Husairi Abdi

Di Harlah NU, KH Ma’ruf Amin Puji Kehebatan Ulama Kalsel KH Idham Chalid

0

PERINGATAN Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-93 dan istighosah sekaligus pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kalimantan Selatan, berlangsung meriah di halaman kampus UNU Kalsel, Jalan Achmad Yani Km 12,5, Gambut, Kabupaten Banjar, Sabtu (26/1/2019).

BERSAMA jajaran pengurus PWNU Kalsel, KH Ma’ruf Amin di atas panggung berpesan agar umat Islam menjaga agama dari paham-paham yang menyimpang, intoleran dan merusak hubungan persaudaran baik sesama umat Islam sendiri maupun umat beragama.

“NU harus bergerak lebih masif ke depan, baik mengawal negara, menjaga agama serta dalam perbaikan-perbaikan masyarakat, dan pelayanan-pelayanan yang harus diberikan seperti sosial dan pendidikan,” ucap Cawapres nomor urut 02 pendamping calon petahana, Joko Widodo ini.

Berada di basis NU terbesar kedua setelah Jawa Timur, Ma’ruf Amin pun sempat menyinggung sosok KH Idham Chalid. Ulama sekaligus politisi asal Kalimantan Selatan yang pernah menjadi Wakil Perdana Menteri Indonesia pada Kabinet Ali Sastroamidjojo II dan Kabinet Djuanda.

KH Idham Chalid pun kini telah disematkan sebagai pahlawan nasional berdasar Keppres Nomor 113/TK/Tahun 2011 tanggal 7 November 2011. Sosok Idham Chalid pun sangat identik dengan NU, karena merupakan Ketua Umum PBNU lima periode 1956-1984.  Kemudian, Idham Chalid juga pernah menjabat Ketua MPR periode 1971-1977 dan Ketua DPR RI masa jabatan 1971-1977, dari Partai NU hingga menjadi pendiri Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di era Soeharto berkuasa.

BACA :  KH Ma’ruf Amin : Saya Cawapres, Kehormatan bagi Ulama, Khususnya Warga NU

“KH Idham Chalid merupakan sosok yang hebat. Beliau memimpin NU selama 28 tahun, berarti bukan orang sembarangan. Ini artinya, beliau itu dipilih lima kali dalam Muktamar NU,” ucap mantan Rais Aam PBNU ini.

Dia bercerita sering bertemu dan berdiskusi serta mendapat masukan dan ilmu serta bimbingan dari seorang KH Idham Chalid.  “Banyak ilmu agama dan masalah kenegaraan yang saya dapat dari KH Idham Chalid,” ucapnya.

Untuk diketahui, KH Ma’ruf Amin mengawali karier politik sebagai Ketua Fraksi Utusan Golongan DPRD DKI Jakarta (1971-1973), Ketua Fraksi PPP DPRD DKI Jakarta, hingga akhirnya bergabung ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Lewat PKB, sejak 1997-1999 hingga 1999-2004, KH Ma’ruf Amin menjadi anggota MPR RI dari Fraksi PKB. Sebelum karier keulamaannya berada di puncak ditujuk sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

BACA JUGA :  KH Ma’ruf Amin Ziarahi Makam Datu Kalampayan dan Pendiri NU Kalsel

Sementara itu, Ketua PWNU Kalsel Abdul Haris Makki berharap momentum harlah NU ke-93 bisa mumupuk semangat untuk membangun Kalimantan Selatan yang lebih maju,mandiri dan terdepan.

Ia mengajak umat islam di Banua untuk menyebarkan pesan perdamaian dan toleransi serta menjaga ukhuwah islamiyah.

“Masyarkat harus berperan sesuai dengan kapasirasnya mengawal pembangunan kalimantan Selatan untuk menjadi lebih baik lagi,” pungkas Sekda Provinsi Kalsel ini.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.