Usulan PWNU Kalsel Diakomodir, 6 Tokoh Banua Masuk Jajaran PBNU Gus Yahya

0

ADA kabar yang menggembirakan bagi warga Nahdliyin di Kalimantan Selatan. Dalam pengesahan susunan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2022-2027, ada enam tokoh Kalsel yang masuk di kepengurusan.

DALAM surat keputusan (SK) bernomor 01/A.II.04/01/2022, tanggal 12 Januari 2022 dan berlaku hingga 12 Januari 2027 ditetapkan di Jakarta, cukup banyak perwakilan NU Kalimantan Selatan terakomodir di PBNU pimpinan KH Yahya Cholil Staqut (Gus Yahya).

Surat keputusan ini merupakan hasil rapat tim formatur PBNU yang dihelat di Hotel Hermitage, Jakarta pada 5 Januari 2022. Dalam SK diteken Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Ahmad Said Asrori bersama Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staqut dan Sekjen H Syaifullah Yusuf, terdapat enam nama pengurus dari Kalsel.

Di deretan Mustasyar PBNU yang diisi para alim ulama, terdapat dua ulama Banua masuk di kepengurusan masa khidmat 2022-2027 yakni KH Muhammad Ramli (Rais Syuriah PWNU Kalsel) dan tokoh NU Kabupaten Banjar, KH Muhammad Hatim Salman yang juga Mudir Ma’had ‘Aly Darussalam Martapura.

BACA : Mardani H Maming Jabat Bendum PBNU? PWNU Kalsel Akui Turut Usulkan Nama

Sementara itu, di jajaran Katib PBNU terdapat nama Katib Syuriah PWNU Kalsel HM Syarbani Haira yang merupakan dosen Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalsel bersama 21 katib lainnya mendampingi Katib Aam KH Ahmad Said Asrori.

Di jajaran Tanfidziyah PBNU, terdapat nama Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Selatan H Muhammad Tambrin mengisi posisi ketua bersama nama-nama tokoh besar NU nasional. Sedangkan, di posisi A’wan yang bertugas membantu rais (ketua) syuriah terdapat nama KH Muhammad Fadlan Asy’ari (Guru Fadlan), mantan Ketua MUI Kabupaten Banjar dan tokoh NU Kalimantan Selatan.

BACA JUGA : Gus Yahya Nakhoda Baru PBNU, Berry : Perkuat Regenerasi Sekaligus Jaga Tradisi Organisasi

Seperti diprediksi dari awal, posisi Bendahara Umum (Bendum) PBNU tetap dipercaya Gus Yahya diisi oleh Mardani H Maming. Mantan Bupati Tanah Bumbu, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) dan Ketua DPD PDIP Kalimantan Selatan pun masuk di deretan elite PBNU periode 2022-2027.

Sekretaris PWNU Kalsel Berry Nahdian Forqan mengakui dalam formasi PBNU periode 2022-2027 terdapat enam nama tokoh yang berasal dari Kalsel.

“Alhamdulillah, semua usulan kami untuk memasukkan enam nama ini dalam susunan PBNU masa khidmat 2022-2028 diakomodir Gus Yahya dan Rais Syuriah PBNU,” kata Berry Nahdian Forqan kepada jejakrekam.com, Rabu (12/1/2022).

BACA JUGA : Ditunjuk PBNU, KH Hasib Salim Resmi Nakhodai PWNU Kalsel

Menurut dia, enam nama yang masuk di jajaran PBNU ini merupakan putra terbaik dari Banua. Bahkan, dari rekam jejak dan dedikasinya mengabdi di ormas Islam terbesar di Indonesia sudah tidak perlu diragukan.

“Apalagi, dalam sejarahnya, Kalsel merupakan basis massa terkuat kedua NU setelah Jawa Timur. Jadi wajar dalam kepengurusan PBNU kali ini, banyak tokoh Kalsel yang masuk ke jajaran kepengurusan pusat,” kata mantan Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah (HST).

Mengenai posisi yang akan segera lowong di PWNU Kalsel seperti Rais Syuriah dan Katib serta lainnya akan dibicarakan lebih lanjut di tingkat wilayah. “Seperti apa mekanismenya, kami akan bahas kemudian. Apakah nanti bisa rangkap jabatan duduk di PBNU dan PWNU Kalsel, tentu akan dikaji lebih jauh,” ucap Berry.

BACA JUGA : Polarisasi HMI-PMII Jelang Muktamar, Tokoh NU Kalsel Sebut Banyak Agenda Belum Tuntas

Bagi Ketua DPC PDIP HST ini, masuknya nama Mardani H Maming dalam elite PBNU tentu berdasar pertimbangan matang, terlebih lagi PWNU Kalsel juga turut mengusulkan karena tergabung dalam tim formatur.

“Pak Mardani H Maming merupakan sosok pengusaha yang sukses di Banua. Jadi, wajar jika PBNU membutuhkan figur beliau untuk menjabat bendahara umum,” pungkas Berry.

BACA JUGA : Pena Emas Kyai Said untuk Regenerasi NU

Terpisah, Ketua PBNU H Muhammad Tambrin mengatakan bersyukur dirinya mendapat kepercayaan untuk bisa mengabdi di kepengurusan pusat ormas Islam tersebut.

“Tentu program moderasi beragama sebagai sebuah sikap keseimbangan cara berpikir dan bersikap yang rahmatan lil ‘alamin bisa diwujudkan PBNU ke depan. Ini dilakukan semata-mata agar Indonesia bisa rukun dan damai untuk NKRI yang bersatu,” tutur Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalsel ini.(jejakrekam)

Pencarian populer:perwakilan kal sel di pbnu
Penulis Iman Satria/Didi GS
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.