Pengguna Lapor Paman Masih Didominasi Pengadu dari Banjarmasin dan Banjarbaru

0 228

SEPANJANG pandemi Covid-19, banyak aspirasi dan pengaduan publik kepada pemerintah. Terutama menyangkut bantuan sosial (bansos), maupun layanan publik lainnya. Apalagi saat physical distancing yang membatasi mobilitas. Pengaduan melalui online pasti menjadi solusi.

BAGAIMANA peran Lapor  (Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat) selama masa wabah Corona? apa saja yang dilaporkan dan bagaimana tindaklanjutnya?

“Lapor tidak pernah bosan-bosannya untuk terus dikembangkan. Karena tujuannya membantu masyarakat agar bisa berperan serta, bisa akses menyampaikan keluhan pelayanan publik kepada pemerintah. Sepanjang pandemi ini, jumlah laporan memang meningkat. Artinya walaupun di rumah saja, ternyata masyarakat memanfaatkan media daring seperti lapor untuk menyampaikan keluhan dan apresiasinya,” kata Chairun Ni’mah, Kepala Seksi Pengelolaan Opini Publik, Diskominfo Provinsi Kalsel, pada Palidangan Nooorhalis, Pro 1 RRI Banjarmasin, Kamis (2/7/2020).

BACA : Aplikasi LAPOR PAMAN Dorong Kinerja Reformasi Birokrasi Pemprov Kalsel

Menurut dia, laporan terbanyak sepanjang pandemi ini tentang bantuan sosial, kesehatan dan sekarang yang lagi hit, mulai mendominasi adalah soal PPDB online. Chairun menyebut sejak Januari 2020, yang mengakses melalui Lapor Paman, sudah ada 408 laporan.

“Sudah ditindaklanjuti 404 laporan, tinggal empat laporan yang masih akan ditindaklanjuti. Bila laporan tersebut menyangkut Covid-19, maka harus ditindaklanjuti dengan cepat. Hari itu juga diusahakan harus diselesaikan. Begitu petunjuk penanganan menyangkut laporan covid,” tuturnya.

BACA JUGA : Kontak Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Cukup Isi Aplikasi Lapor Paman

Chairun menjelaskan, dalam soal tindak lanjut laporan, sekarang sudah tidak ada kesulitan, karena admin lapor sebagai pejabat penghubung, sudah memiliki seluruh pejabat yang dilaporkan.

“Sudah ada komitmen untuk segera menindaklanjuti. Kami  juga memiliki group whatshapp yang anggotanya terdiri dari pejabat penghubung di setiap instansi. Pada group tersebut juga disampaikan bila ada laporan yang belum direspon,” ucap Chairun.

Ia mengatakan bila dilihat dari sebaran penerimaan di seluruh Kalsel, maka yang paling banyak menerima laporan masih Lapor Banjarmasin dan Banjarbaru.

“Cuma karena kami di provinsi tidak dapat melihat langsung berapa jumlah persis laporan dan apa saja yang dilaporkan, maka tidak bisa menguraikan secara detail. Nanti akan ada perbaikan menyangkut sistem ini, sehingga provinsi dapat membaca laporan yang ada di kabupaten/kota, untuk memudahkan dalam soal kebijakan dna koordinasi,” urainya.

BACA JUGA : Mengadu ke Ombudsman, Dinsos Kewalahan Terima Laporan Soal Bansos Covid-19

Ia mengakui paling banyak memang soal bansos. Utamanya, soal bansos ini juga beragam yang dikeluhkan. Mulai dari tidak dapat, tidak tetap sasaran, dan berbagai penyimpangan lainnya yang ditemui masyarakat di lapangan.

“Memang banyak laporan yang isunya berulang. Sekalipun demikian, admin tetap harus menindaklanjutinya. Tugas admin adalah melayani. Bahkan kalau perlu dijadikan rekomendasi untuk perbaikan kebijakan yang bersifat sistemik,” papar Chairun.

Laporan terbanyak memang tentang kesehatan, mulai dari layanan rumah sakit, layanan sakit covid dan non covid. Termasuk biaya rapid, serta kesigapan gugus tugas dalam menyampaikan laporan kepada masyarakat.

“Agar memenuhi harapan masyarakat, tim gugus tugas menyampaikan dua kali dalam sehari. Karena grafiknya sudah mulai turun, tinggal satu kali dalam sehari. Rumah sakit juga terhubung dalam aplikasi ini, sehingga bila rumah sakit dikeluhkan melalui lapor, hal tersebut akan sampai kepada pimpinan rumah sakit,” bebernya.

BACA JUGA : Kepegawaian, Agraria, Pendidikan, Ketenagakerjaan, dan Air Minum, Dominasi Laporan ke Ombudsman

Sekarang ini selain masalah PPDB Online, soal pilkada juga sudah mulai muncul sebagai laporan. Ada beberapa aspirasi disampaikan menyangkut pilkada. “Itu sudah kami teruskan kepada Kesbangpolinmas Kalsel untuk diperhatikan aspirasi tersebut,” ucap Chairun.

Masih menurut dia, dari semua yang sudah menyampaikan laporan, sebagian besar menyatakan sangat puas. Ini karena laporan mereka diperhatikan dan ditindaklanjuti. “Sangat membanggakan menerima apresiasi. Kami mendokumentasikan seluruh apresiasi tersebut, suatu waktu akan dikumpulkan dan dijadikan buku,” katanya.

BACA JUGA : Jalur Prestasi Sepi Peminat, PPDB Online 18 SMP di Banjarmasin Belum Terpenuhi

Chairun juga menceritakan pada Ramadhan lalu, telah dibuat program lapor berbagi. Yaitu berbagi masker, sembako dan  takjil untuk berbuka. Ada 12 kabupaten/kota yang ikut serta dalam kegiatan tersebut, sambil memperkenalkan lapor kepada masyarakat.

“Perkembangan Lapor sangat cepat sekali, karena isu pelayanan yang disampaikan juga sangat cepat pergerakannya. Semua admin lapor harus terus mengikuti perkembangan tersebut, terutama mengikuti perkembangannya melalui Instagram lapor,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor DidI G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.