Cegah Lakalantas di Kawasan Sekolah, Banjarmasin Saat Ini Sudah Punya 6 ZoSS

0

BAGI pengendara yang melintas di kawasan diberi tanda Zona Selamat Sekolah (ZoSS), harus hati-hati. Ini berarti, di kawasan itu banyak lalu lalang aktivitas para siswa atau sekolah.

ZoSS sendiri berarti kawasan di sekitar sekolah yang perlu dikendalikan lalu lintas kendaraan menyangkut kecepatan, parkir, menyalip, pejalan kaki yang menyeberang jalan.

Pengendalian perlu dilakukan mengingat banyak anak-anak sekolah yang berjalan kaki menuju sekolah. Terlebih lagi, untuk anak sekolah dasar (SD) maupun SMP, masih rentan dalam berlalu lintas. Khususnya, saat menyeberang jalan di depan sekolah.

Tak mengherankan, ada tanda khusus baik di trotoar, warna jalan di depan sekolah yang biasanya dicat ala karpet merah, hingga dilengkapi rambu lalu lintas untuk para pengendara mengurangi kecepatan minimal 25 kilometer per jam, rambu larangan parkir, rambu dilarang menyalib.

Marka jalan berupa marka zebra cross, marka dilarang parkir, marka membujur dan melintang lainnya (dengan luasan pengecatan markah berwarna merah yang cukup luas, pada satu sisi atau dua sisi bidang jalan).

BACA : Terbanyak Siswa Disibilitas, Zona Sekolah Aman Digarap di Kelurahan Gadang

Lampu lalu lintas (bukan warning Light) bila diperlukan (merupakan rambu pendukung/bagian terpisah dan bukan bagian inti dari pelaksanaan markah zona selamat sekolah), khususnya di sekolah yang berada di pinggir jalan arteri yang padat.

Hal itu diungkap Kepala Bidang Keselamatan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin, Slamet Bedjo kepada jejakrekam.com, Jumat (19/11/2021). Menurut dia, penetapan ZoSS merupakan bagian dari manajemen rekayasa lalu lintas. Hal itu untuk memberi prioritas keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki di kawasan sekolah.

“Makanya, untuk beberapa kawasan yang dianggap rawan, Dishub Banjarmasin akan mengupayakan agar dibuat ZoSS. Terutama untuk sekolah-sekolah yang berada di pinggir jalan,” kata Bedjo.

BACA JUGA : Simak Fungsi Marka Merah di Traffic Light Banjarmasin

Dia menyebut kelompok usia pelajar sekolah merupakan kelompok yang paling rawan mengalami kecelakaan lalu lintas. Disebabkan karena tidak sedikit sekolah yang berdekatan, atau bahkan ada di samping jalan raya.

Bedjo melanjutkan, pergerakan para pelajar di sekolah, terutama saat berangkat dan pulang serta minimnya pengetahuan keselamatan lalu lintas menjadi faktor yang meningkatkan potensi kecelakaan bagi pelajar.

Masih menurut Bedjo, saat ini di Banjarmasin telah ada enam ZoSS, bahkan terus diupayakan untuk menambah daftarnya. Terutama dari hasil kajian lalu lintas bagi sekolah yang berada di tepi jalan raya yang padat.

“ZoSS merupakan salah satu antisipasi tingginya potensi kecelakaan yang dialami para pelajar. Memang, saat ini, belum sekolah bisa bisa dibuatkan ZoSS,” kata Bedjo.

BACA JUGA : Kanalisasi Kendaraan Bermotor Diberlakukan Kembali di Jalan A Yani

Namun, beber dia, sedikit demi sedikit, sekolah yang tergolong rawan sudah diajukan untuk dibuat ZoSS. Untuk di Banjarmasin, ada empat ZoSS yakni SMPN 3 di Jalan Pangeran Antasari, Karang Mekar, Banjarmasin Timur dan SMPN 26 di Jalan Achmad Yani Km 2,5, Sungai Baru, Banjarmasin Tengah.

Kemudian, SDN Gadang 2 di Jalan AES Nasution, Kelurahan Gadang, Banjarmasin Tengah dan SDN Pasar Lama 1, Jalan S Parman, Pasar Lama, Banjarmasin Tengah. Untuk lokasi baru ZoSS yang tengah dikerjakan adalah SMAN 6 di Jalan Belitung Darat, Kelurahan Belitung Utara, Banjarmasin Barat dan SDN Melayu 7, Jalan Kampung Melayu Darat (Kamelda), Kelurahan Melayu, Banjarmasin Tengah.

BACA JUGA : Digagas Proyek Jalan Layang di Kawasan Veteran, Bagaimana Nasib Rancangan China Town?

“Jadi, saat ini baru ada enam sekolah yang telah ditetapkan ZoSS. Ya, ZoSS ini memberi keselamatan bagi anak sekolah. Di satu zona ada zebra cross, dan marka jalan,” kata Bedjo.

Ke depan, ditegaskan Bedjo lagi, Dishub Banjarmasin ingin menerapkan ZoSS bagi semua sekolah yang berada di pinggir jalan raya, sehingga keselamatan anak didik menjadi prioritas.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.