Husairi Abdi

IKN dalam Perspektif Sosial, Ekonomi dan Lingkungan; Menuju Kota Dunia untuk Semua

0

Oleh : Dr Lyta Permatasari

BANYAK sekali ide, gagasan dan masukan dari para akademisi tentang ibukota negara baru yang bernama Nusantara di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

BAHKAN dari Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (Forsiladi) DPW Kaltim membuat departemen khusus bernama Departemen Riset dan Pengembangan IKN sebagai bukti keseriusan dalam mencermati perkembangan rencana pembangunan IKN dari waktu ke waktu dengan berbagai sudut pandang.

Jagat maya pun ramai mengulas tentang hal ini, dari sudut pandang yg paling positif sampai meragukan. Itu semua adalah dinamika yang wajar untuk satu bangsa sebesar Indonesia. Dan kali ini saya ingin merangkai dinamika tersebut ke arah Visi Pembangunan IKN yang sebenarnya.

UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN telah disahkan DPR RI bersama Presiden Jokowi pada tanggal 15 Februari 2022. UU ini akan menjadi dasar pembangunan IKN di Kalimantan Timur. Pembangunan IKN yang mengusung tema sebagai Kota Dunia untuk Semua menjadi awal peradaban baru bagi bangsa Indonesia.

BACA : Dari Kajian Inkindo, Kota di Kalimantan Layak Ibukota Negara Gantikan Jakarta

Dengan nama Nusantara, Ibukota Negara Republik Indonesia diharapkan mampu merepresentasikan konsep kesatuan yang mengakomodasi kemajemukan bangsa yang menjadi modal sosial yang tertuju pada kesejahteraan rakyat dalam upaya menciptakan Indonesia yang maju, tangguh, dan berkelanjutan.

Prof Dr Ahmad Alim Bachri, Akademisi ULM yang juga Dewan Pakar Forsiladi Kalsel dalam diskusi bertema Forsiladi Kalsel Siap Menyongsong IKN  mengemukakan secara rinci dan terbuka mengenai hal penting apa saja yang seharusnya dicermati terkait IKN. Dia menegaskan IKN harus dipandang sebagai bagian dari isu sentral (pembangunan nasional), isu global dan isu strategis secara sekaligus. Yang didalamnya pasti terdapat dinamika namun tetap dalam konsep good governance dalam upaya mewujudkan pembangunan yang solid dan bertanggungjawab sesuai prinsip-prinsip demokrasi.

BACA JUGA : Tak Hanya Edy Mulyadi, Kumdatus, Madaliun Banua Kalsel, AMNBB dan GMPTS Desak Nicho Diproses Hukum

Oleh karenanya secara administratif dan politis, harus clean and clear sejak proses perencanaannya. Ini sangat penting karena keberhasilan pembangunan IKN yang memiliki potensi dan prospek jangka panjang akan berpengaruh pada kekuatan pembangunan ekonomi nasional. Pulau Kalimantan adalah masa depan Indonesia yang sangat cerah.

Ada tiga hal yang harus dicermati dari pembangunan IKN ini yakni pola partisipasi masyarakatnya atau people participation, rule of law nya, dan good governance-nya. Penegakan supremasi hukum di IKN harus jelas walaupun setiap proses pembangunan pasti ada saja isu politisnya.

BACA JUGA : Tak Kenal Maka Tak Suka pada Borneo

Selain itu, transparansi dalam pembangunan IKN menjadi sangat penting. Kepedulian terhadap stakeholder dan social capital juga mutlak harus terukir dan sinergi. Prinsip equity/kesetaraan dlm ekonomi, politik dan sosial juga harus menjadi landasan dalam pengembangan IKN, tidak ada yang ditempatkan lebih maju, tidak ada juga yang tertinggal.

IKN harus diposisikan sebagai epicentrum pembangunan ekonomi nasional di tengah-tengah Indonesia. IKN pasti menjadi sorotan publik karenanya azas transparansi harus berjalan dengan benar. IKN harus visible secara ekonomi, sosial dan politis.

Ibukota Nusantara telah disepakati sebagai satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus setingkat provinsi yang wilayahnya menjadi tempat kedudukan Ibukota Negara. Sebutan Otorita IKN sebagai pemerintah daerah khusus Ibukota Nusantara diberikan untuk merespons perkembangan era digital saat ini dalam memudahkan pelaksanaan segala urusan pembangunan IKN.

BACA JUGA : Pintu Gerbang IKN, Kalsel Jadi Lumbung Ternak Sapi

Terdapat tiga tujuan utama IKN, yakni simbol identitas nasional, kota berkelanjutan dan penggerak ekonomi Indonesia di masa depan. Pembangunan IKN, selain  menjadi upaya mengubah paradigma pembangunan menjadi Indonesia-sentris, juga sekaligus untuk merealisasikan Visi Indonesia 2045.

Dalam setiap prosesnya, pembangunan IKN akan melibatkan masyarakat disekitarnya. Pembangunan IKN akan juga memperhatikan aspek lingkungan dan sosial budaya di Kalimantan Timur.

Pandangan beragam ahli dan pakar di bidangnya terhadap pembangunan IKN dapat diapresiasi sebagai sebuah semangat kebangkitan Kalimantan dalam menyongsong zaman yang baru, zaman digital teknologi dan informasi yang pastinya memerlukan akselerasi di segala bidang.

BACA JUGA : Kalimantan Selatan Jalur Strategis IKN

Banyak hal yang dapat dilakukan menuju keberhasilan bersama dalam mengukir karya di Ibukota Negara baru kita. Banyak target, tentunya banyak pula tantangannya. Ini yang harus disikapi dengan benar. Kemitraan strategis adalah salah satu hal penting yang perlu dibangun dan disebarkan.

Egosentris kini tidak punya tempat yang tepat lagi disaat globalisasi dunia menjadi sangat transparan. Persatuan dan kesatuan yang diterjemahkan dalam bentuk kemitraan strategis sangat penting dalam membangun IKN. Bila terwujud, otomatis kemitraan strategis akan mewujudkan semangat produktif. Semangat produktif (dan inovatif) merupakan energi besar yang bisa membentuk daerah menjadi kokoh dan mandiri.

BACA JUGA : Banjarmasin Dianggap Layak Jadi Wadah Rekreasi Warga IKN

Bila telah demikian, hilang satu kekhawatiran tentang lingkungan, karena permasalahan lingkungan pasti bisa diselesaikan dengan baik karena telah tercipta simpul kemitraan strategis di tengah masyarakat kita. Kemitraan strategis adalah kunci keberhasilan bisa juga disebut simpul kemandirian bagi Kalimantan. Tidak ada yang tidak bisa dilakukan bila kita telah bersepakat untuk melakukannya. Bangun Kalimantan, songsong Ibukota Negara baru!(jejakrekam)

Penulis adalah Sekretaris Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (Forsiladi) Provinsi Kalimantan Selatan

Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.