HKSN Penuh Lautan Manusia, UAS Kagum Banjarmasin Jadi Kota Penghapal Quran

0

SAFARI dakwah yang dilakoni Ustadz Abdul Somad (UAS) di Banjarmasin, dibanjiri lautan manusia. Ulama muda kesohor ini memberi tausyiah di Masjid Qaryah Thayyibah, Banjarmasin, Jumat (15/4/2022) malam.

KEDATANGAN pendakwah muda jebolan Universitas Al Azhar Mesir, Maroko dan Sudan ini benar-benar dinanti. Sedari sore ruas Jalan Perdagangan dan HKSN sudah diberlakukan buka tutup. Puncaknya, usai shalat Tarawih di Masjid Qaryah Thayyibah di malam hampir pertengahan Ramadhan nan suci ini, lautan jamaah terlihat di sepanjang Jalan Perdagangan dan HKSN, Kelurahan Alalak Utara, Banjarmasin Utara.

Jamaah menyambut UAS dengan lantunan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan mengenakan setelan khas berselendang kain khas Banjar, sasirangan, UAS pun memberi petuah agama.

BACA : Ustadz Abdul Somad Bangga Bisa Hadir di Kota Serambi Makkah

“Jika ingin masuk surga Allah SWT, maka dirikan masjid dan menghafal Qur’an. Namun, jika tidak bisa, minimal membiayai anak untuk menjadi tahfiz,” ucap UAS, didampingi Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

Bahkan, UAS mengaku kagum dengan sosok Walikota Ibnu Sina karena mengikutkan anaknya dalam program penghapal Alquran. Bahkan, saat ini, sudah ada 200 lebih tahfiz Quran telah dibantu mengikuti program itu. “Allahuakbar, dan programnya seribu penghapal Al-Qur’an, berarti masih ada 800 lagi yang akan dibantu,” ucap UAS.

BACA JUGA : Ustadz Abdul Somad: “Ulama Kalsel Itu Turun Temurun”

Jamaah memutih memenuhi ruas Jalan Perdagangan dan Jalan HKSN untuk mendengarkan tausyiah Ustadz Abdul Somad (UAS). (Foto Asyikin)

UAS mengatakan takjub karena di Kota Banjarmasin, bukan anak TK maupun anak SD yang menjadi penghapal Al-Qur’an, melainkan para mahasiswa yang notabenenya memiliki banyak mata kuliah di kampus masing-masing.

BACA JUGA : Sambut Kedatangan UAS, Masjid Raya Shiratal Mustaqim Terus Dibenahi

“Ini bukan anak TK, bukan anak SD, tapi adik-adik mahasiswa, saya bingung juga bagaimana mahasiswa menghapal Qur’an maka pelajaran mereka banyak, buat makalah, persentasi, ternyata anak-anak ini menghafal bangun shalat Subuh kemudian menghafal, paginya ke kampus, di sela waktu kosong muraja’ah, dia bisa kuliah di Fakultas Kedokteran, dia bisa ambil Hukum, Pertanian, Peternakan, tapi targetnya menjadi penghapal Alqur’an,” beber profesor tamu di Universitas Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam ini.

BACA JUGA : Beri Tausyiah di Loksado, UAS Teringat Lakoni Dakwah ke Pedalaman Riau

Menurut dia, berangkat dari hobi yang sama, cita-cita sama, keinginan sama, ingin menjadi penghapal Qur’an, hal itu yang membuat secara bersama-sama mampu bagaimana Banjarmasin menjadi negeri para pencinta Alquran. r’an.

“Dua yang menolong kita bahas malam ini. Yang pertama Alquran. Yang kedua adalah membangun Masjid, yang kekal abadi adalah sadaqah (sedekah),” imbuh UAS.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.