Disiapkan Jadi Desa Wisata Sentra Pembuatan Jukung Banjar, Tim Pengabdian ULM Edukasi Warga Pulau Sewangi

0

TIM pengabdian masyarakat dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lambung Mangkurat (LPPM ULM) mengedukasi warga Pulau Sewangi, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola), mengenai potensi desa wisata.

PENDAMPINGAN pencanangan desa wisata berbasis lahan basah di Desa Pulau Sewangi bertujuan memberikan pemahaman dalam pencanangan desa wisata dan mengoptimalkan potensi desa wisata yang berbasis lahan basah di desa yang berbatasan dengan Kota Banjarmasin itu.

Temu dengan elemen warga digelar di Aula Balai Desa Sewangi, Kecamatan Alalak, Sabtu (2/7/2022). Ketua Tim Pengabdian Masyarakat LPPM ULM, Ahmad Fikri Hadin mengatakan potensi Desa Pulau Sewangi sangat tinggi untuk dikembangkan sebagai desa wisata di Kabupaten Batola.

BACA : Usai Santap Soto, Puluhan Warga Pulau Suwangi dan Pulau Alalak Alami Keracunan Massal

“Mitra yang terlibat dalam pengabdian ini adalah kepala desa, aparatur desa, BPD dan masyarakat desa sehingga dengan program ini mitra dapat memahami dalam pembentukan desa wisata serta terlaksananya pencangan desa wisata guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” papar Fikri Hadin kepada jejakrekam.com, Minggu (3/7/2022).

Menurut Fikri, Desa Pulau Sewangi terkenal dengan pengrajin kelotok yang menjadi salah satu potensi pengembangan obek wisata yaitu berwisata melihat pembuatan kelotok.

“Di Banjarmasin dengan sebutan kota seribu sungai, tentu identitas itu tak lepas dengan moda transportasi seperti jukung dan kelotok,” tutur akademisi hukum konstitusi ini.

BACA JUGA : Perahu Pulau Suwangi Alalak yang Mendunia, Diawali Orang Nagara Kini Digeluti Generasi Keempat

Masih menurut Fikri, Desa Pulau Sewangi sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata. Di antaranya destinasi susur sungai untuk menyaksikan pembuatan jukung/kelotok, kuliner khas, dan homestay (penginapan).

Ia mengatakan, diperlukan upaya untuk menghidupkan kembali BUMDes di Desa Pulau Sewangi untuk menjalankan aktivitas usaha yang dikelola oleh desa.

“Hal ini penting karena BUMDes menjadi salah satu sarana untuk mengelola dan meningkatkan pendapatan di desa. Tidak lain bertujuan untuk memajukan perekonomian desa maupun warganya,” papar Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi dan Good Governance (Parang) ULM ini.

BACA JUGA : Berkat Erik Petersen, Si Kai Asing yang Membawa Jukung Borneo Mendunia

Selain itu, kata Fikri, kebersamaan dan semangat membangun desa dalam merencanakan desa wisata. Salah satu yang penting untuk dilakukan bagi desa Pulau Sewangi adalah segera membentuk kelompok sadar wisata (pokdarwis) sebagai penggerak sadar wisata di lingkungan desa itu.

Pengabdian dari kalangan akademisi ULM ini disambut hangat Kepala Desa (Kades) Pulau Sewangi, Syarifah Saufiah. Menurut dia, dengan terpilihnya Desa Pulau Sewangi menjadi desa yang ramah perempuan dan anak di Kalsel, telah membuktikan eksistensi perkampungan di tepian Sungai Alalak ini.

BACA JUGA : Sejarah Panjang Masjid Kanas dari Kampung Alalak Besar

“Desa Sewangi juga menjadi desa yang paling bersih narkoba se-Kabupaten Batola. Dalam pengembangan desa wisata, saya mengakui banyak turis asing yang ada ke desa kami,” kata Saufiah.

Menurut kades perempuan ini, Desa Pulau Sewangi sedari lama memang dikenal sebagai sentra pembuatan jukung dan kelotok tradisional khas Banjar. “Jadi, para turis bisa menyaksikan proses pembuatan kelotok dan jukung Banjar yang sudah lama dikenal dunia internasional,” kata Saufiah.

BACA JUGA : Jadi Daerah Penyangga Banjarmasin, Pakar Kota Sarankan Bikin Jembatan Alalak Utara-Berangas

Dia berharap agar Pemkab Batola serta Pemprov Kalsel bisa hadir dalam pencanangan desa wisata dengan membantu infrastruktur pendukung. Seperti akses jalan serta dermaga kelotok, karena selama ini hanya terkoneksi lewat jasa kapal penyeberangan ke Kelurahan Alalak Tengah, Banjarmasin Utara.(jejakrekam)

Penulis Iman Satria
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.