ACT

Menuju New Normal, Disdikbud Kalsel Siapkan Tiga Skenario Siswa Masuk Sekolah

1 1.248

JELANG masa new normal atau masa normal baru meski masih di tengah pandemi Covid-19 bakal diterapkan di Kalimantan Selatan. Tak terkecuali, kebijakan itu juga menyentuh sektor pendidikan.

KEPALA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan HM Yusuf Effendi mengungkapkan status tanggap darurat Covid-19 Kalsel akan dicabut, karena akan memasuki masa new normal.

“Status tanggap darurat bencana non alam Covid-19 Kalsel tidak diperpanjang lagi. Karena kita tengah mempersiapkan new normal, mengacu pada kebijakan pemerintah pusat,” ucap Yusuf Effendi dalam diskusi virtual yang dihelat Ombudsman Perwakilan Kalsel bertajuk New Normal Pelayanan Pendidikan di Banjarmasin, Jumat (29/5/2020).

Meski begitu, Yusuf mengakui kondisi Kalsel sendiri masih zona merah Covid-19, bahkan tak ada satu pun kabupaten dan kota yang statusnya zona kuning atau hijau. Semua 13 kabupaten dan kota di Kalsel belum lepas dari zona merah Covi-19.

BACA : Rencana Buka Sekolah pada 13 Juli, Walikota Banjarmasin Minta Tunda Hingga Tahun Depan

Ia menegaskan dalam layanan pendidikan, Pemprov Kalsel tetap mengutamakan kesehatan dan keamanan dari ancaman terjangkit virus Corona.

“Yang pasti, berdasar hasil rapat dengan pihak terkait, diputuskan untuk memperpanjang kebijakan pembelajaran di rumah hingga 14 Juni 2020,” ucap mantan Kepala Disdik Hulu Sungai Selatan ini.

Menurut dia, dalam menghadapi new normal, telah disiapkan tiga skenario dengan melihat perkembangan kasus Covid-19 di Kalsel. Skenario pertama pada pertengahan Juni atau awal Juli sudah masuk sekola.

Kemudian, papar Yusuf, skenario kedua adalah pada September 2020 nanti, siswa kembali masuk sekolah dan skenario ketiga diagendakan pada Desember diberlakukan sistem belajar mengajar tatap muka di kelas.

“Mengenai kebijakan new normal, kami juga telah melakukan sosialisasi agar setiap sekolah menyiapkan diri untuk mematuhi protokol kesehatan. Khusus siswa juga harus  membawa bekal sendiri dari rumah agar mengurangi interaksi di sekolah,” ucap Yusuf.

Senada itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto menegaskan Banjarmasin pertama kali menerapkan kebijakan libur sekolah demi menghindari siswa dari terjangkit Covid-19.

“Kami juga sudah memperpanjang kebijakan belajar di rumah saja hingga tahun ajaran baru, berarti 13 Juli nanti, siswa baru masuk sekolah,” ucap Totok.

BACA JUGA : Belajar dari Rumah Kembali Diperpanjang, Rapor Siswa Dikirim Via WA dan Email

Menurut dia, seluruh siswa juga harus membuat email sehingga materi pembelajaran dibagikan melalui surat elektronik (surel). Termasuk, menyiapkan link google untuk memudahkan siswa mengakses materi pembelajaran.

“Kami juga terus melakukan koordinasi dengan puhak terkait, agar proses pembelajaran tetap berlangsung selama wabah Covid-19,” cetus Totok.

Usai mendapat tanggapan dari peserta diskusi onlne, Kepala Disdikbud Kalsel Yusuf Effendi mengakui di tengah pandemi, banyak siswa yang harus ketinggalan materi pelajaran.

“Inilah mengapa kami tekankan agar para guru dan orangtua saling bekerjasama dalam mengatasi itu. Untuk fasilitas pembelajaran daring, sudah diberikan bantuan operasional sekolah daerah (BOSDA) oleh Pemprov Kalsel,” ucap Yusuf.

Hingga terpaksa, kata Yusuf, rencana pembangunan empat sekolah di APBD Kalsel tahun 2020 terpaksa ditunda, karena dananya dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Lain lagi dengan Totok. Menurut dia, walau sudah disiapkan google education dalam mempermudah proses pembelanjaran, namun ternyata hanya 10-15 persen orangtua atau siswa yang bisa mengaksesnya.

“Ini terkait maalah askses internet. Makanya, kami minta agar siswa yang tergolong mampu bisa membantu temannya mengakses internet,” ucapnya.

BACA JUGA : Pasar dan Mall Dibuka, Walikota Ibnu Sina : Jangan Lagi Dibandingkan dengan Masjid

Begitupula, beber Totok, untuk  proses belajar mengajar siswa PAUD, diberdayakan agar orangtua membimbing anaknya melaporkan apa saja yang sudah dikerjakan kepada gurunya.

“Kami jamin honor semua guru selama pandemi Covid-19 tetap dibayar. Tidak ada pemangkasan,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis Ipik Gandamana
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.