Husairi Abdi

Omset Penjualan Toko Emas Menurun Akibat Melemahnya Daya Beli

0

PERHIASAN sudah sejak dulu sudah dijadikan simbol kemakmuran. Ditambah lagi perhiasan dari emas bertatahkan dengan batu mulai atau berlian, tentu meningkatkan status sosial bagi pemakainya.

PENGGUNA emas kabanyakan dari kaum perempuan, tak ketinggalan para laki-laki biasanya juga menggunakan dengan bentuk cincin. Umumnya digunakan sebagai maskawin, tanda bukti lamaran sepasang dengan calon istri.

Rudy pemilik toko emas di kawasan pasar Sudirmampir kepada jejakrekam.com, menceritakan tentang usahanya yang saat ini mungkin dirasakan oleh hampir semua pemilik toko perhiasan.

BACA: Penyepuh Emas Pasar Malabar, Menekuni Hobi Hingga Jadi Profesi

Tak berbeda jauh dengan toko emas lain, omset penjualan diakui terasa pasang surut hari-perharinya. “Sekitar 30 persen saja, sangat berbeda jauh dengan omset tahun sebelumnya sebelum pandemi Covid-19,” ujarnya.

“Memang dalam sehari masih banyak saja calon pembeli atau pelanggan, tetapi pembeliannya tidak sama seperti dulu. Biasanya pembelian satu orang pelanggan berkisar 5 sampai 10 gram, sementara sekarang kebanyakan hanya samapai 5 gram saja. Kebanyakan calon pembeli hanya mencari cincin kawin,” kata Rudy.

“Saat ini kebanyakan orang juga membeli emas berbentuk balok. Ini yang paling banyak laku, karena dianggap lebih aman. Orang lain tidak banyak yang tahu kalau seseorang mempunyai simpanan barang berharga, selain perhiasan yang dipakainya,” beber Rudy.

Sekarang harga emas USA atau dikenal dengan emas 99 per gramnya berkisar Rp, 900 ribu. Sedangkan harga emas poles berkisar di harga Rp 600 ribu per gram.(jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.