Husairi Abdi

Perebutan Kursi Gubernur Kalsel 2024 Diprediksi Jadi Tarung Bebas Elite Politik Banua

0

PENGAMAT politik Uniska Muhammad Arsyad Al Banjary Banjarmasin, Muhammad Uhaib As’ad memprediksi laga perebutan kursi Gubernur Kalimantan Selatan pada pilkada 2024 mendatang, jauh lebih seru dibanding suksesi sebelumnya. Ini karena, dari bursa kandidat akan banyak didominasi wajah baru.

SAAT ini, mulai bermunculan sejumlah nama yang dikabarkan bakal maju bertarung di perhelatan politik Banua. Sebut saja, Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar yang merupakan Ketua DPW PKB Kalsel, Ketua Fraksi PDIP DPRD Kalsel HM Rosehan Noor Bachri yang juga mantan Wakil Gubernur Kalsel. Kemudian, ada pula nama Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PAN, Pangeran Khairul Saleh hingga nama Wakil Gubernur Kalsel H Muhidin yang merupakan Ketua DPW PAN Kalsel.

“Selain empat nama ini, ada pula yang mengaitkan gerakan politik anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Muhammad Rifqinizamy Karsayuda juga berkelindan dengan pesta demokrasi mendatang. Walau masih lama, namun gerakan politik pasca Gubernur Kalsel Sahbirin Noor telah dua periode ini terlihat mengemuka di publik,” ucap Uhaib As’ad kepada jejakrekam.com, Minggu (17/10/2021).

BACA : Hasil Pemilu 2024 Jadi Syarat Pencalonan Kepala Daerah di Pilkada 2024

Menurut dia, pilkada ke depan akan menyuguhkan tarung besar ala tinju di atas ring, berbeda dengan pengalaman pilkada sebelumnya, ketika masyarakat Kalsel terpolarisasi antara kekuatan petahana; Sabirin Noor alias Paman Birin dengan penantangnya, Denny Indrayana di even pilkada 2020 lalu.

“Jika membaca kans politik H Muhidin yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Kalsel, tentu tidak seperti Paman Birin. Di tengah pengalaman pilkada sebelumnya yang telah terkanal pada dua kekuatan, masyarakat Banua sebenarnya sudah melek politik,” bebernya.

Bahkan, Uhaib menilai masyarakat Kalsel selaku pemilik suara sudah tercerdaskan ketika pertarungan sengit antara Paman Birin versus Denny Indrayana tersaji pada pilkada 2020 lalu. Uhaib pun menganalogikan pilkada nanti justru seperti pasar bebas, karena tidak ada lagi petahana. Ia pun menyebut sosok Mardani H Maming (Ketua DPD PDIP Kalsel) akan muncul sebagai petarung, walau selama ini terkesan berada di balik layar.

BACA JUGA : Terpilih Aklamasi; Pilkada 2024, DPP PAN Inginkan Muhidin Jadi Gubernur

“Ya, kalau boleh dibilang nanti ada figur Zairullah Azhar, Mardani H Maming, Pangeran Khairul Saleh, H Muhidin serta figur lainnya. Ini akan lebih menarik, seperti Zairullah Azhar walau dua kali gagal dalam Pilgub Kalsel pada 2010 dan 2015, tentu kesempatan ketiga akan dimanfaatkannya. Apalagi, PKB juga punya basis massa serta raihan suara yang cenderung terus naik di Kalsel,” kata doktor lulusan Universitas Brawijaya Malang ini.

Ia hakkul yakin saat ini tokoh-tokoh politik Banua itu bukan hanya menyiapkan langkah menatap Pemilu 2024, namun juga mulai bermain peran menggaet simpati publik untuk menuju suksesi tiga tahun mendatang.

“Ya, saya katakan tadi, akan terjadi tarung bebas di Pilkada Kalsel 2024 nanti. Sebab, pada pilkada nanti menjadi pertarungan elit politik Banua. Ini ditambah dari figur pendamping, bisa saja nanti dari kalangan para bupati atau walikota yang juga telah dua periode memimpin. Jadi, dari bursa bakal calon Wakil Gubernur Kalsel pun akan banyak tersedia,” tandas Uhaib.

BACA JUGA : Usai Birin Dua Periode, Suksesi Kalsel 2024 Diprediksi Didominasi Wajah Lama dan Baru

Menariknya, Wakil Ketua III DPRD Kalsel HM Rosehan Noor Bachri dengan ikon Julak Rossi pun menyatakan siap untuk dicalonkan sebagai gubernur pada pilkada 2024 mendatang. Dengan pengalaman di dua pilkada pada 2005 sebagai pendamping Rudy Ariffin bertagline 2R dan berikutnya maju bersama eks Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Saiful Rasyid menjual jargon Rossa pada pilkada 2010, Rosehan pun menyatakan siap jika mendapat kepercayaan dari partainya.

Dasar pertimbangan Rosehan adalah dirinya juga merupakan peraih suara terbanyak untuk PDIP di Pemilu 2019 lalu di dapil Banjarmasin. Bahkan, Rosehan termasuk anggota dewan yang paling tokcer dalam pemilu, selalu langgan duduk di DPRD Kalsel. Sebut saja, pada Pemilu 1999 hingga Pemilu 2019 lalu.(jejakrekam)

Penulis Ipik Gandamana
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.