Sukses Dapatkan Hibah Perlengkapan Jalan, Dishub Kembali Memohon Ke Kemenhub RI Perbaiki 2 Dermaga

0

PEMERINTAHAN Kota (Pemkot) Banjarmasin baru saja mendapatkan dana hibah dari Kementerian Perhubungan RI baru-baru ini, sebesar Rp 1,1 miliar. Dana hibah tersebut untuk memperbaiki perlengkapan jalan, sekarang Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarmasin kembali akan mengajukan permintaan untuk memperbaiki Dermaga Banjar Raya dan Dermaga Harum Manis.

DIJELASKAN oleh Kepala Dishub Kota Banjarmasin Slamet Begjo, bahwa dana hibah yang telah diberikan itu diperuntukkan untuk pengadaan perlengkapan transportasi, seperti Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ) serta Warning LED lalu lintas.

“Ini semua sudah terpasang dan akan diserahkan kepada pemkot untuk dipelihara,” ujarnya, Senin (7/8/2023).

Hibah ini didapatkan setelah Dishub Kota Banjarmasin mengajukan usulan kepada Kementerian Perhubungan RI, melalui Balai Pengelola Transportasi Darat pada tahun 2020 silam.

BACA: Tawarkan Usulan Permak Dermaga Banjar Raya dan Harum Manis, Walikota Ibnu Sina Lobi Kemenhub

Lantas karena kesuksesan pengajuan hibah ini, Dishub Kota Banjarmasin kembali mengajukan kembali permohonan kepada Kementerian Perhubungan RI untuk memperbaiki Dermaga Banjar Raya dan Harum Manis.

“Ini Kami coba mohonkan kembali, karena ini memerlukan dana yang tidak sedikit, dan dana kita sendiri itu terbatas. Usulan untuk dua kegiatan ini kurang lebih Rp 70 miliar,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dishub Kota Banjarmasin, Ibnu Achiruddin juga menjelaskan, terkait sampai mana rencana perbaikan dua dermaga ini.

Dikatakannya untuk progres saat ini, pihaknya telah memiliki dokumen perencanaan sejak tahun 2021 yang lalu. “Dan tahun ini Kami akan melengkapi kembali segala dokumen yang masih belum lengkap, baik itu untuk di Dermaga Banjar Raya maupun Dermaga Harum Manis, baik dokumen dampak lingkungan hingga dokumen analisis dampak lalulintas,” ucapnya, Selasa (8/8/2023).

Dirinya juga menjelaskan, latar belakang dari pembenahan dua dermaga ini, dimulai dari Dermaga Harum Manis yang dinilai terlalu kumuh untuk bantaran sungainya dan perlu penanganan lebih lanjut. “Mengingat juga dermaga ini digunakan sebagai penghubung dua dermaga, antara Dermaga Pasar Baru dan Dermaga Pasar Lima,” bebernya.

“Nantinya di sana akan mengusung konsep waterfront, sehingga nanti akan terlihat seperti siring ini untuk yang di Harum Manis,” tambahnya.

Kemudian untuk di Dermaga Banjar Raya sendiri, saat ini di sana selain digunakan untuk berlabuh kapal namun juga sebagai tempat penyeberangan yang menghubungkan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala.

BACA JUGA: Pastikan Kota Beri Ruang Semua Warga, Tema Harjad ke-497 Banjarmasin Baiman adalah Kita

Diperuntukkan untuk penyeberangan, namun masih belum memadai akses bagi kendaraan roda empat dan hanya digunakan untuk kendaraan roda dua, sepeda, hingga pejalan kaki. “Jadi untuk itu akan ditingkatkan agar bisa menampung kendaraan roda empat ini,” ucapnya.

Selain itu, karna kondisi disana yang sudah kumuh dan tidak teratur juga menjadi latar belakang pembenahan Dermaga Banjar Raya ini. “Terkait bangunan kantor yang sekarang sudah tidak layak lagi untuk kawasan pelabuhan, maka dari itu juga akan direhab total, baik dari sarana dan prasarana pendukung maupun kapasitas muat pelabuhan tersebut,” ujarnya.

Serta nantinya dari pembenahan ini, kemungkinan akan ada beberapa kios yang terdampak dan akan dibebaskan kemudia direlokasi untuk daerah Pasar Harum Manis, dimana nantinya hal ini akan dikoordinasikan dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin.

Usulan pembenahan dua dermaga ini diungkapkan Ibnu akan membutuhkan dana sebanyak hampir Rp 70 miliar. “Jadi sekitar Rp 34 miliar untuk di Dermaga Banjar Raya dan Rp 28 miliar untuk di Dermaga Harum Manis,” tuturnya.(jejakrekam)

Penulis Fery
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.