Husairi Abdi

Jalan Seperti Kubangan Kerbau, Aktivitas Warga Sampanahan Kotabaru Terancam Lumpuh Total

0

AKSES jalan merupakan prasarana vital bagi aktivitas warga, khususnya perekonomian. Apa jadinya jika ruas jalan itu rusak parah bak kubangan kerbau. Inilah yang dirasakan warga yang bermukim di Kecamatan Sampanahan, Kabupaten Kotabaru, persisnya di di Kampung Gunung Batu Besar.

DARI rekaman video pendek yang dikirim ke redaksi jejakrekam.com, Selasa (5/10/2021), warga Gunung Batu Besar Syamsir Irawan menceritakan apa yang dialami warga selama ini karena akses jalan sebagai penghubung antardesa, benar-benar rusak parah.

“Lewat video ini, kami memohon agar Pak Rosehan Noor Bachri (Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalsel) alias Julak Rossi bisa memperjuangkan jalan kampong kami yang seperti kubungan lumpur itu,” ucap Syamsir.

Menurut dia, jika jalan itu telah diperkeras selanjutnya diaspal, maka aktivitas warga yang nyaris lumpuh bisa pulih kembali. Menurut Syamsir, tak hanya lewat perwakilan di DPRD Provinsi Kalsel, warga juga telah mengadukan masala itu kepada Bupati Kotabaru Sayed Jafar Alaydrus.

BACA : Tapal Batas HST-Kotabaru Disepakati Terkait Lahan 11 Hektare di Desa Aing Bantai

Dari rekaman video itu, kondisi jalan sudah sangat tak layak dilintasi. Namun, masih saja ada yang warga nekat, walau harus terjebak kubangan lumpur. Menurut Syamsir, warga menyebut ruas jalan itu sebagai Jalan AMD, karena awalnya digarap para tentara lewat program Angkatan Bersenjata Masuk Desa (ABRI).

“Umur jalan setelah dibuka para tentara sudah puluhan tahun. Namun, jalan itu tak pernah diaspal hingga kini,” kata Syamsir.

Kubangan lumpur yang menjebak salah satu mobil saat melintas di ruas jalan Desa Gunung Batu Besar, Kotabaru. (Foto Tangkapan Layar)

Ia menceritakan warga sudah lama menyampaikan agar akses jalan itu dibina kepada pemerintah daerah. Sayangnya, tak ada respon dari Pemkab Kotabaru, terkhusus Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat. “Baik untuk perbaikan, apalagi pengaspalan, tak pernah terjadi,” keluh Syamsir

Celakannya lagi, jalur itu merupakan poros utama, tak ada jalan alternatif. Walhasil, warga pun terpaksa harus menggunakan jalan untuk aktivitas keseharian. Satu harapan Syamsir agar jalan kampong mereka tak tambah rusak, karena ketika diguyur hujan, berubah menjadi kubangan kerbau.

“Warga Desa Gunung Batu Besar dan sekitarnya sudah lama mendambakan perbaikan jalan utama itu. Kami sudah menempuh jalur prosedur, seperti mengajukan lewat musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tingkat kecamatan, tapi hingga sekarang belum diperhatikan,” beber Syamsir.

BACA JUGA : Dibagi 9 Proyek, Sebuku Tanjung Coal Kucurkan Dana Kompensasi Tambang Rp 200 Miliar

Bukan hanya itu, Syamsir menyebut dengan kondisi jalan yang hampir putus sangat berbahaya bagi warga. Risikonya adalah rawan kecelakaan, terlebih lagi memasuki musim hujan seperti sekarang, badan jalan menjadi licin.

Ia membandingkan dengan desa tetangga, Desa Sapapah yang berjarak 20 kilometer dari desanya, justru memikini akses jalan mulus. Menurut Syamsir, jalan desa itu rusak rusak parah karena dilindas truk dump pengangkut sawit milik perusahaan perkebunan.

“Memang, beberapa minggu yang lalu dari pihak PTPN ikut menurunkan eksavator untuk memperbaikinya, tapi itu tidak bisa berbuat banyak, karena jalan tersebut tetap seperti kubangan kerbau akibat musim hujan saat ini,” ungkap Syamsir.

Satu harapan tersisa dari Syamsir dan warga lainnya agar Pemkab Kotabaru bisa turun tangan. Menurut dia, dengan perbaikan jalan bisa meminalisir kasus kecelakaan. “Jangan sampai ada korban warga yang meninggal dunia, baru datang memperhatikan,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.