HMI Cabang Banjarmasin Akan Blokade Pelabuhan Pertamina Banjarmasin Buntut Kenaikan BBM Dan TDL Oleh Pemerintah

0

HIMPUNAN Mahasiswa Islam Cabang Banjarmasin soroti kebijakan pemerintah menaikkan bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL), pada bulan Juli 2022 lalu.

KETUA Bidang Perguruan Tinggi dan Kepemudaan (Kabid PTKP) HMI Cabang Banjarmasin, Ridha Nazemi menerangkan, pihaknya tidak segan untuk memblokade Sungai Barito dengan perahu hingga harga kembali normal.

“Kalau kebijakan ini diteruskan, kami tidak akan segan memblokade Sungai Barito khususnya Pelabuhan Pertamina Banjarmasin, dengan perahu-perahu kecil dari lalu lintas kapal pengangkut minyak dan batubara hingga harga kembali dinormalkan.” katanya, Minggu (28/8/2022) malam.

“Saat ini kami masih terus berkoordinasi dengan rekan-rekan mahasiswa di Banjarmasin, untuk bersama-sama menyerukan penolakan kebijakan kenaikkan BBM dan TDL tersebut,” lanjutnya.

BACA: Desak Harry Wijaya Mundur dari Jabatan, HMI Somasi Ketua DPRD Kota Banjarmasin

Dikatakan Nazemi, sebagian besar sumber dari kekayaan alam di daerah kami sudah banyak dikeruk dan diambil untuk kepentingan nasional.

“Dengan adanya kebijakan dari pusat untuk menaikkan harga BBM dan TDL tentu itu keputusan tak bertuan, ini menyakiti hati kami selaku anak daerah, sudah cukup kita sakit dari tahun-tahun lalu, jangan ditambah lagi,” terangnya.

Ridha Nazemi menambahkan, bahwa saat ini Indonesia dikejutkan dengan kenaikkan harga beli BBM dan TDL. Dalam faktanya, masyarakat tidak pernah menyicil bahkan berhutang untuk membelinya, HMI Banjarmasin menyerukan agar seluruh golongan masyarakat termasuk ’emak-emak’ bekerja sama melakukan penolakan.

HMI Banjarmasin menolak keras kenaikkan tersebut, dan mengajak mahasiswa, emak-emak, petani, buruh, rakyat sipil dan seluruh golongan masyarakat menuntut keras kebijakan kenaikkan harga BBM dan TDL.

“Kenaikan BBM dan TDL adalah salah satu bentuk pembodohan, dan masyarakat dipaksa untuk pasrah menerima kebijakan tersebut. Karena tidak memiliki transparansi terhadap masyarakat, mengapa keputusan seperti itu diambil sepihak,” tutupnya.(jejakrekam)

Penulis Iman Satria
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.