Ongkos Bikin Film Jendela Seribu Sungai Rp 6 Miliar di APBD, DPRD Kota Banjarmasin Malah Tak Tahu

0

BIAYA pembuatan film berjudul Jendela Seribu Sungai (JSS) dikabarkan menelan dana segede Rp 6,6 miliar bersumber dari APBD Perubahan Banjarmasin tahun 2022, disoal DPRD Kota Banjarmasin.

SEBAB, selama ini, DPRD Kota Banjarmasin merasa dikangkangi oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudpar) sebagai leading sector pembuatan film dengan menggandeng artis kawakan nasional, Mathias Muchus dan sejumlah talenta Banua itu.

Film itu digarap sejak November dan ditarget rampung pada Desember 2022 dengan dua lokasi; di Banjarmasin dan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Film berdurasi 1 jam ini ditarget bisa tayang di bioskop-bioskop yang ada di seluruh Indonesia pada 2023 mendatang.

“Kami tidak tahu persis di mana anggaran untuk biaya pembuatan film Jendela Seribu Sungai (JSS) itu sampai menelan dana Rp 6,6 miliar bersumber dari APBD Perubahan tahun 2022,” ucap Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Awan Subarkah kepada jejakrekam.com, Selas (15/11/2022).

BACA : Gandeng Aktor Kawakan Mathias Muchus, Film Jendela Seribu Sungai Ditarget Tayang Di Bioskop Pada 2023

Menurut dia, biaya yang terlalu besar mencapai Rp 6,6 miliar juga tidak pernah disampaikan secara terbuka oleh Disbudporapar Kota Banjarmasin ke DPRD Banjarmasin.

Apakah anggaran pembuatan film JSS mencapai Rp 6,6 miliar itu masuk bisa masuk kategori ‘dana siluman’? Legislator Fraksi PKS enggan menyebutnya sebagai anggaran atau dana siluman.

“Yang pasti, mayoritas di DPRD Kota Banjarmasin, khususnya Komisi II tidak tahu. Kalau disebut dana siluman, juga tidak tepat, karena kabarnya memang sudah dianggarkan,” kata mantan Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin ini.

BACA JUGA: Dibintangi Pevita Pearce? Film Jendela Seribu Sungai Ditarget Produksi September 2022

Awan mengaku bingung dalam rangka program apa hingga dana besar-besaran dari APBD Perubahan 2022 digunakan untuk jasa pembuatan film JSS.

“Bidangnya apa? Nama peruntukkannya untuk apa? Biasanya itu memang nomenklaturnya dalam item anggaran di APBD, khususnya di pos Disbudporapar Kota Banjarmasin,” kata Awan.

Dia tak memungkiri terkadang usulan dari pihak eksekutif (Pemkot Banjarmasin) yang diajukan ke Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Banjarmasin gelondongan atau global, sehingga tidak terperinci. Termasuk, biaya jasa pembuatan film JSS.

BACA JUGA : Ada Rasa, Sutradara Anggi Yakin Film Kaminting Pidakan Bisa Tembus Festival Film Nasional

“Saya juga sudah tanya ke teman-teman di komisi dan DPRD Banjarmasin, kebanyakan malah tidak tahu. Lantas bagaimana mekanisme pengajuan anggarannya juga tidak diketahui,” kata Awan.

Mantan Sekretaris DPW PKS Kalsel ini memastikan akan segera mengagendakan rapat gabungan dengan komisi terkait di DPRD Kota Banjarmasin guna memanggil dinas atau instansi yang terlibat dalam pembuatan film JSS segede Rp 6,6 miliar itu.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.