Permukaan Sungai Barito Terus Naik, Khawatir Banjarmasin Terancam Tenggelam 10 Tahun ke Depan

0

ANGGOTA Komisi III DPRD Banjarmasin dari Fraksi PKS, Hendra khawatir ancaman banjir benar-benar tak bisa lepas dari kota seribu sungai. Hal ini jika tak segera diantisipasi segera oleh para pemangku kepentingan di Banjarmasin.

ACUAN Hendra adalah data fluktuatif kondisi Sungai Barito yang berada di Provinsi Kalimantan Selatan, karena dampaknya akan dirasakan Banjarmasin sebagai muara dari sungai yang berhulu di Provinsi Kalimantan Tengah itu.

Menurut Hendra, dari data air permukaan Sungai Barito jelas mengalami kenaikan sejak akhir April hingga memasuki Mei hingga Juni yang rata-rata di atas 2 meter.

“Genangan air yang terjadi pada pekan terakhir April ini harusnya sudah menjadi peringatan bagi Banjarmasin. Padahal, dalam kondisi suhu yang panas atau kemarau basah, justru permukaan air naik hingga memasuki kawasan pemukiman dan perkotaan,” ucap Hendra kepada jejakrekam.com, Selasa (26/4/2022).

BACA : Banjarmasin Terancam Tenggelam, Pakar Hukum ULM Nilai Perda Sungai Tumpang Tindih Dan Jadi Macan Kertas

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Banjarmasin ini pun memantau kondisi permukaan air di Sungai Barito dan Sungai Martapura dengan anak-anak sungai yang membelah kota.

“Ini murni naiknya permukaan air sungai dan permukaan air laut. Begitu saya cek dari data yang ada, memang rata-rata kenaikan permukaan air Sungai Barito sudah di atas 2 meter,” kata akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini.

BACA JUGA : Proyek Jembatan A Yani Segera Digarap, Pakar Kota Sebut Sungai Banjarmasin Sedang Sakit

Data permukaan air Sungai Barito akibat fenomena tarikan bulan yang akan mengancam Banjarmasin dan sekitarnya. (Foto Istimewa)

BACA JUGA : Berbiaya Rp 1 Triliun, BWS Kalimantan III Golkan Proyek Tangkal Banjir Banjarmasin, Ini Daftarnya!

Hendra khawatir berdasar analisis data pada Mei, Juni dan Juli 2022, maka air laut dan air pasang dalam akan mengalami kenaikan di atas 2,5 meter, sehingga akan menyerbu kawasan pemukiman penduduk. Tak hanya kawasan bantaran sungai, namun juga merambah wilayah pusat perkotaan Banjarmasin.

“Untuk itu, bisa diprediksi banjir akan semakin parah pada bulan-bulan itu. Hampir bisa dipastikan dalam 10 tahun, Banjarmasin terancam tenggelam. Inilah mengapa pentingnya untuk pembenahan sungai sampai ke akar-akarnya,” tuturnya.

BACA JUGA : Venesia dari Timur Hanya Pengalihan Isu Ibukota? Pakar Kota : Sungai Banjarmasin Sudah Lama Sakit

Menurut Hendra, bukan hanya revitalisasi atau normalisasi sungai digaungkan atau digalakkan pemerintah kota, tapi harusnya bisa mengembalikan kemampuan dan fungsi sungai yang ada di Banjarmasin.

“Inilah mengapa saya mendesak agar pembangunan Banjarmasin harus memikirkan grand design dan masterplan tata ruang sungai. Jangan sampai cuma parsial, apalagi berbasis rencana jangka pendek,” tegas Hendra.

BACA JUGA : Pembenahan Sungai Banjarmasin Sudah Dilaksanakan Ibnu Sina Sejak 2016

Politisi partai dakwah asli Sungai Miai ini mengatakan jika hal itu tidak dilakukan pemerintah kota dan pengampu kebijakan lainnya, maka kekhawatiran Banjarmasin akan tenggelam dalam 10 tahun mendatang bisa saja terjadi.

“Hal ini patut diantisipasi, jangan sampai pada Mei 2022 nanti justru banjir akan makin parah melanda Banjarmasin. Banjir calap akan menyerbu rumah warga di kota ini,” pungkas mantan Ketua DPD PKS Kota Banjarmasin ini.(jejakrekam)

Penulis Rahim Arza/Didi GS
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.