Angka Stunting Masih Tinggi, Pemkot Banjarmasin Fokus Pada 14 Kelurahan

0

PEMERINTAH Kota Banjarmasin memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 tahun 2022 dengan tema ‘Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting’, bertempat di lobby Balaikota, Rabu (29/6/2022).

WALIKOTA Banjarmasin H Ibnu Sina mengharapkan, agar makin banyak keluarga yang sadar akan ancaman gizi buruk atau stunting. Ia menyampaikan bahwa ada 14 kelurahan yang saat ini masih tinggi angka stuntingnya.

Kelurahan tersebut adalah Teluk Dalam, Gadang, Pekapuran Laut, Mantuil, Kelayan Barat, Pemurus Dalam, Murung Raya, Pekauman, Tanjung Pagar, Antasan Kecil Timur, Kuin Cerucuk, Telaga Biru, Banua Anyar, dan Sungai Bilu.

BACA: Kampung Keluarga berkualitas Ke-28, Upaya Turunkan Stunting dan Gizi Buruk di Banjarmasin

“Makanya penting agar di 14 kelurahan tadi kita berikan perhatian dan penanganan khusus supaya anak-anak kita ini tidak tumbuh dengan kekurangan gizi dan kerdil,” jelas Ibnu Sina.

Ibnu Sina menuturkan pentingnya penanganan stunting ini mengingat bahwa stunting memiliki dampak yang tidak baik dan dapat mempengaruhi masa depan anak-anak. Lambatnya penanganan stunting bisa mengakibatkan anak-anak menjadi bahan olokan oleh anak lainnya.

“Nanti dia bisa dibully. Makanya harus kayuh baimbai, kita kerja sama dalam memberikan perhatian khusus pada mereka,” tuturnya.

Ia turut mengungkapkan, bahwasanya stunting kebanyakan terjadi terhadap anak dengan keluarga yang memiliki status ekonomi menengah ke bawah dan terjadi juga terhadap anak yang kurang mendapatkan perhatian dari orang tuanya.

BACA JUGA: Cegah Stunting, Kader Pangan Posyandu di Banjarmasin Dibekali B2SA

Saat ini, Pemkot Banjarmasin menggandeng beberapa stakeholder terkait untuk bisa melakukan aksi pencegahan dan penanganan stunting pada anak di Kota Banjarmasin.

Di samping itu Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga, Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin M Helfian Noor menyampaikan, pihaknya telah melakukan aksi penanganan stunting dengan membentuk Tim Percepatan Penurunan Angka Stunting dan Tim Audit Stunting.

“Kita sudah melakukan aksi penanganan stunting. Ada yang namanya Tim Audit Stunting dan Tim Percepatan Penurunan Angka Stunting untuk melakukan intervensi,” ujar Helfian.

Ia mengaku Pemkot Banjarmasin juga telah mengadakan delapan aksi pencegahan stunting. Namun, dari pihaknya hanya berfokus pada aksi empat dan lima.

BACA LAGI: Jadi PR Pemerintah, Angka Stunting Warga Kalsel Masih di Atas Rata-rata Nasional

“Fokus pada aksi empat dan lima. Aksi empat yaitu mengeluarkan peraturan walikota terkait dengan peran kelurahan dalam penurunan penanganan stunting. Sedangkan aksi lima adalah kader-kader pemberdayaan masyarakat yang telah dibina untuk melakukan pendataan. Baik pendataan dari keluarga calon pengantin maupun ibu hamil, juga pendataan kondisi lingkungannya,” jelasnya.

Helfian Noor mengatakan, di tahun 2022 ini penurunan kasus stunting di Kota Banjarmasin ditargetkan bisa mencapai 15 persen.

“Kita terus berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan SKPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Ummu Hani
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.