Husairi Abdi

Kasus Covid-19 Melandai, Tabalong Waspada Mutasi Varian Omicorn 500 Persen Lebih Menular

0

USAI dikejutkan virus Corona (Covid-19) delta, kini warga Indonesia siap-siap untuk menghadapi mutasi varian Omicron SARS-Cov-2 asal Afrika Selatan.

MUTASI virus Corona ini menghantui Indonesia, tak terkecuali Kalimantan Selatan di tengah kasus harian Covid-19 yang mulai melandai.

Diketahui varian baru tersebut belum terdapat di Indonesia, namun sudah terdeteksi di negara bagian Afrika. Episentrum penyebaran pun menyebar di Afrika Selatan hingga Hong Kong.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabalong Taufiqurrahman Hamdie mengatakan langkah pemerintah pusat untuk mengantisipasi warga dari negara-negara di benua Afrika serta negara lainnya yang dicurigai sudah ada penularan Omicron, sudah tepat.

BACA : 10 Kali Lebih Cepat Penularannya, Pj Gubernur Minta Kalsel Waspada Corona Varian Delta

“Varian baru Covid-19 ini justru 500 persen penyebarannya lebih besar dibanding varian virus lainnya,” kata Taufiqurrahman Hamdie kepada awak media di Tanjung, Kamis (3/12/2021).

Ia menjelaskan dari hasil klinis, gejala varian Omicron tidak seperti Covid-19 biasanya. Karena para penderita tidak disertai gejala batuk dan sesak napas.

“Namun, orang yang terpapar varian Omicron ini cenderung capek, pegal pada otot, mengalami kelemahan badan dan sebagainya,” ucap dokter senior ini.

BACA JUGA : Tren Pandemi Covid-19 Kalsel Turun, Tim Pakar ULM Ingatkan Mutasi Virus Corona

Mantan Direktur RSUD H Badarudin Tanjung mengakui varian baru Covid-19 ini memang belum ditemukan di Indonesia. Namun, berdasar laporan WHO, organisasi kesehatan dunia sudah terdeteksi di negara-negara yang ada di benua Afrika.

“Makanya, pemerintah pusat menerapkan antisipasi dengan metode karantina bagi warga dari negara-negara benua Afrika yang telah terdeksi penyebaran virus Omicron jika tiba di Indonesia. Termasuk, beberapa negara yang sudah diketahui ada kasus penularannya,” kata magister kesehatan masyarakat ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabalong, Taufiqurrahman Hamdie. (Foto Herry Yusminda)

BACA JUGA : Obat Virus Corona Diluncurkan, Simak Telaahan Ahli Farmakologi Fakultas Kedokteran ULM

Taufiq mengungkapkan apabila pemerintah dapat menutup akses bagi warga asing yang terindikasi Omicorn masuk ke wilayah Indonesia. Termasuk, Kalsel terkhusus lagi Tabalong, maka penyebaran virus varian baru ini bisa dibendung.

“Antisipasi semacam ini bagus. Sebab, kemarin arus masuk warga dari luar negeri yang menyebabkan penularan virus Covid-19 terjadi di dalam negeri,” kata Taufiq.

BACA JUGA : Jambu Biji Efektif Cegah Corona, Dokter Spesialis Penyakit Dalam : Kandungan Vitamin C Tinggi

Dia mengimbau agar warga tetap memastikan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes), terutama tetap mengenakan masker dengan benar.

“Banyak menganggap kasus Covid-19 yang sudah melandai, sehingga beranggapan tidak butuh lagi memakai masker. Ini jelas salah, karena antisipasi terhadap penyebaran virus semacam ini patut membuat kita lebih waspada,” pungkas Taufiq.(jejakrekam)

Penulis Herry Yusminda
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.