ACT

Barito Utara Sabet Rekor MURI Bakar Jagung Terbanyak

0 207

BUKTIKAN diri sebagai daerah sentra jagung, Bupati Barito Utara H Nadalsyah pun mewarnai Festival Isen Mulang 2019 di Bundara Besar Palangka Raya, Minggu (16/6/2019) dengan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan rekor bakar jagung terbanyak.

ADA 62 ribu tongkol jagung yang diboyong dari desa-desa penghasil jagung di Kabupaten Barito Utara ke ibukota Provinsi Kalimantan Tengah.  Bupati Nadalsyah langsung memimpin upaya pemecahan rekor jagung bakar terbanyak itu dengan mengikutsertakan semua peserta di stand festival nomor urut 31.

Bupati Nadalsyah didampingi Sekdakab Barito Utara Jainal Abidin dan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Barito Utara Setia Budi juga turut membakar jagung bersama peserta dan pengunjung festival.

BACA : Kabupaten Barito Utara Jadi Percontohan Pertanian Jagung di Kalteng

“Kami ingin membuktikan jika Kabupaten Barito Utara adalah pemasok jagung terbesar di Kalimantan Tengah. Bahkan, kami menjadi pemasok utama jagung yang diolah di Kalimantan Selatan,” tutur Setia Budi.

Dia menerangkan jagung merupakan salah satu komoditas unggulan yang dimiliki Barito Utara. Bahkan, jagung menjadi salah satu alternatif tanaman yang dikembangkan untuk di sela-sela turunnya harga komoditas karet. Saat ini, masyarakat di desa yang ada di Barito Utara telah banyak yang mencoba untuk bertanam jagung.

BACA JUGA : Tingkatkan Produksi, Nadalsyah Resmikan Mesin Pengering Jagung  

Senada itu, Bupati Nadalsyah pun mengatakan jagung merupakan komoditas yang bisa menjadi solusi alternatif bagi warga desa yang selama ini bertitik berat pada perkebunan karet. Di tengah harga karet yang terus merosot, bupati yang akrab dipanggil Koyem ini menyebut awalnya hanya 5 ribu hektare areal tanam jagung, namun terus meluas di daerahnya.

“Komoditas karet kian menurun harganya, kami harus mencari solusi agar perekonomian warga kembali pulih. Ternyata, setelah ditelusuri oleh dinas terkait, jagung merupakan komoditas yang cocok,”katanya.

BACA LAGI : Mentan: Kini Indonesia Bisa Ekspor Jagung-Bawang Merah

Koyem menerangkan bahwa lahan jagung kian bertambah. Tahun 2018, Barito Utara memiliki lahan 16.000 hektare. Sedangkan untuk tahun 2019, Barito Utara menambah luasan hingga totalnya 32.000 hektare.

Untuk mendukung program pertanian tersebut, Koyem mengatakan Kementerian Pertanian pun terus proaktif dengan menyalurkan alat pertanian bagi warga dalam pengoptimalan komoditas jagung.

“Tahun 2016, Menteri Pertanian sempat datang dan panen jagung bersama kami. Kami  juga mendapat dukungan dengan alsintan yang diberikan dari kementerian. Saat ini, program jagung dari Kementerian Pertanian di Barito Utara telah ada di atas lahan seluas 32.000 hektare,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Syarbani
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.