Banjarmasin.

“Satu pesan pesan moral dalam film JSS ini adalah anak anak kita yang punya kemampuan,  kehebatan seni budaya serta  potensi seribu sungai kita, sehingga anak kampung biasa,  anak sungai bisa mengangkat daerahnya,” kata Ibnu Sina.

BACA JUGA : Kaminting Pidakan; Film Pendek Kepahlawanan Tumenggung Jalil, Jagoan dari Rakyat Jaba

Dia mengakui pembuatan film layar lebar berjudul Jendela Seribu Sungai ini terinspirasi dari novel karya Miranda Seftiana dan Avesina. Kedua penulis novel fiksi ini merupakan putra daerah Kalsel.

Novel yang memiliki sub judul Ketika Mimpi Menyentuh Jendela Sungai Membawanya Menjadi Nyata  tersebut diterbitkan sekira tahun 2019 lalu. Saat itu, novel ini juga dilaunching oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

Selain kawasan Pengambangan, lokasi pengambilan gambar untuk sejumlah adegan dalam film Jendela Seribu Sungai ini juga berlatar wisata lainnya di Kalsel seperti di Pegunungan Meratus kawasan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

BACA JUGA : Harus Ada Mafia Banjar 3, Walikota Ibnu : Saya Acungkan Cap Jempol!

Dengan adanya film perdana yang digarap serius di Banjarmasin dan Pegunungan Meratus di Loksado, Ibnu Sina berharap kehadiran film Jendela Seribu Sungai ini bisa membangkitkan para pelaku ekonomi kreatif, para videografi dan sinematografi dalam menghasilkan karya film layar lebar Banua.

“Saya berharap film ini bisa selesai tepat waktu. Sebab, direncanakan tiap tahun, Pemkot Banjarmasin akan membuat film, sehingga bisa mempromosikan daerah ke kancah nasional,” kata Ibnu Sina.(jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.