Manfaatkan Limbah Ban Bekas, Asfi ‘Kebanjiran’ Order

0

ASFI (35 ), warga Jalan Teluk Tiram Gang Bakti, Kelurahan Telawang, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menjajakan hasil karyanya, di kawasan Jalan Nagasari Ujung tepatnya di depan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mawar 2 Banjarmasin.

SEJUMLAH, jejeran hasil karya-karya terbaik, berbagai macam jenis seperti tempat sampah, pas bunga, dan sepanjang meja kursi tamu, dengan beraneka ragam dan warna. Bahkan, gambar seperti motif Sasirangan Batik khas Banjarmasin, pun juga terlihat jelas. 

Ke jejakrekam.com, Asfi bercerita, Ia awalnya melihat tumpukan ban mobil bekas (limbah), kemudian berpikir bagaimana bisa menghasilkan barang barang yang dapat digunakan dan dapat menghasilkan pundi-pundi isi kantong (uang). “Saya pun memutar otak, sambil bertanya ke teman-teman, bagaimana limbah ban bekas ini dapat menjadi penghasilan tambahan,” tuturnya, Kamis.

BACA: Mengais Rezeki dari Bisnis Pemanfaatan Drum Bekas yang Menjanjikan

Lalu, sambil belajar membuka aplikasi, setelah berbincang sama kawan-kawan, Ia pun melihat, sebuah aplikasi mensos, seperti Youtube. Belajar dijagat media sosial ini pun, bagaimana cara membentuk ban bekas mobil.

Nah. jelasnya, dengan belajar itulah, akhirnya dirinya hingga sekarang ini mampu membuat berbagai macam kerajinan. “Alhamdulillah, kerajinan seperti pot bunga, tempat sampah, meja kursi tamu, dapat saya buat. Dan hasilnya mampu mengisi pundi kantong untuk kebutuhan keluarga,” papar lelaki paruh baya ini. 

BACA: Mereka yang Mengais Rezeki di Tengah Aksi Tolak Omnibus Law Banjarmasin

Asfi pun mencari dan membeli bahan baku di bengkel atau servis mobil, sepeda motor. “Ya, ban bekas mobil dan sepeda motor saya beli. Tapi ada juga warga sekitar rumah memberikan secara gratis, untuk bahan baku membuat kerajinan itu,” ungkapnya.

BACA: Ratusan Pemulung Mengais Rezeki di TPA Basirih

Harga kerajian yang diolah pun bervariasi. Misalnya pot bunga dan tempat sampah, hingga kursi meja tamu. “Pot bunga kisaran Rp100-150 ribuan, jadi tergantung bentuk dan ukuran,” tandasnya. 

Sedang harga sepasang meja kursi tamu kisaran Rp350 ribuan, (2 buah kursi dan 1 buah meja). Jika kursinya 3 buah dan meja tamu 1 buah, maka harga dipatok Rp400 ribuan perunit.

“Memang banyak pelanggan dari dinas dan intansi pemerintah lainnya. Ikut pesan mereka. Alhamdulillah bisa ‘kebanjiran’ order,” ujarnya, sambil tersenyum. 

Hingga akhirnya, Ia mampu mengais penghasilan harian sekitar Rp200 ribuan. “Uang itu saya bawa untuk keperluan sehari-hari di rumah. Doakan saya bisa mendapatkan pinjaman modal,” imbuhnya. (jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Afdi Achmad

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.