ACT

Pasar dan Mall Dijejali Warga, Waspada Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Lebaran

0 200

PASAR tradisional hingga pasar modern diserbu warga Banjarmasin jelang lebaran Idul Fitri 1441 Hijriyah yang jatuh pada Minggu (24/5/2020) besok, di tengah pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid 3.

SEJUMLAH pasar yang dipadati pengunjung seperti di Pasar Lama, Pasar Sudimampir Baru dan pasar yang berada di perbatasan Banjarmasin-Kabupaten Barito Kuala, khususnya di kawasan Handil Bakti.

Warga pun seakan tak peduli lagi dengan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19) seperti menjaga jarak, mengenakan masker atau aturan yang telah diterapkan selama perpanjangan PSBB di Banjarmasin.

Ada yang beli pakaian baru, perlengkapan lebaran hingga kue-kue kering untuk merayakan hari kemenangan usai berpuasa Ramadhan selama 30 hari.

BACA : Hanya 10 Hari, Resmi PSBB Jilid 3 Diperpanjang Walikota Banjarmasin

Kenekatan warga ini pun dengan berbagai macam alasan, tanpa memperdulikan lagi bahwa ancaman bakal terjangkit virus Corona sangat tinggi.

“Kalau beli baju di aplikasi jual beli online itu tidak bisa langsung melihat ukuran dan kualitasnya. Jadi, lebih baik pergi ke pasar,” ucap Salmah, warga Komplek Griliya Handil Bakti kepada jejakrekam.com, Sabtu (23/5/2020).

Begitupula, Murni mengaku sengaja datang ke Pasar Lama untuk membeli kue lebaran, sayur mayur hingga daging dan ayam untuk buat soto dan masak habang.

“Memang, saat ini, Banjarmasin masih memberlakukan PSBB. Tapi, kami juga butuh persiapan untuk menyambut hari raya,” kata warga Jalan Seberang Masjid ini.

Pakar epidemiologi dr IBG Dharma Putra menilai sikap acuh tak acuh warga itu justru sangat membahayakan kesehatan mereka sendiri, karena potensi ketika masyarakat berkumpul, potensi tertular Covid-19 justru lebih tinggi.

“Memang, masyarakat kita seakan takut kalau tidak merayakan lebaran, tidak menjalankan tradisi turun temurun. Padahal, kondisi saat ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena masih terjadi pandemi Covid-19,” ucap Direktur RSJD Sambang Lihum ini.

BACA JUGA : Ramai ‘Indonesia Terserah’, Psikolog: Lelah Mental Lebih Bahaya daripada Fisik

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Hulu Sungai Tengah ini justru khawatir dengan prediksi terjadi lonjakan pasien yang terpapar Covid-19 akan melonjak sehabis lebaran, akibat banyaknya pasar, mall dan pusat perbelanjaan yang masih buka melayani warga.

“Banjarmasin sendiri masih zona merah Covid-19 dan menjadi episentrum penyebaran virus karena terjadi transmisi lokal. Nah, jika tradisi berkumpul masih terjadi, potensi tertular penyakit sangat tinggi,” kata Dharma.

BACA JUGA : Awasi Warga, Walikota Banjarmasin Minta Poskamling Dihidupkan Lagi Saat PSBB Jilid Tiga

Mantan Sekdakab HST ini mengatakan risiko tertular bisa dikurangi, ketika habis beraktivitas di pasar atau di luar rumah segera cuci tangan dan mandi, serta mengenakan masker.

“Ya, kita prediksi lonjakan kasus Covid-19 ini akan terjadi usai dua hingga 14 hari setelah lebaran Idul Fitri tahun ini,” papar Dharma.

Apalagi, menurut dia, lonjakan penderita serentak ini akan sulit terdeteksi akibat terbatasnya petugas yang melakukan tracking atau penelusuran di lapangan, dibandingkan orang yang berisiko tinggi tertular Covid-19.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.