Imbas BBM Naik Cekik Para Petani, SPI Kalsel Segera Gelar Demonstrasi

0

IMBAS kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dirasa mencekik para petani yang ada di Kalimantan Selatan (Kalsel).

BAGAIMANA tidak, dampak dari kebijakan baru pemerintah tersebut membuat petani kesulitan untuk menjalankan operasional alat-alat pertanian yang sehari-hari tentu menggunakan bahan bakar.

Ketua DPW Serikat Petani Indonesia (SPI) Kalsel Dwi Putra Kurniawan usai Konsolidasi Aksi Damai Hari Tani Nasional, Rabu (21/9/2022) malam di Banjarbaru, mengatakan dalam menjalankan mesin dan alat-alat pertanian, banyak bergantung pada BBM.

“Contohnya combine, hand traktor, belum lagi alat bajak. Itu kan semuanya memakai bahan bakar yang enggak sedikit,” kata Dwi kepada awak media.

BACA : BBM Naik, Kadis TPH Kalsel: Pemerintah Diminta Beri Bantuan Ke Petani

Menurut dia, kondisi tersebut berbanding dengan output (hasil) petani yakni bahan pangan di mana pemerintah  mengintervensi pengendalian harga.

“Sementara output hasil petani yakni pangan diintervensi pengendalian harga, sehingga lagi-lagi petani dirugikan oleh dua kebijakan itu, ongkos operasional naik, output dibatasi,” ujar Dwi.

BACA JUGA : Petani Kalsel Raih 5 Kategori Penghargaan Dari Menteri Pertanian RI

Masih kata pensiunan bank ini, pemerintah mestinya harus menyikapi secara serius. Jika pemerintah patuh dan taat pada UU Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, seharusnya para petani dibantu. Ini mengingat, petani selama ini yang sangat berkontribusi pada penyedia pangan.

“Jangan jadikan petani sebagai manusia yang selalu tertindas oleh kebijakan negara. Jangan sampai setelah krisis energi, krisis pangan juga berimbas secara nyata,” tegas Dwi.

BACA JUGA : Refleksi HUT ke-23, SPI Kalsel Ungkap Ketidakadilan yang Dihadapi Petani

Menyikapi hal tersebut, para petani tergabung SPI Kalsel berencana menggelar aksi di Bundaran Simpang Empat Banjarbaru pada Sabtu (24/9/2022) besok.

Dalam aksi damai tersebut, SPI Kalsel meminta pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM juga digelar untuk menyoroti dampak perubahan iklim terhadap pertanian di Kalsel.(jejakrekam)

Penulis Sheilla Farazela
Editor Ipik Gandamana

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.