Peringati HUT PAPDI ke-65, Lulusan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Kalsel Termasuk Terbaik Nasional

0

EKSISTENSI dokter spesialis penyakit dalam (internist) makin menancap kokoh di Provinsi Kalimantan Selatan. Terbukti, hingga kini, terdata ada 72 dokter internist tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Kalimantan Selatan, di bawah naungan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

KEGIATAN memperingati hari ulang tahun (HUT) PAPDI ke-65 secara serentak di Indonesia, dihelat dengan serangkaian acara seperti funwalk (jalan sehat bersama) dengan rute RSUD Ulin Banjarmasin, Jalan Veteran, Tugu Bekantan, dan kembali ke rumah sakit milik Pemprov Kalsel di Jalan A Yani Km 2,5 Banjarmasin, Minggu (20/11/2022).

Bertajuk Get Together; Bersama Membangun Indonesia Sehat dan Produktif, kegiatan funwalk ini diikuti keluarga besar PAPDI Kalsel. Tercatat dalam memeriahkan HUT PAPDI ke-65 yang serentak digelar di Indonesia dan dipusatkan di Bandar Lampung, Lampung. Termasuk, di Banjarmasin diikuti 300 peserta funwalk dari kalangan dokter spesialis penyakit dalam serta keluarga.

BACA : Cetak 1.978 Dokter, Fakultas Kedokteran ULM Luluskan 3 Dokter Spesialis Penyakit Dalam Terbaik

Acara ini juga diisi dengan pemotongan tumpeng dan talkshow kesehatan, hingga mengikuti perayaan HUT ke-65 disiarkan secara virtual dari Bandar Lampung oleh pengurus PAPDI seluruh Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Wilayah PAPDI Kalsel, dr Abimanyu Sp.PD, KGEH, FINASIM mengaku gembira karena kehadiran dokter spesialis penyakit dalam (internist) terbilang cukup tinggi di Kalimantan Selatan. Terbukti, serapan lulusan dokter internist ini tersebar di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit baik swasta maupun milik pemerintah, hingga lainnya.

BACA JUGA : Ahli Paru yang Minim, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Ikut Tangani Pasien Covid-19 di Kalsel

“Saat ini, ada 72 dokter internist yang tersebar di 13 kabupaten/kota di Kalsel. Termasuk yang bertugas di daerah terpencil. Ini membuktikan tak hanya lulusan dari Kalsel, luar Kalsel pun terserap dan bisa bekerja di Banua,” ucap mantan Direktur RSUD Ulin Banjarmasin ini.

Abimanyu menyebut saat ini Kalsel memang masih membutuhkan dokter internist dalam menunjang program menuju Indonesia sehat dan produktif. Untuk itu, Abimanyu mengatakan PAPDI Kalsel mendorong agar generasi muda khususnya yang menempuh studi kedokteran bisa mengambil spesialis penyakit dalam.

BACA JUGA : Membanggakan, Tim Fakultas Kedokteran ULM Juarai Olimpiade Anatomi Nasional Amygdala 2022

Kabar gembiranya lagi, saat ini Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) termasuk salah satu kampus terbaik kedua di Indonesia yang telah mencetak dokter spesialis penyakit dalam, setelah Universitas Airlangga Surabaya, berdasar hasil ujian kumulatif pada tahun 2022 ini.

Menurut Abimanyu, walau program studi (prodi) dokter spesialis penyakti dalam di Fakultas Kedokteran ULM baru dibuka 5 tahun lalu, toh telah bisa mencetak lulusan terbaik.

BACA JUGA : Cegah Terinfeksi Penyakit Hepatitis Akut, Ini Tips dari Ketua IDI Kalsel

“Bahkan, prodi dokter spesialis penyakit dalam Fakultas Kedokteran ULM menjadi satu-satunya kampus yang meluluskan 100 persen mahasiswanya berdasar ujian board nasional,” tutur dosen Bagian Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran ULM ini.

Abimanyu menyebut program studi dokter penyakit dalam Fakultas Kedokteran ULM juga berturut-turut dua kali meraih terbaik kedua di Indonesia. Di bawah Universitas Airlangga Surabaya dan Universitas Brawijaya, Malang.

Untuk diketahui, dikutip dari halodoc, ada 11 penyakit yang ditangani dokter internist yakni alergi imunologi, gastroenterohepatologi, geriatric, ginjal hipertensi, hematologi dan onkologi, kardiologi, metabolik endokrin, psikosomatik, pulmonologi reumatologi dan tropik infeksi.(jejakrekam) 

Penulis Iman Satria
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.