Perkuat Jaringan Tarekat Muktabarah, PWNU Kalsel Yakin Bisa Tangkal Paham Radikal

0

KOORDINASI lintas badan otonom di tubuh Nahdlatul Ulama (NU) Kalimantan Selatan, demi memperkuat jaringan ormas Islam ini terus dilakoni jajaran pengurus wilayah.

JIKA sebelumnya dengan badan otonom seperti Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Gerakan Pemuda Ansor, Fatayat, Muslimat dan lainnya, kini giliran Jami’iyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an Nahdliyah (JATMAN).

JATMAN merupakan badan otonom yang berada di bawah naungan NU yang beranggotakan tarekat-tarekat yang muktabarah di Indonesia.

Sekretaris PWNU Kalsel Berry Nahdian Forqan mengatakan koordinasi dengan badan-badan otonom ini demi memperkuat eksistensi dan peran NU dalam kehidupan kemasyarakatan di Banua.

BACA : Polarisasi Warga Kalsel Kian Runcing, Tokoh NU Serukan Ulama NU Kembali ke Khittah

“Dengan koordinasi bersama badan-badan otonom ini bisa dibikinkan database. Misalkan, soal potensi sarjana yang ada di NU, ternyata cukup banyak dan potensial. Dengan begitu, kiprah NU di tengah masyarakat bisa digarap badan-badan otonom ini di Kalsel,” ucap Berry Nahdian Forqan kepada jejakrekam.com, Rabu (29/6/2022).

Kemudian, kata dia, dengan JATMAN yang telah membentuk 9 syu’biyyah (kabupaten/kota) se-Kalsel, terbukti efektif dalam menangkal paham-paham radikal dan intoleran.

“Kita akui di Kalsel sendiri banyak tarekat berkembang. Nah, melalui majelis thariqah yang rutin menggelar pengajian setiap Kamis malam (malam Jumat), bisa membimbing umat untuk lebih humanis dan makin dekat dengan Ilahi melalui amal-amal tarekat,” beber mantan Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) ini.

BACA JUGA : Di Harlah NU, KH Ma’ruf Amin Puji Kehebatan Ulama Kalsel KH Idham Chalid

Bahkan, menurut Berry, gerakan sosial juga dilakoni jaringan JATMAN seperti untuk korban banjir yang disupport dari Idaroh Aliyyah (Habib Luthfi bin Yahya) berupa 4 ton beras dan dana untuk Banua.

Berry menjelaskan dalam sebutan JATMAN dikenal ada beberapa tingkatan. Yakni, Aliyyah (Pusat), Wustho (Wilayah), Syu’biyyah (kabupaten/kota), Ghusniyyah (kecamatan), Sa’afiyyah (kelurahan/desa).

Saat ini, Sekretariat Wustho JATMAN Kalsel di Jalan Pekapuran Raya, RT 07 RW 01 Nomor 50 Banjarmasin dengan Rois KH Syakerani Naseri.

BACA JUGA : Riset Tiga Tahun, Humaidy Siap Luncurkan Biografi 150 Ulama Berpengaruh di Tanah Banjar

Diakui Berry, dari data JATMAN Kalsel terdapat 10 tarekat yang berkembang di Banua. Yakni, Samaniyah, Sadzaliyah, Alawiyah, Qodiriyah Naqsyabandiyah, Qodiriyah Kholidiyah, Tijaniyah, Junaidiyah, Idrusiyah, Nasyabandiyah hingga Darqawiyah, dalam peneluruan Mursyid.

“Ada pesan dari Rois JATMAN PWNU Kalsel KH Syakerani Naseri agar warga Jam’iyyah (NU) perlu ikut tarekat mana saja, selama thariqah muktabarah,” kata Berry.

BACA JUGA : Jejak Sunyi Jalan Spritual Sang Guru Politik NU, Idham Chalid

Ia menegaskan di bawah kepemimpinan bersama Ketua PWNU Kalsel KH Abdul Hasib Salim juga tengah membereskan soal aset-aset NU. Terutama di kawasan Jalan Hasanuddin HM.

“Jadi, ada warisan yang baik untuk kepengurusan PWNU Kalsel ke depan, termasuk soal aset yang harus bisa dituntaskan di masa sekarang,” pungkas Berry.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.