Supercamp SMA Al Mazaya Islamic School, Kunjungi Lok Baintan Hingga Pulau Curiak

0

SMA Al Mazaya Islamic School Banjarmasin karya wisata ke Pasar Terapung Lok Baintan, Pulau Curiak dan Mesjid Sultan Suriansyah Banjarmasin, Rabu (16/11/2022).

KETUA Pelaksana Kegiatan, Yulita Safitri menyampaikan karya wisata ini merupakan bagian dari kegiatan Supercamp (Math, English, Science-Social Camp) yang digelar oleh SMA Al Mazaya Islamic School Banjarmasin.

“Kegiatan ini sebagai bentuk menambah pengetahuan, pengalaman, serta pelatihan untuk peserta didik memahami,  menganalisa, dan mengamalkannya dikehidupan bermasyarakat terkait fenomena alam dan sosial yang terjadi. Dalam observasi kali ini di Pasar TerapungLok Baintan, Pulau Curiak, dan Masjid Sultan Suriansyah,” ucap Yulita kepada jejakrekam.com.

BACA : Lulusan Al Mazaya Islamic School Diwisuda Dan Dikukuhkan

Yulita menerangkan, setiap lokasi karya wisata, peserta didik terlibat langsung dan dapat meliat wujudnya secara nyata.

“Misalnya saja di Pulau Curiak, peserta didik dapat menelaah langsung jenis-jenis flora dan fauna. Salah satunya seperti  Manggrove, dan Timpakul, dan lainnya,” katanya.

Adapun saat di Pasar Terapung Lok Baintan, peserta didik mengamati fenomena sosial yang terjadi seperti interaksi sesama pedagang maupun interaksi pedagang dan pembeli.

“Di Pasar Terapung Lok Baintan para pedagang menarik minat pembeli  menggunakan sebuah pantun. Kemudian peserta didik juga melakukan wawancara langsung dengan pedagang Pasar Terapung setiap harinya,” ujarnya

Di Pasar Terapung kata Yulita, peserta didik diajak mengamati aliran fluida air, kemudian perihal kelotok beriringan, pergerakan kelotok atau jukung saat ada ombak besar, kecepatan, tekanan air, bentuk jukung, hingga titik keseimbangan sebuah kapal tongkang.

BACA JUGA :  SMK Maestro Islamic School, SMP dan SMA Almazaya Pembelajaran Daring Pembuatan Cairan Antiseptik

“Di LKPD ada pertanyaan kenapa bentuk jukung/kelotok runcing bukan bulat. Jawabannya karena fungsinya membelah air. Jika bulat dapat terbawa arus hal itu dapat mempengaruhi kecepatan jukung,” tuturnya.

Kemudian, ketika melihat kapal tongkang yang membawa batu bara dibikin kerucut. Yulita kata kalau tumpukan batubara diratakan titik keseimbangan hilang apalagi saat ombak datang kapal dapat terombang-ambing. Sementara untuk  kerucut kalau di fisika itu menjadi titik tumpu keseimbangan di tengah. Sehingga tidak terlalu mempengaruhi.

BACA LAGI :  Ratusan Siswa Al Mazaya dan Maestro Divaksinasi Covid-19

“Di Pulau Curiak peserta didim mendapat kan pengetahuan seperti cara penanaman Manggrove, mengenal tempat konservasi penelitian flora dan fauna, hingga mengetahui ciri-ciri hewan endemik Kalimantan yakni Bakantan,” tuturnya.

Untuk karya wisata di Masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin peserta didik diajak untuk mengetahui sejarah peradaban islam di Banjarmasin.

“Selama karya wisata, peserta didik aktif dan sangat antusias. Saya harap peserta didik dapat pengalaman luar biasa, terlatih dan siap memasuki arena perkuliahan nanti,” tutupnya.

Sekadar diketahui, karya wisata ini merupakan salah satu program dalam kegiatan Supercamp (Math, English, Science-Social Camp) yang dihelat SMA Al Mazaya Islamic School Banjarmasin setiap tahunnya. Diikuti 30 peserta didik kelas XII dan 6 guru, peserta didik antusias ikuti Supercamp tahun 2022.(jejakrekam)

Penulis Sheilla Farazela
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.