Atlet Karate Diduga Diintimidasi, KONI Kabupaten Banjar Ancam Pulangkan Kontingen dari Porprov Kalsel XI

0

KONI Kabupaten Banjar mewacanakan memulangkan seluruh kontingen Kabupaten Banjar dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalsel XI Tahun 2022 di Hulu Sungai Selatan (HSS).

HAL ini menyusul kontingen Kabupaten Banjar dari cabang olahraga (cabor) karate walkout dan mengundurkan diri dari ajang Porprov Kalsel XI 2022 yang digelar di Kandangan dan sekitarnya.

Aksi ini mendapat tanggapan Ketua Umum KONI Kabupaten Banjar H Muhammad Rofiqi. Dirinya merasa prihatin, terlebih ia mendengar atlet karate Kabupaten Banjar diintimidasi berinisial SJ.

“Saya mendengar rekaman atlet karate kita diduga diintimidasi dari oknum dan juri yang juga pengurus FORKI Kabupaten Banjar. Intimidasi terhadap atlet Kabupaten Banjar membuat suasana tidak kondusif, sehingga diputuskan cabor karate walkout,” beber Rofiqi kepada awak media di Martapura, Jumat (4/11/2022).

BACA : Bandingkan PON Aceh-Sumut 2024, Pelatih Dayung Protes Tak Masuk Cabor Porprov Kalsel 2022

Melihat situasi yang diduga langkah untuk mencegah Kontingen Kabupaten Banjar ini, Rofiqi mengatakan ia bersama sejumlah pengurus KONI Kabupaten Banjar menyiapkan langkah untuk mundur dari semua even Porprov Kalsel XI di HSS.

“Kami tidak rela kalau anak asuh kami dari kontingen Kabupaten Banjar diintimidasi. Karena itu, saat ini sedang kami diskusikan, tidak tertutup kemungkinan seluruh  Kontingen Kabupaten Banjar ditarik dan  dipulangkan saja,” tutur Rofiqi.

BACA JUGA : Minta Dana Hibah Dicairkan, KONI HSS Target 5 Besar di Porprov Kalsel 2022

Ketua DPRD Kabupaten Banjar dari Fraksi Gerindra ini berkata tidak ingin atlet Kabupaten Banjar diintimidasi seperti yang dilakukan terhadap cabor karate.

Bagi Rofiqi, KONI Kabupaten Banjar menghormati semua aturan untuk pelaksanaan Porprov Kalsel, namun aturan itu mestinya tidak dibuat ketika saat akan berlomba.

BACA JUGA : Nakhodai PODSI Kabupaten Banjar, Syahrin Bidik Medali Emas di Porprov Kalsel 2022

“Kami menghormati aturan, namun mestinya dibuat jauh-jauh hari dan tidak saat menjelang pelaksanaan lomba agar tidak ada yang dirugikan, sebab persiapan yang dilakukan sesuai aturan lama bukan yang baru,” pungkas alumni fakultas hukum Undip Semarang ini.(jejakrekam)

Penulis Syahminan
Editor Ipik Gandamana

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.