Husairi Abdi

PPKM Banjarmasin Bertahan di Level 4, Ternyata Angka Kematian Penyebabnya!

0

TAK salah jika Menteri  Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), menyampaikan Kota Banjarmasin masih bertahan di pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 hingga 18 Oktober 2021.

BEGITU pula, dengan Intruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) bernomor 48 Tahun 2021, tertanggal 4 Oktober 2021. Instruksi yang diteken Mendagri Muhammad Tito Karnavian itu menginformasikan status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) bahwa Kota Banjarmasin memang bertahan di level 4. Bahkan, satu satunya di Kalimantan Selatan.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Muslim mengatakan sangat wajar jika Walikota Banjarmasin Ibnu Sina memprotes keputusan dari pemerintah pusat. Ini jika berdasar data yang disampaikan ke KPC-PEN.

“Memang, ada data yang perlu diperbaiki lagi. Mengapa Banjarmasin masih bertahan di PPKM level 4, ya salah satunya akibat salah menyampaikan atau input laporan ke pemerintah pusat,” ucap Muslim kepada jejakrekam.com, Selasa (6/10/2021).

Dia mencontohkan pada angka kematian pasien Covid-19 yang terjadi di Banjarmasin, sepatutnya dilaporkan pada pekan pertama. Ternyata, justru terakumulasi pada laporan minggu kedua. “Begitu dilihat pemerintah pusat, angka kematian akibat Covid-19 pun melesat tinggi, tentu dalam penilaian tracing-nya menjadi rendah,” ucap Muslim.

BACA : Mayoritas PPKM Level 2, Hanya Balangan yang Terendah, Mendagri Tekankan 3T

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Muslim (Foto Koran Banjar)

Diakui Muslim, jika dilihat dari data, kasus aktif Covid-19 di Banjarmasin sebenarnya turun. Setali tiga uang, kasus pasien yang dirawat turut turun, hingga kasus terkonfirmasi pun senada. Hanya saja, beber Muslim, ketika ada salah pelaporan ke pemerintah pusat, maka KPC-PEN pun menilai capaian tracing yang menjadi indikator dianggap rendah.

“Sementara, testing yang dilakukan Pemkot Banjarmasin dalam kasus Covid-19 termasuk sudah tinggi. Begitupula, bed ocupancy rate (BOR) atau angka keterisian tempat tidur di rumah sakit Covid-19 di Banjarmasin juga sudah rendah,” kata Muslim.

Untuk itu, Muslim pun seirama dengan protes yang diajukan Walikota Ibnu Sina. Ia membandingkan dengan apa yang dilakukan Walikota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin yang pernah memprotes keputusan PPKM level 4 di rapat koordinasi KPC-PEN.

“Inilah mengapa sangat penting informasi awal disampaikan ke pemerintah pusat sebelum ada penetapan. Jadi, kita bisa jelaskan bahwa sebenarnya tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Kalsel,” tandas Muslim.

BACA JUGA : Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, PTM di Banjarmasin Tetap Dilanjutkan

Berdasar data Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Selatan pada Selasa (6/10/2021), terjadi penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 18 orang. Di antaranya, Banjarmasin menyumbang empat orang yang dinyatakan positif terpapar Corona, disusul Banjarbaru dengan tiga orang.

Ibukota Kalsel pun mencatat hingga Selasa (6/10/2021), tertinggi angka kasus positifnya sebanyak 15.811 bersama Banjarbaru dengan 10.117 kasus. Namun, angka kesembuhan di Banjarmasin juga meningkat sebanyak 15.217 orang, dibandingkan Banjarbaru hanya 9.677 orang.

BACA JUGA : Banjarmasin Target Herd Immunity Covid-19 Paling Lambat 10 November Nanti

Bahkan, pasien Covid-19 yang dirawat di fasilitas kesehatan justru lebih tinggi Banjarbaru sebanyak 76 orang, sedangkan Banjarmasin hanya 56 orang. Namun, dari angka kematian Banjarmasin lebih tinggi sebanyak 538 orang, dibandingkan Banjarbaru hanya 364 orang.

Secara keseluruhan, dari data Dinkes Provinsi Kalsel mencatat attack rate (persentase populasi berisiko yang tertular penyakit) 1.612 dan CFR (tingkat kematian) 3,40. Namun, Dinkes Kalsel juga mendata dalam tujuh hari terakhir terjadi penurunan kasus positif Covid-19 yakni minus 44 persen dan kasus aktif juga menurun minus 27,6 persen.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.