Husairi Abdi

Jalan Gubernur Syarkawi Mulai Diperbaiki, Anggota DPR RI Apresiasi Menteri PUPR

0

KONDISI sejumlah ruas jalan yang ada di Kalimantan Selatan mengalami kerusakan cukup parah, akibat terjangan banjir, beberapa waktu lalu. Kini aktivitas perbaikan pun mulai dilakukan pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XI Banjarmasin.

PROSES pengurukan, penimbunan hingga pengaspalan sejumlah titik yang mengalami kerusakan telah dilakukan pekerja. Seperti terlihat di ruas Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar yang menghubungkan Jalan Trans Kalimantan, Kabupaten Barito Kuala.

Warga Banjarmasin, Hariyadi mengakui ruas Jalan Gubernur Syarkawi masih rusak, sehingga saat mengantar barang menuju ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terpaksa harus menggunakan jasa penyeberangan di kawasan Kayutangi Ujung, Alalak Utara Banjarmasin terkoneksi ke Berangas, Kecamatan Alalak.

“Memang, kalau nekat melintas di ruas Jalan Gubernur Syarkawi, kondisi truk yang akan rusak. Apalagi, waktu banjir, beberapa waktu lalu, ada badan jalan yang putus dan beberapa truk angkutan sempat mengalami kerusakan. Ada yang patah di bagian has, ban pecah dan lainnya,” ungkap Hariyadi kepada jejakrekam.com, Senin (8/3/2021).

BACA : Antrean Mengular Hingga ULM, BPJN Sebut Jalan Gubernur Syarkawi dalam Perbaikan

Namun, kini, ruas Jalan Gubernur Syarkawi itu telah mulai diperbaiki. Menurut Hariyadi, dengan diperbaikinya akses jalan itu, maka ongkos angkut yang selama ini membengkak akibat harus menggunakan jasa feri penyeberangan bisa ditekan. Apalagi, hingga kini, pembangunan Jembatan Sungai Alalak (Kayutangi) belum rampung, sehingga angkutan menuju ke Kalteng terpaksa harus melintas ke Jalan Gubernur Syarkawi.

Anggota Fraksi PPP DPR RI Syaifullah Tamliha pun mengaku bersyukur karena usulan perbaikan beberapa jembatan dan jalan yang rusak akibat banjir ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta, telah direspon cepat.

Dalam surat wakil rakyat asal Kalsel tertanggal 24 Februari 2021 yang ditujukan ke Menteri PUPR di Jakarta, terungkap dari hasil reses yang dilakukannya soal kerusakan sejumlah ruas jalan dan jembatan di Banua.

Syaifullah Tamliha membeberkan dari hasil reses masa persidangan III tahun 2020-2021, banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat kepada dirinya. Dalam kunjungan kerja (kunker) itu, Syaifullah pun mengabarkan desakan masyarakat Kalsel untuk percepatan perbaikan jalan dan jembatan pasca banjir besar.

BACA JUGA : Gugatan Class Action Korban Banjir Kalsel: Tim Advokasi Siap Jemput Bola Aduan Warga

Mantan anggota DPRD Kalsel ini mengungkapkan ruas Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar mengalami rusak berat, kemudian Jembatan Mataraman, Kecamatan Astamul di Kabupaten Banjar juga putus. Kemudian, pembangunan Jembatan Sungai Alalak (Kayutangi) di Banjarmasin belum rampung turut mempengaruhi proses pendistribusian barang.

“Perbaikan jalan dan jembatan memang sangat mendesak, sebab merupakan jalur jalan dan jembatan yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Selatan ke Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur,” tulis Syaifullah Tamliha.

Ia juga mengungkapkan ruas jalan dan jembatan memang harus segera diperbaiki agar selama ini menjadi jalur utama distribusi pangan, gas elpiji (LPG) dan bahan bakar minyak Pertamina tidak menjadi langka. Surat Syaifullah Tamliha yang juga anggota Komisi I DPR RI ini ditembuskan ke Presiden RI di Jakarta dan Pj GubernurKalsel di Banjarmasin.(jejakrekam)

Penulis Rahim
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.