ACT

Ahli Paru yang Minim, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Ikut Tangani Pasien Covid-19 di Kalsel

0 187

ANGKA pengidap Covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan saat ini sudah tembus lebih dari 3.000 ribu kasus. Jumlah tersebut terdata sebagai tertinggi kedua di bawah DKI Jakarta apabila dihitung berdasar rasio per 100 penduduk.

HAL tersebut tak sebanding dengan jumlah tenaga medis, khususnya dokter spesialis paru yang diketahui hanya ada 17 orang untuk menangani ribuan pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit rujukan di Kalsel.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Kalsel, dr H Abimanyu menyebut saat ini ada sekitar 70 dokter ahli penyakit dalam se-Kalsel. Jumlah itu, dinilai mantan Direktur RSUD Ulin Banjarmasin ini sudah bisa dibilang lebih dari cukup.

BACA : Dokter Spesialis Penyakit Dalam Minim, Banjarmasin Sudah ‘Zona Hitam’ Covid-19

Menyikapi minimnya jumlah dokter spesialis paru dalam menangani ribuan pasien Covid-19 di Kalsel, Abimanyu menyebut sejumlah dokter spesialis penyakit dalam ikut turun tangan dalam menangani pasien Covid-19.

“Memang tidak semua dari dokter spesialis penyakit dalam, tapi kalau kita membiarkan teman-teman kita yang hanya di spesialis paru untuk menangani pasien Covid-19 itu kasihan,” kata dr Abimanyu kepada jejakrekam.com, Kamis (2/7/2020).

BACA JUGA : Kewenangan Klinik dan Kompetensi Dokter Tangani Pasien Covid-19

Apalagi, beber Abimanyu, tidak semua dokter spesialis paru ada di setiap kabupaten/kota di Provinsi Kalsel. Ia menyarankan, pasien Covid-19 yang terindikasi bergejala ringan sebaiknya hanya dilakukan isolasi mandiri dengan pengawasan yang ketat oleh gugus tugas setempat.

“Kalau gejala ringan itu di isolasi mandiri saja, tetapi dengan pengawasan yang ketat. Supaya pelayanan di rumah sakit rujukan optimal, sehingga tidak ada yang menunggu lagi,” terang dia.

Lebih jauh, dokter lulusan Universitas Airlangga Surabaya ini meminta seluruh elemen masyarakat bersatu menekan laju penularan penyakit mematikan tersebut di hulunya.

BACA JUGA : Dokter dan Perawat Terjangkit, 11 Karyawan RSUD Sultan Suriansyah Positif Covid-19

“Seperti memperkuat di bagian kelurahan, kampung tangguh dan tracing tracking (pelacakan dan penelusuran). Diiringi dengan disiplin masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan,” kata dokter spesialis penyakit dalam ini.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalsel, dr Mohammad Rudiansyah menyebut idealnya dari total jumlah penduduk 4.200 harusnya secara total Kalsel harus memiliki sekitar 600 dokter, baik spesialis maupun yang lainnya.(jejakrekam)

Penulis M Syaiful Riki
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.