Di Kongres Dunia Earoph di Surabaya, Staf Ahli Walikota Ibnu Sina Beber Keberhasilan Banjarmasin

0

STAF Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Lukman Fadlun diutus Walikota Banjarmasin Ibnu Sina untuk menghadiri Kongres Dunia Earoph (Eastern Regional Organization for Planning and Human Settlements) di Surabaya.

MANTAN Kabag Hukum Setda Kota Banjarmasin ini pun memperkenalkan program stimulasi pertumbuhan ekonomi nasional ala Kota Banjarmasin pada 2022 bernama Bahuma.

“Program Bahuma ini adalah bausaha tanpa bunga (usaha tanpa bunga) bekerjasama dengan Bank Kalsel. Kami memberikan pinjaman dan jaminan tanpa bunga bagi para pelaku usaha di Kota Banjarmasin,” ucap Lukman Fadlun di Shangri-La Hotel, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (7/10/2022).

Di hadapan para walikota (major) se-Asia, Lukman juga membeberkan program pengembagnan ekonomi kreatif, penciptakan wirausaha baru (WUB) hingga digitaliasi usaha mikro, kecil dan menengah berbasis smart city.

BACA : Walikota Ibnu Sina target Visi Banjarmasin Baiman Lebih Bermartabat Tuntas pada 2024

“Pemkot Banjarmasin juga melaksanakan program prioritas pembangunan yang ditarget selesai pada 2024. Yakni, revitalisasi sungai guna mendukung pariwisata berbasis sungai dan transportasi sungai,” tutur Lukman.

Masih menurut dia, Pemkot Banjarmasin ingin mengembalikan predikat sebagai kota perdagangan dan jasa di Kalimantan Selatan juga melahirkan WUB mandiri baru, hingga layanan publik berbasis smart city.

Sebagai data penguat, Lukman pun merinci sejak program WUB baru pada 2016 sudah terbentuk 250 pelaku usaha. Data itu bertambah 2017 menjadi 772 pelaku usaha. Kemudian di tahun 2017  sekira  772 pelaku usaha.

BACA JUGA : Ajukan RPJMD Banjarmasin 2021-2026, Walikota Ibnu Ungkap Masih Baiman Lebih Bermartabat

“Tahun 2018, tercatat 852 pelaku usaha. Kemudian naik lagi pada 2019 terbentuk 701 pelaku usaha. Di tahun 2020, ada  479 pelaku usaha dan di tahun  2021, sebanyak 445 pelaku usaha,” papar Lukman.

Menurut dia, target pada 2021 dilantik 2.500 untuk menjadi WUB, ternyata target tersebut terlampaui hingga kini terdata ada 3.472 WUB binaan Pemkot Banjarmasin melalui binaan enam satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

BACA JUGA : Dapat Nomor 2; Paparkan Visi-Misi, Ibnu-Arifin Gaungkan Tagline ‘Lanjutkan’

“Pemkot Banjarmasin juga telah melaksanakan kegiatan program subsidi kredit usaha rakyat (KUR) Kota Banjarmasin. Setidaknya, pada 2018 telah ada 18.113 orang telah mengakses pinjaman usaha dengan jumlah kredit yang disalurkan Rp 486.233.830.000,” papar Lukman.

Program KUR itu makin berkembang hingga pada 2019, tercatat 15.534 orang pelaku usaha yang mengakses pinjaman dengan total kredit yang disalurkan sekira Rp 487. 114.054.405.

BACA JUGA : Kaji Pengelolaan Smart City Ala Jakarta Untuk Kemajuan Kota Banjarmasin

“Pada 2020, jumlah pemberian KUR dilakukan kepada 19.691 orang, dengan jumlah kredit yang disalurkan Rp 620.519.291.287. Hingga tahun 2022 lalu,  jumlah orang yang mengakses pinjaman usaha sebanyak 20.249. orang, dengan jumlah kredit yang disalurkan Rp 747.765.847.566,” beber Lukman lagi.

Bukan hanya subsidi KUR, Lukman melanjutkan Pemkot Banjarmasin juga menyalurkan bantuan produktif usaha mikro dalam rangka pemulihan ekonomi warga.

BACA JUGA : Branding Baru Smart City; Banjarmasin Pintar, Pakar Kota : Ciptakan Smart People Dulu!

Menurut Lukman, program ini telah dilaksanakan sejak 2020 hingga 2021 dengan total kucuran dana yang digelontorkan pemerintah kota mencapai Rp 26.349.600.000 atau Rp 26,3 miliar lebih.

Pemkot Banjarmasin hadir sebagai peserta di Kongres Kongres Dunia Earoph (Eastern Regional Organization for Planning and Human Settlements). Karena pertemuan dihadiri kota-kota besar di dunia melalui delegasi para walikota dengan tuan rumah Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak sebagai President Earoph periode 2022-2024.(jejakrekam)

Penulis Akhmad Faisal
Editor Ipik Gandamana

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.