Masa Pandemi Menyebabkan Peningkatan Pengangguran

0

Oleh : Muhammad Gibran Rabani Alamsjah

TIDAK terasa tahun 2021 telah berlalu, banyak orang yang ingin mengubah pola hidup mereka untuk menjadi lebih baik. Mari kita lihat keadaan tahun 2020-2021 yang masih dalam keadaan pandemi.

PADA pertengahan tahun 2020, kita dihadapkan masalah di negeri kita yaitu menyebarnya virus Covid-19 yang terus meluas di seluruh daerah. Masyarakat merasakan dampak yang besar dari masalah ini, semua kegiatan di luar terpaksa dibatasi demi mencegah penyebaran.

Salah satu dampak yang diakibatkan oleh pandemi adalah sebagian orang-orang berhenti bekerja karena keadaan yang tidak menguntungkan, hal ini menyebabkan meningkatnya pengangguran.

Tingkat pengangguran merupakan persentase mereka yang ingin bekerja yang tidak memiliki pekerjaan. Dilansir dari BRS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami penurunan sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2019. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2020 sebesar 7,07 persen, meningkat 1,84 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2019. Hal tersebut adalah bukti dari peningkatan pengangguran karena pandemi.

BACA : Tokoh Konstruksi Banua Sebut Transisi Jasa Konstruksi Munculkan Pengangguran Baru

Kebijakan pemerintah dengan melakukan kebijakan lockdown di Indonesia memang menurunkan efek penyebaran virus, tetapi mengorbankan kondisi ekonomi di negara kita. Masyarakat tidak lagi bisa melaksanakan aktivitas di pasar secara normal, kebanyakan mereka berpindah menjadi penjual online dan ada juga yang berhenti bekerja. Beberapa perusahaan mengalami kerugian dan memecat sebagian karyawannya. Pandemi mengubah kegiatan sehari-hari masyarakat. Hal ini menyebabkan potensi bertambahnya pengangguran di Indonesia.

Keadaan pada tahun lalu membuat adanya pertambahan pengangguran struktural. Pengangguran struktural terjadi karena jumlah pekerjaan yang tersedia di beberapa pasar tenaga kerja tidak cukup untuk menyediakan pekerjaan bagi pencari kerja. Biasanya jenis pengangguran ini jangka panjang. Banyak lapangan kerja yang menurunkan jumlah pekerjanya demi bertahan pada masa pandemi ini, sehingga ketersediaan jumlah pekerjaan yang tersedia menurun.

BACA JUGA : Pengangguran di Kalsel Capai 103.648 Jiwa, Disnakertrans Dorong Lulusan BLK Berwirausaha

Pemerintah memiliki cara tersendiri untuk mengatasi peningkatan pengangguran, salah satunya yaitu menyelenggarakan bursa tenaga kerja. Bursa tenaga kerja ini adalah tempat yang mempertemukan antara pemberi kerja dengan pencari kerja.

Dengan adanya cara ini, para pencari kerja tidak akan kesulitan lagi dalam mendapatkan informasi lowongan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Selain hal tersebut, pemerintah juga memberikan pelatihan kerja. Pelatihan kerja dapat mengatasi pengangguran yang efektif dilakukan di Indonesia.

Perlu kita sadari bersama bahwa mengatasi pengangguran tidak hanya dari kebijakan pemerintah, melainkan juga dari kita semua warga Indonesia. Kita harus turut serta membantu mengurangi pengangguran di negara ini.

BACA JUGA : Tekan Pengangguran, 250 Orang Ikut Pelatihan Pemagangan Dalam Negeri

Cara yang paling mudah bagi pelajar yaitu mencari ilmu sebaik mungkin dan dapat dimanfaatkan untuk memudahkan diterima di perusahaan. Pelajar juga bisa menggunakan ilmu yang dipelajari untuk membangun sebuah usaha dan meningkatkan jumlah kebutuhan lapangan kerja. Karena masa pandemi, kita membutuhkan solusi terbaru untuk mengurangi peningkatan ini.

Masyarakat sudah hidup di zaman sumber informasi yang tidak terbatas karena perkembangan teknologi internet yang sangat pesat. Dengan memanfaatkan teknologi internet, kita dapat bekerja melalui gadget dan di rumah saja tanpa beraktivitas di luar.

BACA JUGA : Angka Pengangguran di Kalsel Berhasil Ditekan hingga 4,31 Persen

Peningkatan pengangguran dapat diatasi oleh masyarakat dan pemerintah. Kerja sama dari kedua belah pihak sangat dibutuhkan di masa pandemi ini. Saya harap seluruh warga Indonesia dapat berpartisipasi menurunkan tingkat pengangguran tidak hanya pada masa pandemi, tetapi juga di masa non pandemi atau keadaan normal sampai seterusnya.

Alangkah lebih baiknya, meningkatnya pengangguran pada keadaan ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk bersiap-siap menghadapi masalah yang akan datang di masa depan.

Memang adanya virus Covid-19 mempersulit keadaan kita saat ini, tetapi kita sebagai manusia tidak boleh putus asa dan menyerah. Seluruh manusia harus berjuang demi mewujudkan kesuksesan dan manfaat yang baik bagi yang lainnya. (jejakrekam)

Penulis adalah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.