Berumur Puluhan Tahun, Tak Pernah Dirawat, Kondisi Bangunan Pasar Sentra Antasari Kian Rapuh

0

TRAGEDI berdarah yang terjadi di Pasar Sentra Antasari pada Jumat (14/1/2022) dini hari sekitar pukul 04.10 Wita, diduga karena kondisi bangunan pasar dibangun PT Giri Jaladhi Wana (GJW) sudah mulai rapuh.

UNTUK diketahui, kejadian yang menewaskan pedagang ayam potong Pasar Sentra Antasari bernama Rohmah (20 tahun) yang tengah hamil tua, akibat kena serpihan tembok atau pagar pembatas eks Terminal Angkot Sentra Antasari.

Pagar pembatas eks Terminal Angkot Sentra Antasari ini diseruduk mobil pickup yang mengangkut pisang, hingga reruntuhan berjatuhan dari lantai 2 ke lantai dasar. Nahas, saat itu ada seorang pedagang ayam yang tengah berada di bawah, hingga kejadian itu menelan korban jiwa.

Kasus ini dikabarkan tengah diusut pihak kepolisian khususnya jajaran Polresta Banjarmasin. Ini setelah, polisi telah berada di lokasi kejadian. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi.

BACA : Terkait Sentra Antasari, PT GJW Tunggu Sikap Pemkot Banjarmasin

“Kejadian tragis yang menewaskan seorang pedagang ayam potong ini sekitar pukul 04.10 pagi. Tiba-tiba saja, reruntuhan pagar pembatasan eks Terminal Angkot Sentra Antasari jatuh ke bawah, nahas menimpa pedagang,” ucap Saipul, petugas parkir Pasar Sentra Antasari kepada jejakrekam.com, Jumat (4/1/2022).

Menurut dia, biasanya tidak ada mobil pickup maupun angkot yang naik ke bekas terminal. Ini karena sejak dibangun dan selesai di masa Walikota Sofyan Arpan (periode 1999-2004), tidak pernah dipakai lagi.

Itu ketika, pemilik bangunan PT Giri Jaladhi Wana (GJW) memindahkan lokasi Terminal Sentra Antasari ke depan pasar tradisional di Jalan Pangeran Antasari Banjarmasin itu. “Makanya, kami heran ada mobil pickup yang naik ke bagian atas bekas terminal itu, hingga menabrak pagar pembatas atau tembok,” ucap Saipul.

BACA JUGA : Dikuatkan LO Kejari Banjarmasin, Pasar Sentra Antasari Bisa Diambil Alih Pemkot

Pedagang Pasar Sentra Antasari, H Rahmani pun menduga daya tahan bangunan yang telah berusia lebih dari 20 tahun itu sudah mulai rapuh. Apalagi, selama ini tidak ada perawatan dari pengelola Pasar Sentra Antasari.

“Banyak bagian dari Pasar Sentra Antasari ini terlihat tak terawat dan sebagian besar juga sudah banyak bolong-bolong dan rapuh,” kata H Rahmani.

Kondisi mobil pickup yang menabrak pagar pembatas eks Terminal Angkot Pasar Sentra Antasari. (Foto Istimewa)

Dari awal dibangun PT GJW, H Rahmani mengakui seharusnya bagian atas itu difungsikan menjadi terminal angkot dengan rute naik dari bagian Jalan Jati (kini Jalan Pangeran Antasari) dan keluar menuju ke perempatan jalan atau samping Masjid Agung Miftahul Ihsan.

“Tapi itu bisa direalisasikan pihak pengelola, karena jalur untuk angkot itu sudah tertutup karena dipenuhi para pedagang sayur mayur dan lainnya,” ucapnya.

BACA JUGA : Tertimpa Reruntuhan Tebing Penyangga Eks Terminal Antasari, Ibu Hamil Tua Meninggal Dunia

Dari pantauan jejakrekam.com di lokasi kejadian, tampak mobil pickup pengangkut pisang itu masih bertengger di bagian tembok pagar yang rusak usai diseruduk. Agar mobil itu tak jatuh, para pedagang pun memasang alat penyangga, karena tak ingin ada korban lagi.

“Kalau dilihat sebenarnya beton itu sudah terlihat rapuh. Apalagi di bagian atas Pasar Sentra Antasari. Kalau dilihat mobil pickup itu tidak lecet sedikit pun usai menabrak beton,” komentar seorang pedagang lainnya biasa saban subuh mengambil dagangan untuk dijual ke pasar lainnya di Banjarmasin.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang.(jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.