Cegah Dampak Negatif Permainan Lato-Lato, Disdik Kota Banjarmasin Keluarkan Surat Edaran

0

PERMAINAN lato-lato bakal tidak diizinkan lagi dimainkan di lingkungan belajar oleh siswa sekolah tingkat TK, SD dan SMP. Sebagaimana disebutkan dalam surat edaran kantor Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin.

SURAT edaran dengan nomor 420/ 206- Sekr/Dipendik Banjarmasin, yang dikeluarkan pada Selasa (10/1/2023) berisikan pelarangan penggunaan lato-lato di lingkungan satuan pendidikan.

Terdapat dua poin dalam edaran tersebut, yakni meminta pihak sekolah membuat edaran agar siswa tidak membawa lato-lato ke sekolah. Kemudian mengimbau kepada para orangtua siswa untuk mengawasi anaknya di saat menggunakan permainan lato-lato.

BACA: Lato-lato; Mainan Jadul yang Kini Viral dan Digandrungi Anak-Anak Milenial

Viralnya permainan Lato-Lato di kalangan siswa dinilai sering dimainkan tidak sesuai pada tempatnya. Ditambah dampak negatif, seperti mengganggu kenyamanan dalam pembelajaran, cedera fisik, sampai kerusakan sarana prasarana di sekolah.

Menanggapi surat edaran tersebut, Muhammad Nasir salah sorang wali murid, warga jalan Belitung, Kecamatan Banjarmasin Barat, mendukung atas upaya pencegahan tersebut.

“Kami mendukung, sebagai orang tua yang juga mempunyai anak yang masih duduk sekolah dasar, kalau sedang asik main lupa belajar. Namun lebih baik main lato-lato daripada bermain game online dan banyak korbannya kecanduan bermain game online,” ujarnya.

“Kalau bermain lato-lato suaranya memang mengganggu, apalagi kalau dimainkan saat orang sedang beristirahat. Tapi bisa aja kita nasehati, dan disampaikan agar anak tetap bermain lato-lato di tempat dan waktu yang tepat,” tutupnya.(jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.