ACT

Banjarmasin Lengang, Wabah Corona Bikin Sejumlah Destinasi Wisata Kian Merana

0 110

LIBUR lebaran Idul Fitri yang biasanya dimanfaatkan warga Banjarmasin untukmengunjungi tempat wisata, tahun ini jauh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

ADA beberapa objek wisata ditutup sementara di tengah pandemi virus Corona (Covid-19), hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Memasuki libur lebaran hari kedua, beberapa kawasan yang biasanya ramai jadi tempat berkumpul, tampak lengang bahkan sepi pengunjung.

Pantauan jejakrekam.com, Senin (25/5/2020), di beberapa destinasi wisata seperti Kebun Bintang Mini di Jalan Jahri Saleh yang telah ditutup sejak 18 Maret 2020 lalu, telah ditutup. Hal ini berdasar perintah dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin bernomor 520.2/095-NAK/DKP3 yang diteken Lauhem Mahfuzi.

Penutupan ini membuat taman bermain dan edukasi itu pun sepi, tak terlihat satu pengunjung pun datang. Apalagi, pihak pengelola pun juga menutup pagar pintu masuk.

BACA : Bentuk Tim Gugus Kelurahan, Ini Upaya Walikota Banjarmasin Keluar dari Zona Merah

Petugas Kebun Binatang Mini Jahri Saleh Syamsudin membenarkan wabah corona berdampak pada penutupan sementara tempat wisata. 

“Ini sejalan dengan imbauan pemerintah agar menutup tempat-tempat yang berpotensi memicu kerumuman warga. Entah sampai kapan ditutup seperti ini, kami tak tahu,” ucap Syamsudin.

Pemandangan serupa juga terlihat di Taman Siring Nol Kilometer Banjarmasin, Jalan Jenderal Sudirman hingga kawasan Menara Pandang, Siring Tendean yang biasanya jadi tempat berkumpul warga, tampak tak berpenghuni. Hanya terlihat sejumlah klotok wisata tertambat di pinggir siring Sungai Martapura.

“Selama ada wabah Corona ini, pendapatan kami memang turun drastis. Bahkan, tidak ada penghasilan sama sekali,” kata Karman, salah satu motoris klotok wisata di Siring Tendean kepada jejakrekam.com, Senin (25/5/2020).

BACA JUGA : Pasar dan Mall Dijejali Warga, Waspada Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Lebaran

Ia terkenang biasanya saat libur lebaran permintaan untuk jasa wisata susur sungai sangat tinggi. Dalam sehari bisa mengais duit sampai Rp 1 juta.

“Saat ini, tidak ada lagi yang menggunakan jasa klotok kami. Sekarang sepi, apalagi tempat pembelian karcis klotok wisata juga tidak beroperasi lagi, Semua pekerja libur, termasuk penjaga parkir,” kata Karman.

Tradisi ‘nyekar’ atau berziarah ke kuburan sanak saudara pun juga telah ditinggalkan saat pandemi Covid-19 ini telah berlangsung di ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini.

Lokasi teramai yang dikunjungi para penziarah seperti di Jalan Malkon Temon, Jahri Saleh dekat Masjid Jami Banjarmasin pun, tampak sepi.

“Sepinya pengunjung akibat merebaknya virus Corona. Bahkan, sebelum lebaran Idul Fitri juga sepi penziarah. Kalau pun, bisa dihitung dengan jari,” ucap Rudi, warga Jalan Malkon Temon.

BACA JUGA : Tambah 16 Kasus Sehari, Banjarmasin Sisakan Satu Kelurahan Zona Hijau

Padahal, saat para penziarah beramai ke komplek pemakaman terbesar di Banjarmasin ini, jasa-jasa seperti pedagang kembang, pembersih makan hingga para pengemis memenuhi kawasan itu.

Kondisi ini juga dirasakan Aisyah. Pedagang kembang di kawasan Pasar Ujung Murung ini mengaku semua harus gigit jari di tengah pandemi.

“Sehari hanya laku dua ikat kembang. Padahal, dalam suasana lebaran ini, biasanya dagangan kami ludes terjual,” kata Aisyah.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.