Berburu Ikan di Sungai Veteran dengan Senapan Angin

0

KOMUNITAS penembak ikan di Banjarmasin makin tumbuh subur. Terinspirasi dari speargun,  senapan berburu ikan di laut, senapan angin bermilimeter 4,5 pun disulap menjadi alat tangkap yang cukup efektif oleh komunitas Paser Ikan Banjarmasin (Paiban).

BERBEDA dengan senapan angin untuk berburu burung, peluru kecil yang dibuat bukan dari bahan timah, namun dibuat seperti paku atau potongan besi beton dengan mata peluru tajam layaknya anak panah.

Senapan angin pun dimodifikasi dengan mengganti larasnya. Alur besi yang biasanya dipakai di senapan angin diganti dengan potongan baja atau besi keras, agar bisa memuntahkan peluru layaknya anak panah mengenai sasaran.

Muhammad Toha, warga Jalan AES Nasution, Kampung Gedang, mengakui untuk memodifikasi senapan angin agar lebih efektif berburu ikan dibutuhkan dana cukup besar.

“Agar melesat tepat sasaran, maka larasnya diganti termasuk pompanya ditambah akan daya tembaknya lebih kuat. Ya, jaraknya bisa sampai 10 hingga 15 meter,tergantung kekuatan pompanya,” kata Toha kepada jejakrekam.com, Minggu (1/1/2019).

BACA : Berburu Binatang, Gaya Hidup Para Sultan Banjar

Toha sendiri sudah lama bergabung dalam komunitas pemburu ikan dengan senapan angin. Sebelum terjun ke lapangan, Toha mengaku terlebih dulu memantau kondisi dan cuaca.

Tak mengherankan, ketika Toha beraksi bersama rekan-rekan di Siring Sungai Veteran, bisa mendapatkan ikan yang cukup melimpah. “Lebih banyak sasaran tembakan itu ikan nila. Untuk ikan haruan (gabus), terkecuali besar. Ya, karena penampakan ikan nila yang lebar lebih mudah ditembak, saat muncul permukaan air,” ucap Toha.

Hampir tiap sore, Toha mengaku berburu ikan dengan senapan angin yang disulap layaknya senapan pemburu itu. Dilengkapi dengan teropong, peluru berbentuk anak panah, benang untuk mengaitkan peluru, pendorong peluru ke laras serta perlengkapan lainnya, Toha pun bisa membawa pulang paling sedikit 10 ekor ikan.

BACA JUGA : Makin Langka, Bibit Baung Ditebar di Sungai Martapura

“Saat air Sungai Veteran surut semacam ini, biasanya banyak ikan yang terjebak. Kebanyakan ikan ini berenang dari Sungai Martapura, saat air pasang. Begitu surut, mereka terkurung di sini,” kata Toha.

Lain lagi dengan Mar’uf. Rekannya yang menenteng senapan angin hanya dimodifikasi sedikit, mengaku tak banyak keluar uang. Senapan angin miliknya hanya diutak-atik sedikit, berbiaya Rp 1 juta.

“Terpenting saat menembak ikan itu harus tenang dan mengamati gerakan mereka di atas permukaan air saat menghirup udara. Kalau sudah tepat sasaran, langsung tembak,” kata Ma’ruf.

BACA JUGA : Terancam Industri Sawit, Keberadaan Ikan Pipih di Kalsel Makin Langka

Baik Toha maupun Ma’ruf mengakui baru dua tahun belakangan ini, terbentuk komunitas pemburu ikan dengan senapan angin di Banjarmasin dan sekitarnya. Bahkan, anggotanya kini sudah mencapai lebih dari 50 orang.

“Wah, bisa ratusan orang. Sekarang, anggota Paiban tersebar di mana-mana. Kami biasanya berburu ikan bersama. Bisa ke Karang Intan, Sungai Tabuk atau daerah yang banyak ikannya,” kata Toha.

Untuk menjadi anggota Paiban, Toha mengatakan tak perlu repot, cukup punya koneksi dan senapan angin pemburu ikan. “Ya, karena sama hobi, kami bentuk komunitas. Sebenarnya di Pulau Jawa sudah ramai penembak ikan dengan senapan angin. Apalagi, sekarang di kanal Youtube, sudah bermacam-macam jenis senapan, jadi tinggal pilih saja,” ucap Toha.

Walhasil, sebagian ikan yang berhasil ditembak itu pun dibawa pulang Toha. Sebagian lagi, bisa dijual karena ikannya masih segar, meski di bagian tubuh ikan terdapat lubang bekas tembakan peluru.(jejakrekam)

Pencarian populer:senapan ikan dalam air,cara buat tembak ikan,cara membuat peluru Paser ikan,Cara membuat peluru paser ikan senapan angin,jual senapan ikan,tele untuk menembak ikan di air
Penulis Sirajuddin
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.