Husairi Abdi

Berbiaya Rp 1 Triliun, BWS Kalimantan III Golkan Proyek Tangkal Banjir Banjarmasin, Ini Daftarnya!

0

BANJARMASIN masuk kota prioritas untuk penanganan banjir dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai Kalimantan III.

PROYEK National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) berasal pinjaman hibah luar negeri dari World Bank (Bank Dunia) digarap Direktorat Jenderal Sumber Daya Air – Kementerian PUPR dan pendampingan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah – Kementerian Dalam Negeri.Totalnya cukup fantastis mencapai USD 400.000.000 atau dikonversikan Rp 6 triliun.

Program ini pun dicanangkan selama lima tahun sejak 2023-2027 untuk enam kota di Indonesia. Yakni, Bima (Nusa Tenggara Barat), Manado (Sulawesi Utara), Medan (Sumatera Utara), Banjarmasin (Kalsel), Semarang (Jawa Tengah) dan Ibukota Negara (IKN) Penajam Paser Utara-Kaltim.

BACA : Siaga Banjir Rob Susulan, BPBD Banjarmasin Dapat Jatah Dana Tambahan Rp 500 Juta

Jika dibagi rata, maka Banjarmasin mendapat jatah Rp 1 triliun yang akan digarap selama lima tahun. Program penangkap banjir ini mencakup perencanaan investasi risiko banjir, investasi ketahanan banjir, penguatan kelembagaan dan manajemen pengetahuan, manajemen program dan dukungan implementasi.

Khusus di Banjarmasin ada 10 program baik jangka pendek, menengah dan panjang. Yakni, normalisasi dan penataan Sungai Veteran sepanjang 3,5 kilometer, Sungai Sutoyo S (Teluk Dalam) sepanjang 3,5 kilometer, Sungai A Yani dan Sungai Guring masuk wilayah Sungai Pekapuran dengan panjang 3,2 kilometer dan 3,8 kilometer Sungai Guring. Hingga, pembangunan Bendungan Riam Kiwa menampung 80 juta meter kubik (m3).

BACA JUGA : Banjarmasin Terancam Tenggelam, Pakar Hukum ULM Nilai Perda Sungai Tumpang Tindih Dan Jadi Macan Kertas

Sedangkan yang masuk jangka menengah ada 7 wilayah penanganan genangan (WPG); Sungai Handil Halinau, Sungai Basirih, Sungai Kelayan Kecil, Sungai Simpang Layang, Banyiur, Sungai Kuin dan Sungai Andai. Termasuk, normalisasi sungai dan penataan kawasan Sungai Jafri Zamzam yang terkoneksi ke Sungai Sutoyo S (Teluk Dalam).

Sungai Jafri Zamzam atau Antasan Mulawarman yang akan digarap BWS Kalimantan III untuk kanal banjir.(Foto Didi GS)

Berikutnya, ada empat program jangka panjang digarap BWS Kalimantan III mencakup pembangunan siring di Sungai Martapura sepanjang 5,1 kilometer, normalisasi Sungai Tatah Belayung, sudetan Sungai Martapura sepanjang 26 kilometer dan lebar 20 meter melalui Sungai Tabuk hingga pertemuan Sungai Barito di Desa Aluh-Aluh dan pembangunan floodway (sungai rintisan) dengan long strotage 1,5 juta m3.

BACA JUGA : Proyek Jembatan A Yani Segera Digarap, Pakar Kota Sebut Sungai Banjarmasin Sedang Sakit

Dikutip dari laman Kementerian PUPR, Kepala BWS Kalimantan III Fikri Abdurrachman mengatakan program pengendalian banjir di Banjarmasin berbasis WPG.

“Program pengendalian banjir di Banjarmasin masuk proyek NUFReP dengan sumber dana dari Bank Dunia. Jadi, konsep penanganan banjir berbasis zonasi WPG. Fokus kegiatan adalah Sungai Veteran, Sungai Sutoyo S /Teluk Dalam serta Sungai Guring/Sungai A Yani,” papar Fikri Abdurrachman dikutip jejakrekam.com, Sabtu (29/1/2022).

BACA JUGA : Revitalisasi Sungai Banjarmasin Butuh Payung Hukum, Ini Analisis dari Akademisi Uniska

Menurut dia, lingkup kegiatan di Banjarmasin adalah normalisasi, penataan kawasan serta pembangunan pintu air dan pompa air. “Untuk pembebasan lahan dilakukan Pemkot Banjarmasin dan Pemprov Kalsel,” tegas Fikri.

Menariknya dalam LPSE Kementerian PUPR, saat ini tengah dilelang proyek dokumen lingkungan pengendalian banjir Kota Banjarmasin senilai Rp 2,5 miliar bersumber dari APBN 2022. Kemudian, ada pula Larap Pengendalian Banjir Banjarmasin senilai Rp 2 miliar, hingga desain pengendalian banjir Banjarmasin Rp 3 miliar.(jejakrekam)

Penulis Asyikin/Didi GS
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.