Syuting Pertama Dimulai, Film Nyai Undang Ditarget Tayang pada HUT Kabupaten Kapuas

0 186

DIANGKATNYA situs Nyai Undang yang berada di Kecamatan Bataguh untuk dibuat menjadi film, merupakan upaya Pemkab Kapuas dalam melestarikan dan menyebarluaskannya. Hal ini agar bisa  lebih diketahui masyarakat dan dapat menjadi daya tarik wisata di kabupaten Provinsi Kalimantan Tengah berbatasan dengan Kalimantan Selatan.

“ALASAN kami memilih situs Nyai Undang karena ini merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Kabupaten Kapuas, karena cerita ini sudah meluas kemana-mana. Untuk itulah melalui pembuatan film ini, Pemkab Kapuas berupaya dalam melestarikan dan menyebarluaskannya kepada masyarakat,” ucap Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kapuas, H Suparman saat memulai syuting perdana, belum lama tadi.

Ia mengatakan kegiatan pembuatan film ini mengacu kepada cerita yang ditulis oleh tokoh-tokoh masyarakat di Kabupaten Kapuas. Bahkan, termasuk pula hasil penelitian survey dari dunia akademisi. 

“Alur  cerita Nyai Undang ini kami dapatkan dari beberapa sumber, diantaranya dari buku yang berjudul The Lost City yang bercerita tentang Nyai Undang. Kami juga mendengarkan cerita-cerita dari tokoh masyarakat, yang mana kita padukan keduanya,” tutur Suparman.

BACA : Casting Kedua Pemain Film Nyai Undang Dibuka Lagi

Untuk pemerannya sendiri, Pemkab Kapuas melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga telah mengadakan casting, dan juga menggunakan dewan juri yang andal di bidangnya dari Banjarmasin. Sebab, sebagian besar sudah didapat para pemerannya dan juga menggunakan sumber daya manusia (SDM) yang ada. Utamanya, Putra Putri Pariwisata Kabupaten Kapuas serta juga mengajak sanggar-sanggar tari di Kabupaten Kapuas.

“Hingga saat ini perkembangan dari pembuatan film ini sudah mulai memasuki tahap produksi. Sebelumnya telah dilakukan survei lapangan untuk lokasi perekaman, yaitu pertama di lokasi situs Nyai Undang di Kecamatan Bataguh. Kemudian, di lokasi syuting selanjutnya yang berada di Rumah Betang Manggatang Utus di Sei Pasah,” terang Suparman.

BACA JUGA : Blunder Van Twist Dudukkan Tamjidillah sebagai Sultan Muda Kerajaan Banjar

Ia juga berharap melalui pembuatan film ini selain melestarikan budaya, juga dapat dijadikan sebagai pioner bagi generasi muda yang berbakat dalam hal sinematografi film.

“Agar mereka dapat termotivasi, kemudian juga kita ingin melalui film Nyai Undang ini dapat mengangkat sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Kapuas sehingga diketahui masyarakat luas,” katanya.

Masih menurut Suparman, dari pembuatan film yang diperkirakan memakan waktu kurang lebih tiga bulan ini, rencananya akan ditampilkan di acara HUT Kabupaten Kapuas pada Maret 2021 nanti, bisa disaksikan masyarakat Kabupaten Kapuas.

“Kenapa situs Nyai Undang ini yang diangkat, karena mempunyai nilai sejarah yang luar biasa, yakni yang bisa memberi semangat kepada generasi muda bahwa Kabupaten Kapuas juga memiliki seorang tokoh wanita yang bisa djadikan penyemangat dan sebagai simbol emansipasi wanita dalam hal perjuangan,” pungkas Kepala Disbudpora Kabupaten Kapuas ini.

BACA JUGA : Desa Barikin dan Lakon Wayang Banjar, Warisan dari Kerajaan Negara Dipa

Berdasar lini waktu pembuatan film Nyai Undang diatur untuk jadwal reading-syuting tahap 1 pada 12-24 Desember 2020. Kemudian, syuting tahap 2 pada 5-10 Januari 2021, dan syuting tahap 3 pada 5-10 Februari 2021.

Kemudian, memasuki fase editing fim pada 11-27 Februari 2021 dan sceening pada 1 Maret 2021, hingga pameran barang peninggalan Kerajaan Bataguh dan nonton bareng film Nyai Undang pada 23 Maret 2021.(jejakrekam)

Penulis Ichal
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.