TPA Basirih Diperkirakan Dapat Bertahan Hingga 2 Tahun Lagi

0

KEPALA Dinas Lingkungan Hidup Alive Yoesfah Love melakukan kunjungan ke tempat pembuangan akhir (TPA) Basirih, Jumat (6/1/2023).

DALAM kunjungannya, Alive Yoesfah Love menerangkan bahwasanya TPA Basirih yang saat ini digunakan sebagai tempat pembuangan utama di Banjarmasin ini, kemungkinan hanya akan bertahan untuk 2 tahun kedepan.

Diketahui, volume sampah yang semakin meningkat, berbanding dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk yang signifikan. Sampai hari ini, jumlah volume sampah yang masuk setiap harinya bisa mencapai 450 ton.

BACA: Timbunan Sampah Banjarmasin di TPS Terus Meningkat? Ini Kiat Solusi dari Pegiat Lingkungan

“Volume sampah memang kita akui tiap hari, tiap tahunnya selalu bertambah karena menyesuaikan dengan pertumbuhan penduduk. Setiap orang pasti akan menghasilkan sampah, jadi mungkin sampai hari ini sekitar 450 ton perhari sampah yang masuk,” jelas Alive Yoesfah Love.

Jumlah ini sudah termasuk pengurangan, karena beberapa kebijakan yang dilakukan, seperti kebijakan Perwali Banjarmasin tentang sampah plastik.

TPA seluas 39 hektar ini sekarang 20 hektarnya digunakan untuk pengelolaan timbunan sampah, sedangkan sisanya digunakan untuk bangunan dan pengelolaan lainnya.

Alive menjelaskan, akan mengusahakan lagi penambahan lahan seluas 4 hektar. “Di tahun ini juga mudahan bisa disetujui, untuk penambahan 4 hektar di lahan,” jelas beliau.

BACA JUGA: Volume Sampah Banjarmasin Capai 400-500 Ton Sehari, DLH Tawarkan Program PDU di RT dan RW

Dirinya juga menerangkan masih mensurvey dan mencari tempat untuk membuat tempat pembuangan sementara (TPS) baru yang ada di Banjarmasin, karena terhitung sudah 13 TPS yang ditutup beberapa tahun kebelakang ini.

“Hingga tahun 2022 yang lalu, ada 13 TPS yang kami tutup,” ucapnya.

Dari penutupan ini beliau menjelaskan akan melakukan Gerakan Surung Sintak atau sistem jemput langsung sampah ke pemukiman, bekerja sama dengan petugas kebersihan daerah setempat.

“Jadi kami yang mendatangi. Karena keterbatasan TPS, maka kami yang akan melakukan jemput bola, bersepakat dengan paman gerobak (petugas kebersihan) dan masyarakat yang nyaman (lokasinya) untuk membuang. Kami yang datang, anda siapkan tempat dan jamnya,” bebernya.

BACA LAGI: Tukar Sampah Plastik, Ribuan Warga Ikuti Jalan Santai Karang Taruna di Depan Balai Kota Banjarmasin

Tentang pengelolaan sampah di Banjarmasin, beliau mengimbau masyarakat agar bisa memilah dulu sampah dari rumah sebelum dibuang. Semisal seperti sampah plastik, sampah organik, dan sampah jenis lainnya agar nantinya mempermudah dalam pengelolaan sampah.

“Jangan sampai sampah dibuang sembarangan di jalan. Sesuaikan waktu membuang sampah, yaitu pukul 6 pagi dan 6 sore, di luar itu tolong jangan dibuang,” imbaunya.

Pemangku wilayah seperti Lurah hingga RT diharap juga turut terlibat, dalam mengelola masalah sampah ini dengan baik. “Khusus para lurah dan pemangku wilayah sangat kami harapkan untuk bisa bekerja sama dan berkoodinasi, bagaimana kita mengelola sampah ini dengan baik,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Fery Hidayat
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.