Wawasan Kebangsaan Mulai Luntur, NU Banjarmasin Tekankan Pentingnya Pahami Sejarah

0

WAWASAN kebangsaan kian tahun kian luntur. Ini yang dirasakan Nahdlatul Ulama (NU). Utamanya lagi kesejarahan mengenai pendirian negara dan bangsa Indonesia di awal menuju kemerdekaan.

SEKRETARIS Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Banjarmasin, Fathurrahman mengakui saat ini banyak orang telah melupakan sejarah terbentuknya bangsa dan negara Indonesia, terkhusus di kalangan milenial.

“Generasi milenial sekarang yang banyak terpengaruh arus globalisasi sangat mudah terpengaruh dengan paham-paham yang justru bertentangan dengan ideologi Pancasila,” ucap Fathurrahman kepada jejakrekam.com, Senin (18/10/2021).

Dia mencontohkan para tokoh bangsa dalam wadah Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada Maret 1945 dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada Agustus 1945, termasuk di dalamnya adalah tokoh-tokoh NU.

“Salah tokoh NU yang termasuk perumus Pancasila adalah KH Abdul Wachid Hasyim. Dari para tokoh ini, akhirnya Tim 9 merumuskan dasar negara terdiri dari Soekarno, Moh Hatta, A.A. Maramis, KH A Wachid Hasyim, Abdul Kahar Muzakkir, Abikusno Tjokrosujoso, H Agus Salim, Ahmad Subardjo dan Moh Yamin. Inilah yang dikenal Piagam Jakarta. Walau akhirnya frasa Ketuhanan dengan Kewajiban Menjalankan Syari’at Islam bagi Pemeluk-pemeluknya, diubah menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa pada sila pertama Pancasila, karena mempertimbangkan kondisi kebangsaan saat itu,” beber mantan Wakil Ketua DPRD Kalsel asal Fraksi PPP ini.

BACA : Unggah Konten Ragukan Pancasila di Medsos, Mahasiswi ULM Diperiksa Polda Kalsel

Dalam dialog kebangsaan bertema peran NU dalam pembentukan dan perumusan ideologi Pancasila di Hotel Rodhita, Jalan Pangeran Antasari, Banjarmasin, Senin (18/10/2021) juga dihadiri pakar hukum Universitas Lambung Mangkurat, Prof HM Hadin Muhjad dan Ketua PCNU Banjarmasin, Habib Ali Khaidir Al Kaff.

Ada pula, perwakilan dari Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjarmasin, di samping pengurus ormas Islam tersebut.

Saat membuka dialog kebangsaan, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina pun mengingatkan pentingnya sejarah. Terutama, lahirnya ideologi negara Pancasila sebagai sebuah dasar negara falsafah hidup berbangsa sebagai kesepakatan antar suku, antar agama untuk menjadi Indonesia dalam bentuk NKRI.

BACA JUGA : Hari Lahir Pancasila, Jokowi Gunakan Pakaian Adat Kalsel

Menurut Ibnu Sina, generasi muda penerus bangsa harusnya lebih melek sejarah. Termasuk, perumusan ideologi Pancasila yang dibidani para ulama.

“Sebab, lahirnya Pancasila itu justru mengakomodir penuh nilai-nilai kehidupan dan termasuk dalam semua agama. Jangan sampai Pancasila justru dipisahkan dari Islam,” bebernya.

Menurut Ibnu Sina, jangan sampai Pancasila dengan Islam justru dipertentangkan, karena wujud dari lima sila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa atau menyangkut soal tauhidan. Berikutnya, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab yan sejalan dengan ajaran agama.

“Ada lagi, hak asasi manusia dalam Persatuan Indonesia. Berikutnya, permusyawaratan perwakilan dan keadilan semuanya merupakan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran agama (Islam),” pungkas Ibnu Sina.(jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.