Pasokan Berkurang, Harga Terus Melambung Semangka Jadi Buah ‘Sultan’

0

BELAKANGAN ini, para pedagang buah mengeluhkan kurangnya pasokan buah semangka. Buah yang kaya nutrisi di pasaran Kota Banjarmasin dan sekitarnya pun terus melambung naik harganya.

KENAIKAN harga semangka per kilogram seakan tak terkendali. Ini setelah, pasokan dari penghasil seperti dari Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), termasuk dari Anjir Pasar dan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala (Batola) mulai berkurang masuk ke pasaran Banjarmasin.

“Beberapa pekan belakangan ini, harga semangka terus naik. Awalnya hanya Rp 9 ribu per kilogram, naik jadi Rp 10 ribu, kemudian Rp 12 ribu dan sekarang sudah tembus Rp 15 ribu per kilogram,” ucap pemilik kios buah Haji Alus Jalan Perdagangan Alalak Utara, Banjarmasin, Hajjah Alus kepada jejakrekam.com, Jumat (26/5/2023).

Menurut dia, saat ini, pasokan buah semangka didatangkan dari Pelaihari, Tanah Laut. Sebelumnya, buah semangka banyak didatangkan dari Nagara, Kabupaten HSS.

BACA : Berkat Inovasi Pertanian Lahan Basah, Poktan Palawijaya Makmur Bisa Panen Raya Semangka Nagara

“Semangka dari Nagara banyak yang gagal panen, akibat terendam banjir. Sekarang yang banyak masuk ke Banjarmasin didatangkan dari Pelaihari,” ucap Hj Alus.

Akibat harga semangka yang melambung naik, Hj Alus mengakui omzet penjualan menurun tajam. Bahkan, para pedagang di tingkat eceran terpaksa memangkas permintaan, karena harga yang sudah tinggi di tingkat distributor atau pedagang pengepul dari daerah penghasil.

“Dari pemasok sudah mematok harga Rp 12 ribu per kilogram, terpaksa kami naikkan harga semangka. Sebelumnya, hanya Rp 9 ribu. Jika sebelumnya, kami mendatangkan dalam seminggu sebanyak satu ton, sekarang hanya dua pikul,” ucap Hj Alus.

BACA JUGA : Geluti Profesi Petani Semangka, Eks Aktivis Lingkungan Kembangkan Pola Pertanian Terpadu

Untuk diketahui, satu pikul yang merupakan satuan berat setara 62,5 kilogram. Ini berarti Hj Alus mendatangkan pasokan semangka dari Pelaihari mencapai 125 kilogram per pekan.

Menurut dia, gara-gara harga semangka yang terus tergerek membuat buah berdaging merah itu menjadi buah ‘sultan’.

“Sekarang, satu buah semangka yang ukuran besar sudah tembus Rp 100 ribu. Padahal, waktu bulan puasa, harganya relatif terjangkau bagi pembeli,” katanya.

BACA JUGA : Ajarkan Metode Stek, Serma Tugiman Ingin Warga Daha Utara Bisa Kembangkan Jeruk Lemon

Diakui Hj Alus, memasuki musim kemarau dengan cuaca yang panas, sebenarnya permintaan buah semangka cukup tinggi. Hanya saja, akibat harganya yang terus melambung naik, membuat omzet penjualan cukup menurun dibandingkan saat bulan Ramadhan lalu.

“Padahal, saat cuaca Banjarmasin yang panas seperti sekarang, permintaan buah semangka sangat tinggi,” ujarnya.

BACA JUGA : Petani Sungai Balum Nagara Keluhkan Hasil Panen Anjlok

Untuk diketahui dikutip dari detik.com, segudang manfaat dari buah semangka. Di antaranya, mencegah asma, mengatasi sembelit, mencegah peradangan, menangkal kanker, menurunkan tekanan darah, mencegah dehidrasi, memelihara kesehatan ginjal, mencegah sariawan, membuat kulit lembut dan halus, mengatasi nyeri otot, sumber kolagen alami, memelihara kesehatan jantung dan tulang, hingga melindung fungsi saraf dan kesehatan rambut.(jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Ipik Gandamana

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.