Husairi Abdi

Lawan Politik Identitas, Akademisi FISIP ULM Sarankan Rasionalitas Harus Dipupuk

0

AKADEMISI FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Siti Mauliana Hairini menyatakan dalam mengembangkan nilai demokrasi itu lebih bagus harus diawali dengan membangun kesadaran masyarakat.

“MASYARAKAT harus mendapat informasi yang lengkap dan memiliki rasionalitas yang baik. Dengan begitu, mereka bisa memilah mana yang untung dan rugi,” kata Siti Mauliana Harini dalam diskusi demokrasi bertajuk Memajukan Demokrasi di Tengah Oligarki dan Politik Identitas gelaran Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) di Stadion Satro Harjo RRI Banjarmasin, Sabtu (22/1/2022).

Bagi Direktur Aksara Perempuan ini, mereka yang mencalonkan diri sebagai kandidat kepala daerah sebaiknya tidak memikirkan kepentingan pribadi. “Seharusnya dia memikirkan di masyarakat sekitarnya dan apakah warga sudah terpenuhi haknya,” ucap Mauliana.

BACA : Kenakan Laung Jadi Identitas, Paman Birin Ingin Mengulang Memori Sukses Pilkada Kalsel 2015

Dosen muda FISIP ini berpendapat kesejahteraan itu dimiliki bersama-sama oleh wakil rakyat dan masyarakatnya. Kata Mauliana, sejahtera dan kedamaian itu dapat direbut jika kesadaran masyarakat juga tinggi akan informasi yang dimilikinya. “Biar, kita bentuk rasionalitas yang utuh dan bagaimana dapat memajukan warga ke depan,” ucap Mauliana.

Mengenai politik identitas, Mauliana menyebut sebenarnya bukan hanya berdasar pada agama, namun juga kesukuan yang terjadi di Indonesia. Bahkan, menurut dia, pembagian kekuasaan juga terjadi akibat politik identitas, hingga mencuatkan politik dinasti hingga terjadi kesepakatan di kalangan elite atau pelaku politik.

BACA JUGA : Pelaksanaan Demokrasi Masih Diwarnai Praktik Politik Identitas

Secara sosiologis, Mauliana mengatakan para pemilih juga menyalurkan hak suaranya berdasar identitas kelompok. Ini fakta yang terekam dalam beberapa kali pesta demokrasi terutama pilkada.

“Lawan politik juga memainkan identitas untuk menggaet pemilih. Inilah mengapa masyarakat harus mendapat informasi yang utuh, maka rasionalitas akan bekerja dalam melawan politik identitas itu. Sebab, dengan memupuk rasionalitas pemilih akan bisa memilah mana yang menguntungkan dan merugikannya saat memilih calon pemimpinnya,” papar Mauliana.(jejakrekam)

Penulis Rahim Arza
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.