Kisah Nelangsa Rumah Tahfidz Nazra Cendikia, Sebulan 4 Kali Terendam Banjir

0

DAMPAK banjir yang menghantam Kota Barabai dan sekitar di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), benar-benar melumpuhkan aktivitas warga.

HAL ini pula dirasakan Taufiqur Rahman, pemilik Rumah Tahfidz Nazra Cendikia Barabai. Rumah yang mendidik para santri-santriwati penghapal Alquran ini terletak di Jalan PM Noor Nomor 36 RT 06 RW 02, Gang Manggis, Kelurahan Barabai Timur, Kecamatan Barabai, Kabupaten HST, Kalimantan Selatan.

Kawasan ini menjadi langgan terendam banjir, ketika curah hujan tinggi atau luapan dari Sungai Barabai dan sekitarnya. Bahkan, dalam sebulan ini, sudah empat kali Rumah Tahfidz Nazra Cendikia Barabai ini turut terendam.

Aktivitas belajar mengajar untuk menghapal kitab suci pun terganggu. Bahkan, akibat terendam, aset-aset berharga seperti kitab suci Alquran diselamatkan ditempatkan ke tempat lebih tinggi. Bahkan, beberapa santri-santriwati terpaksa belajar di tempat aman, seperti ke masjid terdekat yang memiliki dua lantai.

BACA : Elegi Tanah Banjar; Bak Ayam Mati di Lumbung Padi

“Dalam sebulan ini, sudah empat kali banjir. Kali ini pada akhir November 2021 ini, termasuk banjir terparah yang kami rasakan. Bahkan, Rumah Tahfidz Nazra Cendikia turut terendam. Padahal, sebelumnya jika banjir hanya berlangsung dua hari, karena setelahnya cepat surut,” kata Taufiqur Rahman kepada jejakrekam.com, Rabu (1/12/2021).

Di rumah para hafidz ini, terdapat 40 santri yang dibimbing lima ustadzah. Akibat terus menerus dilanda banjir, akhirnya pembelajaran terpaksa diliburkan.

Para santri pun kembali ke rumah masing-masing, sembari diminta untuk terus mengulang dan memperkuat hapalan ayat demi ayat, juz demi juz yang telah dihapalnya saat dibimbing para ustadzah.

BACA JUGA : Bupati Aulia Oktafiandi Tetapkan HST Status Tanggap Darurat Banjir

“Banjir terparah memang memasuki ruang utama Rumah Tahfidz Nazra Cendikia, hingga halaman kedalaman air hampir selutut orang dewasa. Kami tak berani ambil risiko, karena para santri dan santriawati tahfidz ini masih anak-anak sehingga rawan dan berbahaya jika dipaksakan datang ke rumah tahfidz,” papar Taufiq.

Pria yang menggeluti usaha pupuk organik ini berharap masalah banjir tak boleh terulang lagi. Untuk itu, Taufiq pun meminta agar Pemkab HST dan Pemprov Kalsel memberi atensi khusus dalam penanganan banjir. Khususnya, memperhatikan kondisi lingkungan HST yang diduga kuat sudah rusak parah.

BACA JUGA : Kabupaten HST Kembali Banjir, PLN Padamkan Listrik, Kota Barabai Gelap Gulita

“Setiap kali wilayah Pegunungan Meratus hujan lebat, maka banjir bandang akan melanda Barabai. Ini jelas merugikan warga HST, terkhusus Barabai. Apalagi, banjir pada November ini tergolong cukup parah, hampir setara banjir besar pada awal tahun lalu,” tutur Taufiq.(jejakrekam)

Penulis Rahm Arza
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.