Pencarian Mukran Masuki Hari ke-6, Orang Pintar Berdatangan ke Desa Jambu Baru

0

KABAR hilangnya warga Desa Jambu Baru, Kecamatan Kuripan, Barito Kuala (Batola) bernama Mukran (60 tahun) hingga hari ke-6, membuat upaya pencarian pun melibatkan para orang pintar atau dukun.

INI setelah upaya pencarian yang melibatkan warga Desa Jambu Baru, relawan, personel TNI/Polri, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) atau BNPB Batola hingga tim medis yang diturunkan, belum membuahkan hasil hingga Selasa (30/8/2022).

Kakek Mukran dilaporkan pihak keluarga hingga pada Kamis (28/8/2022) malam. Ini setelah, sang kakek ini tengah mengecek sumur atau parit ikannya di perairan Sungai Tabukan (Uluh Are). Didapat hanya jukung atau sampan yang tertinggal di tepi kolam ikan ujung Desa Jambu Baru, mengarah ke dalam hutan atau semak belukar.

“Upaya pencarian sudah maksimal kami lakukan, baik dari jalur sungai maupun darat. Termasuk, menerobos hutan serta menyusuri jejak-jejak Kai (Kakek) Mukran,” ucap Sekretaris Desa Jambu Baru, Halidi kepada jejakrekam.com, Selasa (30/8/2022).

Bahkan, Halidi pun sempat tersesat di dalam hutan ketika mencari Mukran. Ini karena Halidi dinyatakan sempat hilang oleh warga Desa Jambu Baru. “Saya salah jalan dan kemalaman. Apalagi, saya sempat diserang tawon. Kelelahan hingga ketiduran, ternyata sudah memasuki senja hari,” ucap Halidi, bercerita.

BACA : Warga Serahkan Proposal, Bupati Batola Janji Tuntaskan Tapal Batas Desa Jambu Baru-Balukung

Menurut dia, upaya maksimal pencarian sudah mengitari posisi dalam radius 2 kilometer dari pusat Desa Jambu Baru. Bahkan, pencarian juga menyusuri hingga ke muara Sungai Tabukan (Uluh Are) di desa itu.

Warga Desa Jambu Baru Kuripan kompak mendirikan posko untuk membantu pencarian hilangnya warga desa setempat bernama Mukran. (Foto Istimewa)

Menariknya, karena belum membuahkan hasil, sejumlah orang pintar pun berdatangan ke Desa Jambu Baru. Mereka pun menjalankan ritual untuk mengetahui posisi Mukran yang diduga ‘disembunyikan orang gaib’.

“Memang, orang-orang pintar berdatangan ke desa kami. Silakan saja, selain itu hal itu juga menjadi tontonan warga, karena selama ini memang jarang ada aktivitas semacam itu,” ucap Halidi.

BACA JUGA : Pemkab Batola Upayakan Tapal Batas Desa Jambu Baru-Balukung Segera Dituntaskan

Musibah yang dialami warga Desa Jambu Baru juga membuat semangat kebersamaan masyarakat makin menebal. Ini terbukti pos-pos didirikan hingga dapur umum yang diawaki para emak-emak di Desa Jambu Baru.

Solidaritas warga ini juga membaur dengan kedatangan personel gabungan dari TNI/Polri, BPBD Batola, tim medis hingga para dukun yang datang ke Desa Jambu Baru.

BACA JUGA : Dimediasi Pemkab Batola, Soal Batas Desa Jambu Baru-Balukung Berakhir Sepakat untuk Tidak Sepakat

“Ya, belajar dari pengalaman saya yang sempat hilang dan bisa bertahan saat pencarian Kai Mukran. Apalagi, kami juga langsung mencebur ke Sungai Tabukan atau Uluh Are, untuk mencari kalau-kalau Kai Mukran itu tenggelam di sungai. Termasuk, menyusuri daratan sungai. Semoga saja dalam segera bisa ditemukan Kai Mukran,” pungkas Halidi.

BACA JUGA : Kasus PT TAL Versus Desa Jambu Baru Jadi Perhatian DPR RI, Nasrullah : Kami Berterima Kasih!

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batola, Budiansyah mengatakan penelusuran jejak korban dari titik nol, hingga dilaporkan hilang di tempat kejadian perkara dilakukan pihaknya.

BPBD Batola juga menerjunkan tujuh personel ditambah empat relawan. Pencarian pun dibagi dalam jalur darat dan sungai menggunakan sampan dan peralatan lainnya.(jejakrekam)

Penulis Iman Satria
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.