Efek Libur Panjang November, Kini Banjarbaru Ditetapkan Zona Merah Covid-19

0

JIKA Banjarmasin bisa menuju zona hijau, berbeda dengan kota tetangga, Banjarbaru. Kini, kasus terkonfirmasi infeksi virus Corona (Covid-19) di kota idaman ini dilaporkan terus mengalami kenaikan.

UNTUK data per Jumat (4/12/2020), berdasar di mana jumlah kumulatif,  kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Banjarbaru sebanyak 1.373 orang. Sesuai update data perkembangan Covid-19 dari Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Provinsi Kalsel , hampir setiap hari Kota Banjarbaru mengalami kenaikan. Terakhir, Jumat (4/12/2020) ini, yang terkonfirmasi positif naik sebanyak 18 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, Rizana Mirza mengakui ada tren kenaikan kasus Covid-19. Untuk angka penyebaran Corona harus diminimalisir di Kota Banjarbaru.

“Makanya, kami meminta a warga Kota Banjarbaru meningkatkan kedisiplinan dalam penerapan pola hidup bersih dan sehat. Salah satu nya dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 secara tertib,” ucap Rizana Mirza kepada jejakrekam.com, Jumat (4/12/2020).

BACA : Akibat Pandemi Covid-19, Kunjungan Pasien di RSDI Banjarbaru Menurun Tajam

Menurut dia, peran masyarakat yang paling penting dalam menekan penyebaran Covid-19. Ini karena, kata Rizana, faktor meningkatnya kurva kasus Covid-19 di Banjarbaru, dipengaruhi efek libur panjang pada November lalu.

“Jadi, banyak warga Banjarbaru yang berpergian ke tempat zona merah dan berpariwisata di sana. Akhirnya, terjadi peningkatan kasus Covid-19 di kota ini. Saat ini, Banjarbaru sudah ditetapkan zona merah Covid-19, sehingga perlu ditingkatkan lagi kewaspadaan dan disiplin semua pihak agar bisa mengeluarkan ke zona kuning atau zona hijau,” urai Rizana.

BACA JUGA : 5 Pejabat Pemkot Banjarbaru Positif Covid-19, Seluruh Instansi Diliburkan

Selain itu, diakui Rizana lagi, naiknya kurva kasus terkonfirmasi Covid-19 juga turut dipengaruhi oleh kecepatan dan kesigapan tim surveilans Dinkes Banjarbaru.

“Yang mana saat pasca libur panjang, tim kami kerahkan untuk melakukan tracking dan tracing (penelusuran dan pelacakan) dari kontak erat,” papar Rizana.

Ia berpesan apabila masyarakat yang merasa demam, batuk atau bergejala, harap segera memeriksakan kesehatannya ke fasilitas kesehatan terdekat.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.