Husairi Abdi

Hasil Survei Pustekkom 60 Persen Guru di Indonesia Gagap Teknologi Informasi

0

KEPALA Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Gatot Suhartowo menyebut saat ini dari total guru yang ada di Indonesia, baru 40 persen yang melek dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Selebihnya, masih 60 persen guru masih gagap dengan kemajuan di era digital ini.

FAKTA berdasar hasil survei tahun 2018 yang dilakukan Pustekkom ini diungkap Gatot Suhartowo saat memimpin rapat koordinasi nasional (rakornas) TIK di Hotel Novotel Banjarbaru, sejak 18-21 Maret 2018 yang dibuka Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Heriansyah, Selasa (19/3/2019).

Menurut Gatot, jika total umum guru di Indonesia mencapai tiga juta orang, berarti baru 1,2 juta yang melek dengan teknologi informasi komunisasi. Sisanya sebanyak 1,8 juta guru masih gagap alias tidak siap dengan kemajuan zaman.

BACA : Revolusi Industri 4.0 Menuntut Pelaku UMKM Harus Melek Teknologi Informasi

“Ada beberapa penyebabnya. Jika dikerucutkan menjadi tiga faktor yakni karena kompetensi guru-guru di Indonesia sangat rendah dalam dunia TIK. Kita sadari ini 30 persen yang ada di Indonesia sudah berusia di atas 45 tahun, bahkan sudah mau memasuki masa pensiun. Jadi, kompetensi TIK ini sepenuhnya dikuasai,” tutur Gatot.

Faktor kedua, beber Gatot, dikarenakan konten teknologi pendidikan masih minim dan faktor ketiga adalah perlu adanya fasilitas dan infrastruktur yang memadai di daerah-daerah.

“Makanya, Pustekkom Kemendikbud ikut memberikan fasilitas TIK kepada sekolah-sekolah, agar infrastrukturnya terpenuhi minimal saat PPBD online dan UNBK,” ujarya.

BACA JUGA : Maksimalkan Sistem Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Komunikasi

Gatot menambahkan untuk meningkatkan tenaga guru yang melek teknologi berbasis TIK dalam bahan ajarnya itu, Pustekkom telah menggelar beberapa program membuat bahan ajar, seperti diklat berbasis online yang terjaring sebanyak 16 ribu guru.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Heriansyah berharap dalam rakornas TIK yang membahas pendayagunaan televisi edukasi untuk menguaatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan bisa menghadirkan beberapa aplikasi dan platform sosial media dan e-commerce yang memberikan dampak positif bagi perkembangan dunia pendidikan.

“Berkat teknologi, saat ini akses bagi pendidikan sebenarnya sudah mulai terbuka lebar. Ketergantungan manusia yang tinggi terhadap teknologi, membuat dunia pendidikan juga ikut beradaptasi,” paparnya.

Dia berharap melalui teknologi informasi dan komunikasi, kegiatan belajar mengajar cenderung berjalan dua arah. Intinya, siswa dapat menerima pembelajaran yang disediakan melalui aplikasi atau website, seperti rumah belajar, TV edukasi milik Kemendikbud.

“Terpenting dalam rakornas TIK adalah inovasi untuk mempertahankan eksestensi di era modern sekarang. Dengan inovasi dapat meningkatkan daya saing dan mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain,” ucapnya.

BACA LAGI : Pesatnya Teknologi Informasi Harus Dirasakan Sekolah di Pedesaan

Dalam kesempatan itu, Kepala Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel Syamsi Riduan mengatakan para guru perlu dirangsang untuk membut dan mengolah serta mempraktikkan bahan ajar berbasis TIK. “Makanya, kami selalu melakukan bimbingan teknis terhadap guru-guru SMA dan SLB yang ada di Kalsel,” ucapnya.

Ia menyebut pihaknya juga telah melaksanakan streaming radio edukasi serta memiliki wahana angkasa dalam mempelajari planet-planet luar angkasa. “Bahkan, program ini hampir setiap hari dikunjungi siswa maupun mahasiswa,” kata Syamsi Riduan.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.