Husairi Abdi

Telan Dana Jumbo Rp 175 Miliar, Sangsi Rencana Jembatan Pramuka-Sungai Gampa Terealisasi

0

BELUM tuntas pembangunan Jembatan HKSN yang menghubungkan Kuin Selatan-Kuin Cerucuk dengan Kuin Utara-HKSN, Banjarmasin Utara, ternyata ada lagi megaproyek Jembatan Pramuka-Sungai Gampa bernilai ratusan miliar.

TOTAL dana untuk menggolkan Jembatan Pramuka-Sungai Gampa cukup fantastis mencapai Rp 175 miliar. Bahkan, untuk membebaskan lahan yang akan jadi lokasi proyek disiapkan anggaran sebesar Rp 35 miliar.

Bersumber dari APBD Banjarmasin tahun 2022 ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin akan segera membebaskan lahan untuk menggolkan proyek prestius jembatan sepanjang 3,8 kilometer.

Jembatan ini akan menghubungkan Jalan Pramuka, Sungai Lulut dengan Sungai Gampa, Sungai Jingah hingga tembus ke Desa Semangat Karya, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola).

BACA : Digarap Mulai 2023, Ini Rencana Jembatan Pramuka-Sungai Gampa Bernilai Rp 175 Miliar

Pakar kota Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Akbar Rahman mengungkapkan jika mengamati nilai detail engineering design (DED) senilai Rp 600 juta, hingga ditawar konsultan perencana hanya Rp 447,3 juta lebih, jelas tidak sebanding.

“Jelas, proyek Jembatan Pramuka-Sungai Gampa ini agaknya seperti tidak matang atau mendalam dalam perencanaannya. Bayangkan saja, untuk proyek dengan sistem tahun jamak dan kabarnya menelan dana Rp 175 miliar, DED hanya sekitar Rp 500 juta? Padahal, jembatani termasuk bentang panjang,” kata Akbar Rahman kepada jejakrekam.com, Rabu (26/1/2022).

Pakar Kota Akbar Rahman PhD dari Fakultas Teknik ULM Banjarmasin. (Foto Iman Satria)

Ia hakkul yakin dalam pembebasan lahan pun akan mengalami kendala, karena akan muncul lagi protes dari warga. Hal ini berdasar pengalaman dengan Jembatan HKSN dan lainnya.

BACA JUGA : Daripada Bangun Jembatan Pramuka-Sungai Gampa, Isnaini: Fokus Atasi Banjir Dulu!

“Jujur saja, dalam merencanakan infastruktur di Banjarmasin ini jauh berbeda dengan kota lainnya. Sebab, jika ingin membangun jembatan atau jalan, maka di Banjarmasin harus ada pembebasan dulu, karena memang pemukiman warga lebih dulu ada dibanding perencanaan kota,” kata doktor urban design lulusan Saga University Jepang ini.

Akbar melihat dengan minimnya biaya studi kelayakan hanya Rp 350 juta berlanjut dengan DED hanya Rp 477,3 juta, jelas sekali dari segi perencanan pembangunan Jembatan Pramuka-Sungai Gampa ini tidak matang.

“Ini belum lagi berapa biaya sounding dalam mengukur daya dukung tanah untuk nanti dipasang tiang pancang jembatan. Apalagi, nanti akan membentang di atas Sungai Martapura, jelas dari minimnya biaya perencanaan tidak terlalu mendalam,” papar Akbar.

BACA JUGA : Jadi Daerah Penyangga Banjarmasin, Pakar Kota Sarankan Bikin Jembatan Alalak Utara-Berangas

Arsitek dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kalsel ini mengatakan dengan formula tahun jamak (multiyear) diawali pada 2023 dan berlanjut pada 2024, jelas akan mengalami hambatan.

“Patut dicatat pada tahun 2024 itu ada even politik nasional yakni pemilu, pemilihan presiden dan berlanjut pilkada. Nah, tentu saja anggaran pemerintah jika berharap pada APBN akan lebih tersedot ke sana. Ini akan jadi hambatan untuk pembangunan Jembatan Pramuka-Sungai Gampa,” kata Akbar.

Dengan jumbonya biaya untuk memuluskan pembangunan Jembatan Pramuka-Sungai Gampa, Akbar pun sangsi nantinya akan sesuai perencanan di atas kertas. Terlebih lagi, jika ternyata kajiannya justru tidak mendalam dengan minimnya pembiayaan.

BACA JUGA : Usai 3 Rumah Dibongkar di Area Jembatan HKSN, Giliran Utilitas PLN dan Telkom Dibereskan

“Jika nanti misalkan berharap dana APBN, kemudian APBD Provinsi Kalsel atau APBD Banjarmasin, lagi-lagi saya yakin kendala adanya even politik itu akan jadi ganjalan pembangunan Jembatan Pramuka-Sungai Gampa,” beber Akbar.

Di atas kertas, Akbar mengatakan setuju jika Pemkot Banjarmasin ingin membuka isolasi kota terutama ke daerah penyangga seperti Kecamatan Alalak, Batola. Apalagi, saat ini, hanya akses Jembatan Sungai Alalak menjadi pintu masuk ke ibukota Kalsel.

“Namun kembali lagi, apakah perencanaan Jembatan Pramuka-Sungai Gampa ini benar-benar sudah komprehensif? Jangan sampai mengulang persoalan serupa seperti pada Jembatan HKSN,” pungkas Akbar.(jejakrekam)

Penulis Iman Satria/Didi GS
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.